A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Pernikahan
 ► Sebelumnya
 ► Majalah TI
 ► Nusantara
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
INTERVIEW  
 
   

Prof Dr Hasjim Djalal

Pikirkan Indonesia 50 Tahun ke Depan

WAWANCARA: Prof Dr Hasjim Djalal sebagai seorang diplomat senior dan tokoh hukum laut internasional punya andil besar dalam proses mewujudkan pengakuan dunia atas Indonesia sebagai negara kepulauan. Dalam rangka Tahun Emas Deklarasi Djoeanda 13 Desember 2007, kami mewawancarainya.

 

WAWANCARA: Bismar Siregar

Adili Pak Harto, Haram Hukumnya

Mantan hakim agung Bismar Siregar, SH, yang dikenal publik sebagai seorang hakim berintegritas tinggi dan memiliki kepekaan dan kebeningan hati nurani dalam setiap kali memutuskan perkara, mengatakan bahwa mengadili Pak Harto sama dengan melakukan penganiayaan, haram hukumnya.

 

WAWANCARA: Budi Harsono (17)

Jangan Hilangkan Jati Diri TNI

MTI 31: Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak lahir secara tiba-tiba di saat negara ini sudah mapan. Secara historis, cikal-bakal TNI adalah sebagian rakyat bersenjata yang berjuang mengorbankan jiwa dan raganya mengusir penjajah. Keniscayaan sejarah TNI itu yang tidak boleh hilang. Sebab, itulah jati diri TNI.

 

WAWANCARA: Drs. H. Lily Hambali Hasan, MSi (07)

Percepat Izin Investasi

MTI 30: Bupati Purwakarta ini ingin membangun daerahnya dimulai dengan pembangunan sumber daya manusia. Hanya individu yang terdidik yang mampu membangun diri dan kehidupannya. Dia harus sehat agar tidak merepotkan orang. Setiap individu juga harus memiliki akhlak dan moral yang baik yang diperoleh dari pendidikan dan penerapan ajaran agama.

 

WAWANCARA: Prof Dr H Syaukani Hasan Rais, MM (05)

Daerah Kuat, NKRI Kukuh

MTI 29: Pada era ini, beri kesempatan daerah untuk berkembang dan berkreasi. Kalau daerah makmur, negara kita makmur. Kalau daerah kuat, NKRI kita kokoh. Kalau pusat makmur, belum tentu daerah makmur. Kalau pusat kuat, belum tentu daerah kuat. Demikian visi Prof Dr H Syaukani HR, SE, MM. 

 

WAWANCARA: Prof Dr HM Roem Rowi, MA (06)

Allah Membuat Segalanya Plural

MTI 28: “Kita sangat heterogen, baik dari aspek ras, agama maupun budaya. Kita ada sepakatan dalam Pancasila. Orang Islam setuju, dan diulas jalan tengah. Karena sudah menjadi komitmen bersama, kita berkewajiban memenuhinya,” kata Prof Dr Roem Rowi dalam percakapan dengan Wartawan Tokoh Indonesia.

 

WAWANCARA: Setia Mangunsong (09)

Kunci Sukses Perikanan di Pasar Global

MTI 27: Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) di bawah kepemimpinan Freddy Numberi, giat melakukan perbaikan demi perbaikan yang, didasarkan atas tekad bulat untuk mengembalikan kejayaan kebaharian kita. Tekad baja ini mulai menunjukkan berbagai keberhasilan, sekaligus mencuatkan aneka harapan lain yang lebih baru.

 

WAWANCARA: Haryono Suyono

Kiat Keberhasilan KB

MTI 25: Ingat Haryono, pasti ingat kabe (keluarga berencana). Sebaliknya, ingat kabe, pasti ingat Haryono. Ini cerminan betapa melekatnya nama Haryono Suyono bagi keberhasilan program KB di Indonesia. Bahkan, keberhasilannya memimpin gerakan KB di Indonesia sangat monumental.

