A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Berita KIB
 ► Berita Tsunami
 ► Berita 2003
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 

 


 
Upaya Tim Depdagri

Pulihkan Pemerintahan di NAD


Banda Aceh 5/1/05: Tim Pendamping Depdagri berupaya memulihkan penyelenggaraan Pemerintahan di Nanggroe Aceh Darussalam yang pemerintahannya tidak efektif akibat bencana gempa dan tsunami. Beberapa pejabat provinsi dan kabupaten/kota belum diketahui keberadaannya. Sekretaris Daerah Provinsi NAD dan satu orang Asisten Sekdaprov telah diketahui keberadaannya dan telah melakukan tugasnya.

Sebagian besar Kepala Dinas dan Kepala Biro Sekdaprov NAD belum diketahui keberadaannya. Di Kota Meulaboh, Bupati dan Wakil Ketua DPRD juga telah diketahui keberadaannya. Sedangkan, Bupati Aceh Jaya dan dua orang Camatnya belum diketemukan. Walikota Banda Aceh dan Bupati Aceh Barat Daya telah diketahui meninggal. Kemudian sejumlah Kepala Dinas masih belum diketahui keberadaannya.

Siaran pers Lembaga Informasi Nasional (5/1/05) yang bersumber dari Kepala Pusat Penerangan Sekretariat Jenderal Depdagri, Drs Ujang Sudirman, MM, menginformasikan bahwa untuk menjalankan Pemerintahan Daerah di NAD, Depdagri secara berturut-turut telah mengirimkan Pejabat Struktural Eselon I sampai dengan IV dan sekitar 300 Praja Tingkat III dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)/STPDN. Para praja ini bertugas mendampingi pejabat Pemda, terutama tugas-tugas birokrasi pemerintahan Kabupaten/Kota dan Kecamatan yang belum berfungsi sebagaimana mestinya.

Praja IPDN yang ditempatkan di Provinsi NAD menyiapkan dan membersihkan gedung DPRD Provinsi NAD yang akan digunakan sebagai Kantor Gubernur sementara dan yang ditempatkan di Kota Banda Aceh menyiapkan dan membersihkan kantor Walikota Banda Aceh yang diharapkan hari ini (5/1/05) sudah dapat digunakan.

Aktivitas Ekonomi
Sementara itu, Deputi Bidang Pengelolaan Informasi LIN, Roem Lintang Suharto juga meninformasikan Kepada Tokoh Indonesia (5/1/05) bahwa sejumlah perbankan telah mulai membuka pelayanan kepada nasabah, seperti Bank Mandiri Cabang Daud Beureuh, Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan BNI di Banda Aceh.

 

Aktivitas ekonomi di NAD juga sudah mulai berjalan. Hal ini ditandai dengan telah beroperasinya beberapa pasar dan warung, bank, angkutan umum, serta tidak terlihatnya antrian panjang penduduk untuk membeli bahan bakar minyak (BBM).

Begitu pula di Meulaboh, Aceh Besar, aktivitas perdagangan sudah mulai terlihat. Di ruas jalan utama kota tersebut di sejumlah toko yang menjual kebutuhan barang pokok hingga bengkel tampak sudah buka dan sudah mulai ramai dikunjungi masyarakat.

Pasokan listrik juga sudah berangsur normal, hal ini telah dilakukan penanganan intensif oleh PLN untuk mengoptimalkan pasokan listrik di Provinsi NAD dilaporkan 80 % telah beroperasi. Menurut Tim PLN, untuk Banda Aceh pasokan listrik telah pulih 55 % dan Lhokseumawe memasuki angka 90 %. Bahkan di Subulussalam, Bireun dan Langsa telah normal 100 %. Sedangkan di Meulaboh yang mengalami kerusakan terparah jaringan listrik saat ini baru pulih 15 %.

Khusus untuk Kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Besar sejak kemarin sudah mulai terlihat aktivitas warga, berupa pembersihan puing-puing reruntuhan di rumah masyarakat yang masih tersisa. Terhadap korban bencana di Meulaboh tampak sudah banyak yang berhasil dievakuasi.  *e-ti/LIN

  Berita Lainnya  

:: Upaya Tim Depdagri Pulihkan Pemerintahan NAD

:: Kargo Gratis Garuda ke Aceh

:: Wapres: 3 Tahap Tanggulangi Bencana Tsunami

:: PMI Fokus di Meulaboh

:: Lindungi Anak Korban Tsunami

:: KTT Tsunami 6 Januari

:: Pengungsi Terus Bertambah

:: Difasilitasi Penerbangan Gratis

:: Daftar (Jumlah) Korban Tsunami di Aceh dan Sumut

:: Presiden: Gelar Konferensi Korban Tsunami

:: Posko Penanganan Bencana Aceh

 

Relawan dan Bantuan

Difasilitasi Penerbangan Gratis

Jakarta 31/12/04: Dalam upaya memperlancar pengiriman relawan dan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Aceh dan Sumut, pemerintah melalui Kementerian Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) memfasilitasi pengangkutan (penerbangan) secara cuma-cuma.

 

=> Daftar (Jumlah) Korban Tsunami di Aceh dan Sumut