|
Agustin Teras Narang
MTI-36-06- Wawancara:
Teras Narang melepas posisi strategisnya selaku Ketua Komisi III DPR-RI
untuk mengabdi di kampung halaman. Kader terbaik PDI Perjuangan inipun
akhirnya memenangkan kursi Gubernur Kalimantan Tengah, dan dipercaya
memimpin langsung pelaksanaan pembangunan di daerah asalnya itu. Ia
memiliki pandangan yang luas sebagai negarawan.
Ir. H. Achmad Diran
MTI-36-07: Wakil
Gubernur Ir. H. Achmad Diran merupakan pasangan serasi Gubernur Agustin
Teras Narang. Semenjak masih dalam pencalonan pun, duet keduanya sudah
menunjukkan kesatupaduan dalam berbagai hal. Kini ia bertugas menyatukan
visi seluruh aparat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah supaya
sama-sama membuka keterisolasian, memberikan kesejahteraan kepada warga,
serta memulihkan martabat mereka.
Agustin Teras Narang
MTI-36-08- PERSPEKTIF: Provinsi Kalimantan Tengah pada tanggal
23 Mei 2007 ini genap berusia 50 tahun. Didirikan sejak 23 Mei 1957,
memasuki “Tahun Emas”pemilik julukan “Bumi Tambun Bungai” atau “Daerah
Sejuta Sungai” ini semakin mantap menatap kesejahteraan di masa depan.
Kalteng saat ini aktif bergerak mengejar ketertinggalannya, sekaligus
menggali potensi sumberdaya alam untuk memulihkan martabat Kalteng.
Agustin Teras Narang
MTI-36-09- PERSPEKTIF:
Visi dan Misi yang ditawarkan setiap pemimpin sangat diperlukan untuk
menentukan kemana haluan hendak diarahkan. Teras Narang dan Achmad Diran
mewarnai lima tahun masa kepemimpinannya 2005-2010 dengan visi: Membuka
Isolasi Menuju Kalimantan Tengah yang Sejahtera dan Bermartabat. Serta
misi dengan 12 bidang program kerja secara efektif, efisien dan
aplikatif.
Agustin Teras Narang
MTI-36-25- DEPTHNEWS:
Presiden Republik Indonesia Bung Karno pernah mewacanakan agar Ibukota
Negara Kesatuan Republik Indonesia pindah ke Palangkaraya, sebuah kota
terbesar di Kalimantan Tengah. Alasannya sederhana, letak Palangkaraya
sangat strategis persis di tengah-tengah Indonesia antara Sabang sampai
Merauke.
KAPUR SIRIH
MTI-36-26- KAPUR SIRIH:
Bangsa ini sangat membutuhkan tampilnya banyak pemimpin yang efektif,
efisien, dan produktif dalam memimpin demi menyelesaikan berbagai
persoalan bangsa yang menggunung. Jalur untuk itu sesungguhnya sudah
tersedia, yakni lewat pemilihan kepala daerah yang berlangsung secara
terbuka dan langsung oleh rakyat pemilih.
Agustin Teras Narang
MTI-36-10-
DEPTHNEWS: Negara besar melahirkan pemimpin yang matang dan teruji
biasanya yang bersumber dari bawah. Dengan tujuan membangun Indonesia
dari Kalimantan Tengah, Teras Narang berkesempatan mengukirkan masa
kepemimpinannya tahun 2005-2010. Selama itu ia menyebut diri hanya akan
bekerja, bekerja, dan bekerja.
MTI-36-11- DEPTHNEWS: Kabupaten Barito Timur memiliki luas wilayah
3.834 km2 atau 2,5 persen dari luas Provinsi Kalimantan Tengah.
MTI-36-12-
DEPTHNEWS: Kabupaten Barito Selatan kini makin strategis setelah
dibukanya jalan darat yang menghubungkan Buntok, ibukota kabupaten
dengan Palangkaraya ibukota provinsi.
MTI-36-13- DEPTHNEWS: Komoditas utama pertanian dari Kabupaten
Barito Utara adalah karet. Bahkan enam kecamatan di kabupaten ini
didominasi oleh produksi karet yang dipasarkan di dalam negeri.
MTI-36-14- DEPTHNEWS: Kabupaten Kotawaringin Barat secara resmi sejak tanggal 3
Oktober 1959 sudah terbentuk secara resmi, dengan ibukota Pangkalan Bun.
Kabupaten seluas 10.759 km2 ini terdiri dari enam wilayah kecamatan,
berpenduduk 189.407 jiwa (2003). Pertumbuhan penduduknya rata-rata
mencapai 3,92 persen per tahun.
MTI-36-15- DEPTHNEWS: Kabupaten Kotawaringin Timur dengan ibukotanya Sampit
kini berpenduduk 305.067 dengan kepadatan 18 jiwa/km.
Provinsi Kalteng
MTI-36-16- DEPTHNEWS: Kabupaten Kapuas dengan ibukota Kuala Kapuas
terdiri dari 12 kecamatan dan berpenduduk 340.236 jiwa.
MTI-36-17- DEPTHNEWS:
Kabupaten ini hanya seluas 641. 400 ha dan terdiri dari tiga wilayah
kecamatan, meliputi Kecamatan Bulik, Kecamatan Lamandau dan Kecamatan
Delang.
MTI-36-18- DEPTHNEWS: Kabupaten Sukamara termasuk yang paling
sedikit jumlah penduduknya di Provinsi Kalimanten Tengah.
|
|
|
|
MTI-36-19- DEPTHNEWS: Luas wilayah Kabupaten Seruyan mencapai
1.640.400 ha. Komoditi unggulan daerah ini didominasi oleh kelapa sawit,
karet, kopi, karet, lada dan udang.
MTI-36-20- DEPTHNEWS: Kabupaten Katingan yang luas wilayahnya 17.500 km2 kini
berpenduduk 130.157 jiwa atau 7 jiwa/km.
MTI-36-21- DEPTHNEWS: Produk unggulan Kabupaten Palang Pisau antara
lain anyaman rotan, tepung gaplek, kerajinan sabut kelapa, rotan, karet,
plywood, dan dowel/molding.
MTI-36-22- DEPTHNEWS: Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran
Kabupaten Kapuas. Luas wilayahnya sekitar 10.804 km2, berpenduduk 81.933
jiwa atau dengan kepadatan 8 jiwa/km2.
MTI-36-23- DEPTHNEWS: Kabupaten ini terdiri dari lima kecamatan dan
berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Timur.
MTI-36-24- DEPTHNEWS: Kota Palangkaraya adalah pusat pemerintahan
Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan luas wilayah 2.678,5 km2, kota ini
dihuni oleh 183.251 jiwa atau 76 jiwa/km
BIOGRAFI: Agustin Teras Narang (01)
Pada diri Agustin Teras Narang, pria kelahiran Banjarmasin 12 Oktober
1955, mengalir ‘darah’ politisi sebagai warisan dari ayahnya, Waldenar
August Narang. Sang Ayah yang berdarah asli suku Dayak Ngaju, berasal
dari Mandomai sebuah desa kecil di pinggiran daerah aliran sungai
Kapuas, Kalimantan Tengah pernah menjabat sebagai anggota DPRD
Kalimantan Selatan. Agustin Teras Narang (02)
Agustin Teras Narang oleh partainya,
PDI Perjuangan sudah diplot menjadi kandidat Gubernur Kalimantan Tengah
periode 2005-2010. Ia adalah seorang aktivis, manajer dan organisatoris
yang baik. Ia aktif di organisasi profesi hukum, organisasi massa
seperti Pemuda Panca Marga (PPM), termasuk sebagai Ketua Forum
Komunikasi Warga Kalimantan Tengah (sejak 1992) di DKI Jakarta.
Agustin Teras Narang (03)
Sesuai keinginan semula dari Sang Ayah, agar Teras Narang kelak menjadi
politisi negarawan, setelah terpilih menjadi anggota pengurus DPD PDI
Perjuangan Kalimantan Tengah (1991), pada Pemilu 1999 Teras Narang
berhasil terpilih menjadi anggota DPR/MPR RI. Jauh hari sebelumnya, di
tahun 1988 Agustin Teras Narang sudah mulai bergabung dengan PDI
Perjuangan. Agustin Teras Narang (04)
Bermodalkan semangat yang selalu
dipompakan Sang Ayah sejak menduduki bangku SMA, sejak 1973 Agustin
Teras Narang memantapkan hati memasuki bangku kuliah Fakultas Hukum
Universitas Kristen Indonesia (FH-UKI), Jakarta. Ia, sebelumnya telah
menyelesaikan pendidikan dasar di SD Kristen Banjarmasin (1967), SMP
Bruder Banjarmasin (1970), dan menamatkan pendidikan SLTA di SMAN 1
Banjarmasin (1970-1973).
Agustin Teras Narang (05)
Ketua
Komisi III DPR RI Periode 2004-2009 dari PDI-P ini ditetapkan partainya
menjadi kandidat calon Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005-2010,
berpasangan dengan Ir. H. Ahmad Diran, sehari-hari Pejabat Bupati
Kotawaringin Barat sebagai calon Wakil Gubernur.
Agustin Teras Narang (06)
Adalah jamak, apabila seorang politisi
berkiprah awalnya dari pembuat keputusan berubah menjadi pelaksana
keputusan itu sendiri. Artinya, ‘Sang Politisi’ menempuh peta perjalanan
karir dari anggota parlemen di lembaga legislatif, menjadi pemegang
kekuasaan di lembaga eksekutif.
BERITA Agustin Teras Narang
Palangkaraya, Kompas 2 Juli 2005:
Provinsi Kalimantan Tengah memastikan akan memiliki gubernur baru. Hal
ini diketahui setelah dipastikan perolehan suara pasangan calon gubernur
Agustin Teras Narang-Wakil Gubernur Achmad Diran memperoleh suara
terbanyak dalam pemilihan kepala daerah Provinsi Kalteng. Pasangan calon
gubernur dan wagub yang diusulkan PDI Perjuangan ini jauh mengungguli
pesaing kuatnya, pasangan dari Partai Golkar, Asmawi Agani-Kahayani
Andelen. Agustin Teras Narang
Provinsi Kalimantan Tengah merupakan salah satu provinsi yang paling
berpotensi di Indonesia. Selain memiliki wilayah daratan yang luas,
Kalimantan Tengah juga memiliki wilayah lautan yang luas dengan garis
pantai sebesar 750 km. Provinsi Kalimantan Tengah merupakan provinsi
terluas ketiga di Indonesia setelah Provinsi Kalimantan Timur dan
Provinsi Papua.
Agustin Teras Narang
Provinsi Kalimantan Tengah akan genap berusia 50 tahun pada Agustus tahun
ini. Pada usia setengah abadnya, kondisi perekonomian provinsi terluas
ketiga ini, masih jauh dari menggembirakan. Ironisnya, daerah yang
begitu kaya dengan sumber daya alam, ternyata belum memberi manfaat
ekonomi yang setara kepada masyarakatnya. |
|