 

WAWANCARA: HM Soeharto

Tentang Yayasan yang Didirikannya

MTI 24: KEGIATAN SOSIAL 01: Banyak orang yang salah memahami keberadaan yayasan-yayasan yang didirikan oleh Pak Harto. Yayasan yang telah memberikan kontribusi besar dalam pemberian bantuan sosial itu malah dianggap sebagai lembaga penghimpun kekayaan Pak Harto.

 

WAWANCARA: M Aziz Syamsuddin

Kepuasan Batin Sebagai Anggota Dewan

MTI 23: Apa perbedaan antara advokat dan anggota legislatif? M. Aziz Syamsuddin membuat batasan yang sangat jelas di antara dua dunia profesi tersebut. Berikut ini petikan perbincangan MAJALAH TOKOH INDONESIA (MTI) dengan politikus muda Partai Golkar itu.

 

WAWANCARA: H Probosutedjo

Mari Lihat Dengan Jernih

MTI 21: Apa yang Telah Dilakukan Oleh Lima Presiden RI. Dia mengajak publik untuk melihat secara jernih apa yang telah dilakukan para pemimpin bangsa ini. Mulai dari kepemimpinan Bung Karno, Pak Harto, Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati hingga Susilo Bambang Yudhoyono. Probosutedjo juga bicara keseharian Pak Harto sesudah meletakkan jabatan sebagai presiden 21 Mei 1998.

 

WAWANCARA: Sutiyoso

Bang Yos Menjawab Lugas

MTI 20: Seperti apa pembangunan kota metropolitan Jakarta dalam visi Gubernur Sutiyoso yang akrab dipanggil Bang Yos. Benarkah jenderal bintang tiga ini kurang berpihak kepada wong cilik? Lalu, mengapa dia tega melakukan penggusuran? Bagaimana keberpihakannya kepada usaha kecil dan menengah? Kenapa dia mengizinkan hypermarket bertumbuh? Selain itu, sesungguhnya bagaimana kerlibatannya dalam Peristiwa 27 Juli 1996?

 

WAWANCARA: H.M.Jusuf Kalla (9)

Sekitar 74% Rakyat Ingin Perubahan

MTI 14: Cawapres ini optimis akan mendapat dukungan dari sebagian besar rakyat Indonesia yang saat ini menginginkan perubahan. Berpasangan dengan Susilo Bambang Yudhoyono, Calon Presiden dari Partai Demokrat, pasangan ini diprediksi akan meraih lebih 60 sampai 70 persen suara pada Pemilu Presiden putaran kedua.

 

WAWANCARA:

:: Hasjim Djalal: Pikirkan Indonesia 50 Tahun ke Depan

:: Budi Harsono: Jangan Hilangkan Jati Diri TNI

:: H. Lily Hambali Hasan: Percepat Izin Investasi

:: Syaukani HR: Daerah Kuat, NKRI Kukuh

:: HM Roem Rowi: Allah Membuat Segalanya Plural

:: Setia Mangunsong: Kunci Sukses Perikanan di Pasar Global

:: Haryono Suyono: Kiat Keberhasilan KB

:: HM Soeharto: Tentang Yayasan yang Didirikannya

:: M Aziz Syamsuddin: Kepuasan Batin Sebagai Anggota Dewan

:: Laurence A Manullang: Seputar Argumentasi BPK VS Pertamina

:: Probosutedjo: Mari Lihat dengan Jernih

:: Laurence Adolf Manullang: Reshuffel Kabinet Perlu

:: Sutiyoso: Bang Yos Menjawab Lugas

:: Syamsul Mu'arif: Langkah Menuju Information Society

:: BRAy Mooryati Soedibyo: Senator Percantik Jakarta

:: Jusuf Kalla: Sekitar 74% Rakyat Ingin Perubahan

:: Azyumardi Azra: Kokohkan Diri Pembaharu Islam

===================================================

 

WAWANCARA SEBELUMNYA:

:: Mar’ie Muhammad: Bangun Aceh dengan Identitasnya

:: Franz Magnis-Suseno: Bicara Pemerintahan Baru 2004

:: Siswono Yudo Husodo: Sejahtera Petani Sejahtera Indonesia

:: Hatta Rajasa: PAN Membangun Rasa Tenteram

:: Syaykh AS Panji Gumilang: Zone of Peace and Democracy

:: AT Mahmud: Ekspresi Anak Tidak Lagi Alami

:: Rokhmin Dahuri: Pembangunan Berbasis Kelautan

:: Wiranto: Rakyat Butuh KTA

:: Yusril Izha Mahendra: Tak Ada Ambisi Jadi Presiden

:: Theo L Sambuaga: Langkah Konkrit Memberantas Korupsi

:: Hidayat Nur Wahid: PKS Solusi Permasalahan Bangsa

:: Slamet Effendy Jusuf: Kemenangan Golkar Kebutuhan Nasional

:: Bachtiar Chamsyah: "Saya Tidak Mengejar Jabatan”

:: M Jusuf Kalla: Kata Kuncinya Agroindustri

:: Abdul Khaliq Ahmad: Islah PKB Setelah Proses Hukum

:: Alinafiah, MBA: Profesionalisme yang Tidak Pernah Marah

:: RO Tambunan: Kembalikan Kedaulatan Kepada Rakyat

:: Soenarno: Ketika Air Menggugat

:: Adang Ruchiatna: Siap, Pikeun Ngawangun Jawa Barat

:: Alwi Shihab: PKB Miliki Otoritas Redam Radikalisme

:: Hatta Rajasa: Kepentingan Bangsa dan Partai

:: Matori Abdul Djalil: Terorisme, Musuh Islam dan Demokrasi

:: Bagir Manan: Dahulukan Perkara Korupsi

:: Ali Sadikin

:: Satrio Billy Joedono: Bunyi Alarm Tiada Henti

:: Butet Kertaradjasa: Berpotensi Mati Muda

:: Aberson Sihaloho: Berharap Musik Jazz di DPD

     

WAWANCARA: Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA (2)

Kokohkan Diri Pembaharu Islam

MTI 13: Ketokohannya sebagai pembaharu Islam Indonesia semakin mantap dan strategis. Dia kini guru besar sekaligus Rektor di almamaternya Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Kemurnian berpikir, sehingga pendapatnya sering menjadi rujukan sekaligus sebagai ‘pemadam kebakaran’ atas berbagai potensi konflik.

 

WAWANCARA: Prof.Dr. Laurence Adolf Manullang (06)

Seputar Argumentasi BPK VS Pertamina

Laurence Manullang, Rektor STIE-IBEK, mengata-kan kebijakan yang salah akan lebih parah dari korupsi, sebab korupsi itu adalah buah dari kebijakan yang salah. Hal itu dikatakannya dalam wawancara dengan TI, seputar Argumentasi BPK VS Pertamina dan reshuffel kabinet (26/10).

 

 

WAWANCARA: Syamsul Mu'arif (3)

Langkah Menuju Information Society

MTI 16: Indonesia sangat tertinggal dalam hal telematika. Padahal sebagaimana dicanangkan ITU dan UNESCO, dunia sedang berlomba menuju terbentuknya information society dan knowledge society tahun 2015. Syamsul Mu’arif pun membangunkan mimpi Indonesia menuju masyarakat informasi itu. Walaupun hal itu disadari sangat berat, tetapi harus dimulai.

 

WAWANCARA: BRAy Mooryati Soedibyo

Senator Percantik Jakarta

E-TI: Ia tak jemu-jemu memajukan jamu di forum nasional dan internasional. Sebagai cucu Sri Susuhunan Pakoe Boewono X Keraton Surakarta kehidupan BRAy Mooryati Soedibyo sangat erat ke segala hal yang berkaitan dengan kecantikan, jamu tradisional dan lingkungan keraton. Pengetahuannya di bidang itu tak diragukan lagi.

 

Wawancara Dr. Laurence Adolf Manullang

Reshuffel Kabinet Perlu

Ketua Umum Himpunan Institut Keuangan, Akuntansi dan Manajemen Dr. Laurence A. Manullang, yang juga Ketua STIE–IBEK Program Pascasarjana dan Strata I yang diminta tanggapannya seputar ekonomi Indonesia yang mengalami kesulitan dan solusi pemerintah dalam pemecahannya mengatakan perlu dilakukan reshuffel kabinet.