ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Search     A   B     D     F       I       L     N   O   P   Q   R   S     U     W     Y   Z
BERITA

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

C © updated 200603
INDEX BERITA   

garis

:::::: Berita garis

:::::: Wawancara garis
:::::: Opini
garis
:::::: Editorial
garis
:::::: Resensi
garis
:::::: Leadership
garis
:::::: Selamat HUT
garis
:::::: Pernikahan
garis
:::::: In Memoriam
garis
:::::: Sebelumnya
garis
:::::: Redaksi
garis

 
garis
garis

 

Dicalonkan PDI-P

Pasangan Piet Tallo- Leburaya Menang


Kupang 19/6/03: Gubernur Nusa Tenggara Timur Piet Alexander Tallo, yang dicalonkan PDI-P, kembali terpilih menjadi gubernur periode 2003-2008 setelah meraih 28 dari 55 suara di putaran kedua dalam Rapat Paripurna DPRD NTT, Kamis (19/6), di Kupang. Tallo didampingi Frans Lebu Raya, Wakil Ketua DPRD dan Ketua DPD PDI-P NTT sebagai wakil gubernur.


Pemilihan yang diikuti tiga paket calon itu berlangsung ketat dalam dua putaran. Pada putaran pertama pasangan Talllo-Leburaya yang dicalonkan PDI-P (memiliki 18 kursi DPRD) meraih 26 suara. Diikuti pasangan Victor B Laiskodat (pengacara dan wiraswasta)-Simon Hayon (anggota DPRD, Ketua DPD Partai Penegak Demokrasi Indonesia) yang dicalonkan Fraksi Gabungan I (memiliki 5 kursi DPRD) diurutan kedua dengan 16 suara. Sementara pasangan Esthon L Foenay (Kepala Bappeda NTT) dan Gaspar Parang Ehok (Kepala Dinas Pendapatan) yang diusulkan Partai Golkar yang memiliki 20 kursi DPRD hanya meraih 10 suara.


Dalam putaran kedua Rapat Paripurna Khusus I DPRD NTT yang dipimpin Ketua Daniel W Palle itu, pasangan Talllo-Leburaya menang tipis (hanya satu suara) atas pasangan Victor B Laiskodat -Simon Hayon yang memperoleh 27 suara. Pada saat perhitungan suara terjadi tiga kali perolehan suara yang sama banyak, yakni pada hitungan kertas suara ke-14 (masing-masing mengantongi tujuh suara), hitungan ke-34 dan ke-54. Kemenangan Tallo-Leburaya ditentukan kertas suara terakhir (ke-55).


Tallo yang juga mantan Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) seusai pemilihan mengatakan, sekalipun dicalonkan PDIP, ia tetap kader Partai Golkar. Tallo menyatakan dia adalah kader terbaik Golkar sehingga dia tak akan pernah mengingkari partai yang telah membesarkannya di panggung politik NTT. "Memang saya dicalonkan oleh PDI-P, tetapi saya tetap sebagai kader Golkar dan tetap berjuang untuk partai saya," katanya ketika ditanya wartawan.

 

"Sejak dahulu hingga setelah menjadi gubernur, saya ini kader Golkar. Saya masih Ketua Soksi NTT dan perjuangan ini tetap untuk partai," ujarnya. *e-ti



Jusuf Kalla

Target Orang Miskin 2004


Jakarta 18/6/03: Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Jusuf Kalla mengatakan pemerintah memastikan penurunan rasio angka kemiskinan pada tahun 2004 yang ditargetkan dalam Program Pembangunan Nasional (Propenas) menjadi 14 persen tidak akan tercapai. Maksimal upaya yang bisa dilakukan pemerintah adalah menekan rasio angka kemiskinan tersebut antara 16 sampai 17 persen.

Jusuf Kalla mengemukakan hal itu seusai berbicara dalam Lokakarya Memerangi Kemiskinan dengan Strategi yang Mewakili Kepentingan Masyarakat, di Jakarta, Selasa (18/6/03). Menurutnya, rasio angka kemiskinan di Indonesia pada tahun 2003 akan mencapai 17 persen atau 35,87 juta jiwa. Pada tahun 2004 hanya mampu ditekan sedikit menjadi 16 persen atau tetap 17 persen.

Kegagalan pemerintah untuk mengurangi jumlah orang miskin pada tahun 2004, disebabkan pencapaian pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang masih rendah. Sejak tahun 1999, angka pertumbuhan ekonomi belum mencukupi untuk menekan angka kemiskinan.

Tetapi dia yakin, pertumbuhan ekonomi yang akan dicapai pasca-tahun 2004 lebih tinggi, sehingga pemerintah lebih mampu menurunkan jumlah orang miskin. Hal itu disebabkan, karena pertumbuhan ekonomi yang dicapai, terkait dengan kemampuan pemerintah dalam menekan angka kemiskinan.

Jika pertumbuhan ekonomi membaik, maka pemerintah dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Jusuf juga mengatakan, bila dalam 10 tahun angka pertumbuhan bisa mencapai enam persen, maka tingkat kemiskinan bisa dikurangi. Dengan angka pertumbuhan sebesar itu, berarti maka akan menyerap tenaga kerja sekitar tiga juta orang per tahun. *e-ti/kps

  

PDIP dan PAN

Pecat Anggotanya

Bandar Lampung-Palembang 19/6/03: DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan DPP PAN sama-sama memecat anggotanya yang dinilai indispliner. DPP PDIP memecat 16 anggota DPD PDI-P Lampung. Sebanyak 13 anggota dipecat karena melanggar disiplin partai yakni membangkang pada pemilihan gubernur Lampung, dan tiga lainnya dipecat karena terbukti menggunakan obat-obatan terlarang.

Sementara DPP PAN memecat enam Anggota DPRD Palembang dari keanggotaan partai karena dianggap membangkang dalam pemilihan Wali Kota Palembang periode 2003-2008. Anggota PAN yang dipecat itu adalah Ketua Fraksi PAN Azhari Ahmad dan lima anggota fraksi yakni Syaiful Anwar, Idrus Shahab, Syahruddin Ismail, Ali Ibrahim, dan Amir Abduh.

Sedangkan anggota PDIP yang dipecat adalah Abbas Hadisunyoto (Ketua DPRD Lampung), Anshori Yunus, Alzier Dianis Thabrani, Firmansyah, R Prabawa, Suhaili Kamruddin, B Sarjono, Jamil Yasin, Syarial Alamsyah, A Hadi Syaukat, FX Cerius Martuabasa, Bonansa Kusuma, dan Junaidi karena dianggap menentang sikap dan keputusan partai dalam pencalonan gubernur dan wakil gubernur Lampung.

Sementara tiga anggota PDIP yang dipecat karena terlibat narkoba adalah Hendro Priyanto (Ketua DPC PDI-P dan anggota DPRD Kabupaten Lampung Utara), Yur Aplaz (Sekretaris DPC dan anggota DPRD dari Fraksi PDI-P Kabupaten Lampung Selatan), dan Joko Suwondo (Wakil Sekretaris DPC PDI-P Kabupaten Lampung Selatan). *e-ti
Copyright © 2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero