A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Berita KIB
 ► Berita Tsunami
 ► Berita 2003
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 

 


 
Bakornas PBP

Pengungsi Terus Bertambah


Banda Aceh 1/1/05: Korban gempa dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara terus bertambah. Menurut data Depsos, Depkes dan RAPI jumlah pengungsi sampai tanggal 1 januari 2005 pukul 18.15 WIB telah mencapai 177.088 jiwa yang ditampung di lebih 93 tempat. Sementara di banda Aceh kehidupan layak sudah mulai jalan walaupun belum normal.

Para pengungsi berasal dari Kabupaten Bireun 41.783 jiwa, Kabupaten Langsa 2.680 jiwa, Aceh Utara 50.020 jiwa, dan Aceh Timur 13.6000 jiwa (Data Depkes) dan Sabang 50.006 (Data Depsos). Ditambah informasi dari RAPI sebanyak 19.000 pengungsi yang berasal dari 3 kecamatan (Darul Mara 9.000, Darul Salam 5.000 dan Mru Taman 5000 jiwa).

Sementara, menurut Kepala Biro Mitigasi Sekretariat Bakornas PBP Ir Sugeng Triutomo, DESS, jumlah korban luka dan sakit yang rawat jalan berjumlah 484 dan rawat inap 1.602. Mereka dirawat di sembilan rumah sakit, yakni RSUD Cut Mutia, Lhoksemawe, RS PMI Lhoksemawe, RSUD Bireun, RSU Langsa, RSU Melati Perbaungan, RSU Aceh Timur, RSU Simeuleu, RS Calang dan RS Adam Malik.

Siaran pers Media Center LIN ditandatangani Deputi Bidang Pengelolaan Informasi Roem Lintang Suharto yang diterima Tokoh Indonesia 1/1/05 pukul 22.00 WIB menginformasikan bahwa di Sabang sebanyak 4.519 rumah penduduk rusak, 42 gorong-gorong dan 93 rumah ibadah hancur.

Sementara, sekitar pukul 19.50 WIB kondisi sekitar Posko Meulaboh hujan deras. Pengungsi pun makin memadati penampungan termasuk di Pendopo Kabupaten. Stasiun JZ 01 ZWS closing down karena hujan.

Sebelumnya, Roem Lintang menginformasikan berbagai upaya penanggulangan korban gempa dan tsunami di Aceh dan Sumut. Di antaranya, di sektor kesehatan telah didirikan beberapa pusat pelayanan yang tersebar di Aceh. Di Banda Aceh didirikan Rumkitlap Singapura dan Australia dan di Bandara Blang Bintang yang didukung Tim DKI. Ditambah RS Kesdam yang dilayani Tim TNI/Polri, USU, Tim Prof Idrus dan Tim Prof Aryono. Di Sigli dan Meulaboh didirikan Rumkitlap TNI yang dilayani Tim Kesehatan TNI serta di Aceh Timur dilayani Tim Sumatera Selatan. Rumah Sakit Fatimah yang lumpuh telah mulai pula difungsikan.

Dalam rangka koordinasi telah dibentuk Poko Gabungan Depkes-Depsos-PMI-TNI/Polri, yang dibagi dalam lima sektor wilayah kerja. Sementara dalam hal bantuan sosial, menurut Bupati Aceh Tengah, 30/12/04, telah disalurkan berbagai bantuan, di antaranya beras, sayuran, minuman, roti kering, gula, mie instan, pakain layak pakai dan tikar.

Banda Aceh
Menko Kesra Alwi Shihab selaku Ketua Harian Bakornas PBPdalam konferensi pers di Pendopo Gubernuran, Sabtu 1/1/05, mengatakan kondisi Banda Aceh sudah lebih baik dari sebelumnya. Menurut Menko, kehidupan layak sudah mulai jalan walaupun belum normal. Jalan-jalan yang sebelumnya dipenuhi mayat dan sampah sudah mulai dibersihkan.

Perkembangan dari hari ke hari sudah semakin baik. Saat ini 40% listrik dan telepon sudah berfungsi kembali. Sudah tidak ada lagi antrian bensin dan sudah ada toko yang buka. Diharapkan dalam waktu dekat Banda Aceh sudah akan semakin normal kembali. Pada hari Senin diharapkan bank sudah mulai aktif kembali.

Namun, diakui masih ada daerah yang belum bisa dijangkau dengan jalan darat. Untuk daerah-daerah itu, distribusi bantuan dilakukan melalui udara dan laut. Upaya terus dilakukan untuk membuka akses darat ke beberapa daerah itu, termasuk dengan bantuan pihak luar negeri seperti Amerika Serikat, Singapura dan Australia yang membawa alat berat.

Akses darat ke Meulaboh dari Tapak Tuan diharapkan empat hari lagi akan berfungsi. Dari Beureun ke Meulaboh 15 hari lagi akan berfungsi. Bandara Meulaboh sudah bisa didarati pesawat kecil.

Sementara untuk pantai timur, semua terjangkau dengan jalan darat. Banda Aceh 50% jalan telah berfungsi. Aceh Barat 80% jalan telah berfungsi. Dalam rangka memperlancar operasional dan distribusi bantuan di Banda Aceh akan didukung dengan 5000 sepeda motor yang juga sebagai bantuan.

Dalam rangka koordinasi, Menko Kesra sendiri akan berada di banda Aceh selama dua pekan dibantu oleh Mayjen Bambang Darmono dari TNI. Sementara untuk menunjang efektivitas pemerintah di daerah terkena bencana di NAD, pemerintah pusat akan menambah bantuan 230 personil dari lintas instansi.  *e-ti/lin

     
Relawan dan Bantuan

Difasilitasi Penerbangan Gratis

Jakarta 31/12/04: Dalam upaya memperlancar pengiriman relawan dan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Aceh dan Sumut, pemerintah melalui Kementerian Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) memfasilitasi pengangkutan (penerbangan) secara cuma-cuma.

 

=> Daftar (Jumlah) Korban Tsunami di Aceh dan Sumut

 

Bakornas PBP

Posko Penanganan Bencana Aceh

Jakarta 31/12/04: Rapat Terbatas Tingkat Menteri Bidang Kesra yang dipimpin oleh Wakil Presiden Rl/Ketua BAKORNAS PBP pada hari Rabu, tanggal 29 Desember 2004 memutuskan beberapa hal dalam rangka langkah-langkah koordinasi penanganan dan penyelesaian masalah bencana Aceh.