ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
 
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Pernikahan
 ► Sebelumnya
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 

 


 
Pemerintah- NU-Muhammadiyah

Idul Fitri 14 November

 

Jakarta 12/11/2004: Pemerintah melalui Departemen Agama menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1425 Hijriah, jatuh pada hari Minggu, 14 November 2004. Menteri Agama ad interim Alwi Shihab, mengemukakan hal itu dalam sidang itsbat penetapan Idul Fitri 1425 H di jakarta (12/11/2004).

 

Sidang itsbat itu  juga dihadiri Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Yusuf Muhammad, perwakilan Majelis Ulama Indonesia, dan organisasi-organisasi kemasyarakatan Islam.
 

NU-Muhammadiyah
Jakarta 11/11/2004: Seluruh umat Islam di Indonesia bakal melaksanakan perayaan Idul Fitri tahun ini secara bersama-sama. Dua ormas Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah diperkirakan memastikan Idul Fitri 1425 H jatuh pada 14 November 2004.

 

Ketua Lajnah Falakhiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) KH Ahmad Ghazalie Masroeri mengatakan, kecil kemungkinan terjadi perbedaan dalam menentukan 1 Syawal 1425 H.

Dalam jumpa pers di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (10/11/2004), Masroeri mengatakan, dari perhitungan astronomi NU, bulan baru bisa dilihat pada tanggal 14 tersebut. "Itu artinya, puasanya genap 30 hari atas dasar istikmal (menggenapkan 30 hari) setelah rukyatulhilal (melihat bulan) tidak berhasil," ujar Masroeri.

Masroeri mengatakan bahwa memang, NU baru akan melakukan rukyatulhilal Jumat sore 12 November. Tapi, sangat mungkin hilal (bulan sabit) belum bisa dilihat dengan kasat mata pada saat itu karena masih di bawah ufuk. Dari perhitungan astronomi, di Jakarta, posisi hilal saat itu berada pada ketinggian -3° dalam umur 18 jam.

Dijelaskan, menurut pandangan NU, istikmal tetap harus didahului proses observasi bulan sabit di lapangan (rukyatul hilal). Akan tetapi, menurut perhitungan hisab penyerasian Lajnah Falakiyah PBNU, posisi hilal pada Jumat sore 12 November 2004 saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk.

Menurutnya, pada saat itu dipastikan posisi hilal berada pada ketinggian -3º18’. Padahal, berdasarkan ilmu hisab mutakhir, hilal dapat dilihat jika memenuhi kriteria imkanurrukyat (visibilitas melihat bulan sabit) dengan minimal ketinggian hilal pada 2º dalam umur delapan jam. Dengan begitu, kata Masroeri, setelah observasi bulan sabit tidak berhasil, barulah proses istikmal bisa dilaksanakan sesuai dengan yang dianjurkan Rasulullah Muhammad SAW. *e-ti

     

MTI 16

Majalah Tokoh Indonesia 16

TOKOH UTAMA: Syamsul Mu’arif, Politisi Negarawan dari Kalsel = Peletak Grand Strategy Telematika = WAWANCARA: Syamsul Mu’arif: Langkah Indonesia Menuju Information Society = TOKOH PILIHAN: Mooryati Soedibyo, Mustika Jamu Indonesia = BERITA TOKOH: SBY-JK Presiden dan Wakil Presiden Pilihan Rakyat = KAPUR SIRIH: Harapan Baru = SURAT: Berita Terbaru, dll = = Dapatkan di Toko Buku dan Agen Harga Rp 14.000 (Luar Jabotabek Rp.15.000)

 

 

 

 
Copyright © 2004 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero