| |
C © updated 28022005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
|
|
| |
► e-ti/ms |
|
| |
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Pasca Merger
Bank Century Sehat dan Fokus
Bank Century merupakan hasil merger tiga bank yakni Bank CIC
International, Bank Pikko dan Bank Danpac secara sukarela. Setelah merger,
Bank Century tergolong sebagai bank sehat dan fokus, sesuai kriteria dan
kualifikasi Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Bank Century yang kini
memiliki total aset Rp 8,1 triliun, per Desember 2004 menunjukkan angka
CAR mencapai 15,6 persen, sedangkan non performing loan hanya 2,8 persen,
didukung 65 kantor cabang.
Persetujuan merger ketiga bank itu diperoleh dari Bank Indonesia (BI)
tanggal 6 Desember 2004 dengan surat keputusan Gubernur BI No 6/87/Kep.GBI/2004.
Kemudian, Bank Century resmi beroperasi pada hari Rabu 15 Desember 2005,
setelah keluarnya surat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No
C-30117.HT.01.04 Tahun 2004 tertanggal 14 Desember 2004 mengenai
persetujuan akta perubahan anggaran dasar Bank CIC sebagai bank hasil
merger dengan berubah nama menjadi PT Bank Century Tbk atau Century Bank.
Dengan pengesahan tersebut Bank Danpac dan Bank Pikko bubar demi hukum.
Saham kedua bank tersebut dikeluarkan dari pencatatan di bursa (delisting)
tanggal 14 Desember 2004 dan pencatatan atas saham baru Bank Century
dimulai tanggal 15 Desember 2004 dengan kode saham BCIC.
“Penggabungan ketiga bank sebelumnya sudah disetujui oleh para pemegang
saham masing-masing bank dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)
pada 22 Oktober 2004,” kata Anwary Surjaudaja, Direktur Utama Bank CIC
International sebagai the leading entity yang lalu dipercaya pula sebagai
Direktur Utama Bank Century.
“Merger ini justru inisiatif kita, untuk menunjukkan kepada publik bahwa
kami itu sebagai pionir untuk melaksanakan Arsitektur Perbankan Indonesia
(API),” tambah Sriyono kepada wartawan Tokoh Indonesia.
Karena pemegang saham pengendali ketiga bank adalah sama satu institusi
Chinkara Capital Limited, maka, selain proses penggabungan berlangsung
cepat, penyamaan budaya juga mudah sebab sebelumnya juga sudah dalam satu
budaya perusahaan. Demikian pula dengan penggabungan sumberdaya manusia
dan keuangannya semua tidak ada masalah, termasuk juga perhitungan saham
dari masing-masing eks bank berlangsung mulus.
Sebagai bank hasil merger, Bank Century memiliki 64 kantor cabang dengan
modal dasar Rp 4,2 triliun dan modal disetor Rp 1,758 triliun. Total aset
Rp 8,11 triliun, dana pihak ketiga Rp 6,19 triliun dan rasio kecukupan
modal (CAR) 12,82 persen.
Pemegang saham pengendali adalah Chinkara Capital Limited dengan
kepemilikan sekitar 27,70 persen. Sebanyak 45.26 % saham dimiliki publik.
Disusul Klaas Consultant 11.93 %, Outlook Investment 5.42 %, UOB Kay Hian
Pte Ltd 5.41 % dan CFGL FCC 4.28 %.
Kinerja Bagus
Langkah strategis untuk memenuhi anjuran API berupa penggabungan usaha
tiga bank itu tergolong mulus, sebab dilakukan oleh bank yang pemegang
saham pengendalinya sama yakni yaitu Chinkara Capital Limited.
Penggabungan usaha itu sesungguhnya menunjukkan pula bukti adanya
keinginan kuat dari pemegang saham untuk membangun sebuah bank baru yang
sangat sehat dari sejumlah bank-bank yang sebelumnya belum seratus persen
sehat. Merger menjadi Bank Century kali ini berlangsung secara sukarela,
bukan merupakan paksaan sebagaimana dahulu biasa dilakukan otoritas
moneter.
Setelah merger, Bank Century tergolong sebagai bank sehat dan fokus,
sesuai kriteria dan kualifikasi Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Bank
Century yang kini memiliki total aset Rp 8,1 triliun, per Desember 2004
menunjukkan angka CAR mencapai 15,6 persen, sedangkan non performing loan
hanya 2,8 persen. Jika ketika masih bernama Bank CIC didukung 35 kantor
cabang keuntungan bank di tahun 2003 mencapai Rp 10 miliar, setelah merger
Desember 2004 dengan dukungan 65 kantor cabang keuntungan Bank Century
mencapai Rp 2,8 miliar.
Hamidy, Direktur Operasional CenturyBank menyebutkan proses penggabungan
tiga bank menjadi Bank Century telah mendapatkan sambutan yang baik dari
masyarakat. Bank Century sejauh ini telah menunjukkan perkembangan yang
cukup menggembirakan.
“Proses sinergi ketiga bank sudah mulai menunjukkan tendensi yang positif.
Bahkan, sebagai persiapan dan antisipasi kami juga telah membentuk
beberapa kelompok kerja (pokja) untuk menuntaskan beberapa aspek penting,”
kata Hamidy. Aspek penting yang dimaksud Hamidy misalnya aspek operasional,
teknologi informasi, sumberdaya manusia, kredit, marketing, dan
aspek-aspek penting lainnya yang akan sangat terciptanya proses transisi
yang mulus dan praktis agar tanpa hambatan berarti.
Hamidy mengatakan, Bank Century bertekad akan memberikan pelayanan yang
prima berbasis teknologi. Tujuannya, demi meningkatkan efisiensi sambil
menjaga kualitas dan manajemen risiko, serta untuk memperkuat fungsi
manajemen control dan risiko. Caranya antara lain adalah dengan
memfungsikan peran SKAI ( Satuan Kerja Audi Internal ) dan unit risk
management.
Empat Asas Utama
Sementara Wakil Direktur Utama Bank Century Tbk, Hermanus Hasan Muslim
mengatakan, di tahun pertama kehadirannya Bank Century segera akan
melakukan sejumlah terobosan baru. Seperti meningkatkan transaksi
perdagangan valuta asing, meningkatkan volume transaksi ekspor impor,
meningkatkan fee base income melalui transaksi valuta asing maupun trade
finance, meningkatkan layanan perbankan yang mencakup penambahan jumlah
ATM, pembayaran listrik, telepon dan berbagai bentuk layanan lain.
Bank Century juga akan melayani segmen pasar khusus seperti peserta
program haji dan TKI dalam hal transfer dana maupun transaksi valuta asing.
Produk Century Mas tetap akan diandalkan sebagai tabungan yang sangat
bermanfaat sebab diberikan perlindungan gratis asuransi kecelakaan dengan
nilai perlindungan maksimal lima kali saldo rata-rata atau sampai Rp 5
miliar.
“Manfaat sebesar ini sangat jarang diberikan perusahaan lain. Produk ini
juga menjadi salah satu program andalan kami,” tutur Hermanus Hasan
Muslim. Mantan Direktur Utama Bank Danpac Hermanus Hasan Muslim sudah
mencanangkan empat asas utama dalam pengelolaan Bank Century. Yakni
profesionalisme, kepuasan nasabah, peningkatan kerja sama, dan kinerja
yang berorientasi pasar.
Berdasar keempat asas utama pengelolaan bank itulah, kata Hermanus Bank
Century telah berkomitmen menyelenggarakan bisnis perbankan berdasarkan
good governance dan prinsip kepatuhan kepada peraturan, meningkatkan
kualitas pelayanan, menyempurnakan pengelolaan SDM, serta mengembangkan
produk dan layanan perbankan sesuai kebutuhan nasabah yang berorientasi
pada hasil, nilai, dan manfaat.
Prudent Banking
Direktur Pemasaran Bank Century Sriyono mengatakan, Bank Century setiap
menjalankan bisnis jasa keuangan dan perbankan tak pernah lepas dari
prinsip kehati-hatian, atau prudent banking khususnya ketika memberikan
transaksi yang ada unsur risikonya. Menurut Sriyono, bank beraset di atas
Rp 8 triliun ini selalu menuruti ketentuan yang berlaku tentang prosedur
kredit.
Contohnya saja dengan Mahad Al-Zaytun, sebuah pondok pesantren terbesar di
Indonesia yang merupakan kampus peradaban dunia. Pada saat Al-Zaytun
memerlukan dana sementara jaminan berupa dana cash money berkurang, yang
berarti otomatis ada credit risk-nya, maka Bank Century akan meminta
terlebih dahulu agar ditambahkan aset untuk mem-back up kebutuhan dana
kredit. Sebaliknya, jika misalnya dana bandingannya masih cukup yang di-back
up tadi sementara penggunaannya sudah full, maka Bank Century akan
menambahkan jaminan, misalnya dalam bentuk deposito.
Sesuai prinsip kehati-hatian, Bank Century tidak akan memberikan suatu
fasilitas kredit jika tak di-back up dengan kolateral sebab hal itu akan
menyalahi aturan. Sebaliknya yang terjadi, pihak Al-Zaytun sepenuhnya
telah menyerahkan pengelolaan keuangan kepada Bank Century. Al-Zaytun
tinggal mengeluarkan cek, giro atau perintah transfer untuk biaya sekolah
yang di luar negeri, atau perintah biaya transfer untuk impor besi baja
dan lain-lain.
Tugaskan Finance Control
Khusus untuk Al-Zaytun, Bank Century telah menempatkan seorang finance
control. Tugasnya mengawasi keuangan Al-Zaytun setiap hari, berdasarkan
rekening koran harian atau mingguan yang dikeluarkan Bank Century untuk
dicocokkan dengan setiap giro atau cek yang dikeluarkan Al-Zaytun. Jadi
ada rekonsiliasi piutang. Kendati antara institusi perbankan Bank Century
dan institusi pendidikan Ma’had Al-Zaytun telah lama bekerjasama erat dan
saling percaya, sesuai prinsip kehati-hatian tadi, kedua institusi tak
pernah lepas dari kontrol masing-masing pihak.
Hubungan kerjasama Bank Century dengan Al-Zaytun sudah cukup lama.
Diibaratkan oleh Sriyono, Direktur Pemasaran Bank Century Tbk, kalau
ibarat orang hubungan seseorang itu sudah tahu lebih dalam.
Hubungan antara Bank Century dengan Syaykh Al-Mahad sudah sampai sedekat
itu. Artinya, karena dukungan kerjasama, ditambah porsi Al-Zaytun yang
cukup besar, sampai-sampai melahirkan istilah baru sebelum di-balance
setiap produk-produk perbankan dari Bank Century ditawarkan dulu ke Mahad
Al-Zaytun.
Misalnya, bisa saja Bank Century berkata kepada Syaykh, kami ini baru saja
mengeluarkan produk baru yang menurut kami cukup menarik untuk diambil
oleh santri-santri yang ada. Menarik karena produk ini cukup murah,
tabungan saldo minimalnya misalnya hanya Rp. 250.000 tetapi sudah bisa
mendapatkan hadiah langsung, hadiah undian, asuransi gratis, dan
lain-lain.
Hal-hal seperti itu akan bisa dengan mudah dikonsultasikan Bank Century
lebih dahulu kepada Syaykh Al-Mahad Abdussalam Panji Gumilang, untuk
memperoleh kemungkinan respon dari para calon nasabah seperti
santri-santri Al-Zaytun. Syaykh pun akan dengan mudah bisa menjawab, oh,
bagus itu, saya dukung itu, mungkin saya akan sponsori sampai sekian orang.
Dukungan dari Syaykh semacam itu biasanya akan segera muncul. ►ht-ms
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|