ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Search     A   B     D     F       I       L     N   O   P   Q   R   S     U     W     Y   Z
BERITA

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

C © updated 290103
INDEX BERITA   

garis

:::::: Berita garis

:::::: Wawancara garis
:::::: Opini
garis
:::::: Editorial
garis
:::::: Resensi
garis
:::::: Leadership
garis
:::::: Selamat HUT
garis
:::::: Pernikahan
garis
:::::: In Memoriam
garis
:::::: Sebelumnya
garis
:::::: Redaksi
garis

 
garis
garis

 

Megawati

Kritik Aksi Mahasiswa


Jakarta 28/01/03: Presiden Megawati Sukarnoputri dalam acara rutin jumpa dengan sekitar 500 kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di kediaman pribadinya Jalan Kebagusan, Jakarta Selatan, Selasa 28/1/03 malam, mengkritik para mahasiswa yang melakukan aksi protes dengan membakar ban dan menginjak-injak gambar kepala negara. Menurut Megawati, mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa itu, sebagai calon pemimpin bangsa Indonesia seharusnya bisa memberikan contoh bahwa mereka itu terpelajar.
 
“Kalau anak buahnya mau ngamuk, sebagai pemimpin harus bisa mengatakan, ’Stop, kamu tidak boleh ngamuk.’ Tadi, kan, saya bilang, kalau mau ngamuk, mau marah, mau buat tindak kekerasan, mau memprovokasi, dan sebagainya, walah tiap hari bisa angka seratus. Tapi, untuk menahan itu dan bisa menahan sekian banyak orang dengan satu perintah, ’jangan, diam.’ Itu baru jempolan," katanya.
 
Ia pun mengungkapkan perasaannya ketika gambar atau fotonya diinjak-injak oleh para pengunjuk rasa belakangan ini. Mega bilang, "Sebagai manusia, betul-betul, waduuuh, rasanya kalau bisa meneropong dada saya, siapa orangnya? Kalau saya lihat foto saya-padahal foto saya cantik, kan-diinjak-injak, lalu dibakar. Saya lalu berpikir, kalau saya mulai muntab (meledak amarahnya), seperti lahar gunung atau magma yang sudah mendidih. Kadang-kadang saya juga berpikir tak titeni wonge (akan saya tandai orang yang melakukannya). Tapi, lalu segera berdialog dengan diri saya sendiri. Setelah berdialog dengan diri sendiri, aduh, kalau saya ikut-ikutan seperti orang itu, alangkah rendahnya saya ini, alangkah hinanya saya." *e-ti
 
Polisi Cekatan

Perampok Istri Sekjen Depkeu Diringkus


Jakarta 28/01/03: Kali ini polisi mampu bertindak cekatan. Hanya selang sehari, polisi berhasil meringkus enam perampok yang menewaskan Ny Wisnani Safitri (52), istri Sekretaris Jenderal (Sekjen) Departemen Keuangan (Depkeu) Agus Haryanto, hari Selasa 28/1/03. Lima (Hilman, Daryono Didit, Totok Sartono, M Cholil, dan Joko) diringkus di Jakarta dan Bekasi, seorang lainnya (Munte) ditangkap di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim). Seorang lagi (Bagong pembonceng Munte) masih buron.
 
Hilman, otak perampokan, duluan ditangkap di rumahnya di Kompleks Perumahan Vila Nusa Indah, Jatiasih, Kota Bekasi, Selasa pukul 00.30. Dari dia, polisi memperoleh keterangan mengenai para pelaku perampokan itu. Kemudian, Daryono Didit, Joko, dan M Cholil ditangkap di rumah kontrakan mereka di kawasan Condet, Jakarta Timur, pukul 03.00. Disusul Totok Sartono ditangkap di Cimanggis, Kota Depok, sekitar pukul 05.00.
 
Dari kelima tersangka, diketahui dua penjahat yang naik sepeda motor Yamaha RX King B 4353 RB, yakni Munte dan Bagong, melarikan diri ke Jatim. Lalu, Munte, penjahat yang merebut tas korban dan menyabet korban hingga tewas, ditangkap di rumahnya di Ngoro, Jombang, Selasa sore. Dan, Bagong masih buron.
 
Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya Inspektur Jenderal Makbul Padmanagara menjelaskan, kecepatan penangkapan ini semata-mata karena dalam semua kasus polisi memang ingin cepat mengungkap. Bukan karena diskriminasi hukum, karena istri pejabat lalu jadi perhatian. *e-ti

  

Tantang Lawan Politiknya

Manakala Megawati Bicara

Jakarta 21/01/

03: Pre-siden Mega-wati Sukar-noputri selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia berbicara. Ia mengajak lawan politiknya secara jantan bertarung di Pemilu 2004. Tantangan itu disampaikan menanggapi manuver lawan-lawan politiknya yang hendak menjatuhkannya secara inkonstitusional.

 

Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero