Upaya Tim Depdagri
Pulihkan Pemerintahan di NAD
Banda Aceh 5/1/05: Tim Pendamping Depdagri berupaya memulihkan
penyelenggaraan Pemerintahan di Nanggroe Aceh Darussalam yang
pemerintahannya tidak efektif akibat bencana gempa dan tsunami. Beberapa
pejabat provinsi dan kabupaten/kota belum diketahui keberadaannya.
Sekretaris Daerah Provinsi NAD dan satu orang Asisten Sekdaprov telah
diketahui keberadaannya dan telah melakukan tugasnya.
Sebagian besar Kepala Dinas dan Kepala Biro Sekdaprov NAD belum
diketahui keberadaannya. Di Kota Meulaboh, Bupati dan Wakil Ketua DPRD
juga telah diketahui keberadaannya. Sedangkan, Bupati Aceh Jaya dan dua
orang Camatnya belum diketemukan. Walikota Banda Aceh dan Bupati Aceh
Barat Daya telah diketahui meninggal. Kemudian sejumlah Kepala Dinas
masih belum diketahui keberadaannya.
Siaran pers Lembaga Informasi Nasional (5/1/05) yang bersumber dari
Kepala Pusat Penerangan Sekretariat Jenderal Depdagri, Drs Ujang
Sudirman, MM, menginformasikan bahwa untuk menjalankan Pemerintahan
Daerah di NAD, Depdagri secara berturut-turut telah mengirimkan Pejabat
Struktural Eselon I sampai dengan IV dan sekitar 300 Praja Tingkat III
dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)/STPDN. Para praja ini
bertugas mendampingi pejabat Pemda, terutama tugas-tugas birokrasi
pemerintahan Kabupaten/Kota dan Kecamatan yang belum berfungsi
sebagaimana mestinya.
Praja IPDN yang ditempatkan di Provinsi NAD menyiapkan dan membersihkan
gedung DPRD Provinsi NAD yang akan digunakan sebagai Kantor Gubernur
sementara dan yang ditempatkan di Kota Banda Aceh menyiapkan dan
membersihkan kantor Walikota Banda Aceh yang diharapkan hari ini
(5/1/05) sudah dapat digunakan.
Aktivitas Ekonomi
Sementara itu, Deputi Bidang Pengelolaan Informasi LIN, Roem Lintang
Suharto juga meninformasikan Kepada Tokoh Indonesia (5/1/05) bahwa
sejumlah perbankan telah mulai membuka pelayanan kepada nasabah, seperti
Bank Mandiri Cabang Daud Beureuh, Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan BNI
di Banda Aceh.
Aktivitas ekonomi di NAD juga sudah mulai berjalan. Hal ini
ditandai dengan telah beroperasinya beberapa pasar dan warung, bank,
angkutan umum, serta tidak terlihatnya antrian panjang penduduk untuk
membeli bahan bakar minyak (BBM).
Begitu pula di Meulaboh, Aceh Besar, aktivitas perdagangan sudah mulai
terlihat. Di ruas jalan utama kota tersebut di sejumlah toko yang menjual
kebutuhan barang pokok hingga bengkel tampak sudah buka dan sudah mulai
ramai dikunjungi masyarakat.
Pasokan listrik juga sudah berangsur normal, hal ini telah dilakukan
penanganan intensif oleh PLN untuk mengoptimalkan pasokan listrik di
Provinsi NAD dilaporkan 80 % telah beroperasi. Menurut Tim PLN, untuk
Banda Aceh pasokan listrik telah pulih 55 % dan Lhokseumawe memasuki
angka 90 %. Bahkan di Subulussalam, Bireun dan Langsa telah normal 100 %.
Sedangkan di Meulaboh yang mengalami kerusakan terparah jaringan listrik
saat ini baru pulih 15 %.
Khusus untuk Kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Besar sejak kemarin sudah
mulai terlihat aktivitas warga, berupa pembersihan puing-puing reruntuhan
di rumah masyarakat yang masih tersisa. Terhadap korban bencana di
Meulaboh tampak sudah banyak yang berhasil dievakuasi. *e-ti/LIN |
|
|
|