| |
C © updated
24062003 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/kps |
|
| |
Nama:
Dr. Boediono
Lahir:
Blitar, Jawa Timur, 25 Februari 1943
Agama:
Islam
Pendidikan:
- S1: Bachelor of Economics (Hons.), University of Western Australia
(1967)
- S2: Master of Economics, Monash University, Melbourne, Australia (1972)
- S3: Doktor Ekonomi Bisnis Wharton School University of Pennsylvania, AS
1979
Pekerjaan:
Menteri Keuangan Kabinet Gotong Royong (2001-2004)
Dosen Fakultas Ekonomi UGM
Alamat:
Jalan Mampang Prapatan XX No.26, Jakarta Selatan
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Prof Dr Boediono
Bangsa Indonesia telah memilih jalur demokrasi untuk
membangun negara ini. Pilihan itu adalah benar. Selanjutnya, dengan
menarik pelajaran dari pengalaman sendiri dan pengalaman negara-negara
lain yang mengikuti jalur ini, bangsa Indonesia memperoleh gambaran
mengenai jalan yang kemungkinan akan dilalui ke depan.
Presiden SBY
Medan, 2/12/2005: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku telah
meminta Boediono, mantan Menteri Keuangan Kabinet Gotong Royong
(Presiden Megawati) untuk masuk memperkuat tim ekonomi Kabinet Indonesia
Bersatu. Presiden menilainya mampu mengelola makro-ekonomi yang kini
belum didukung pemulihan sektor riil dan moneter.
Dr. Boediono
Doktor
Ekonomi Bisnis lulusan Wharton School University of Pennsylvania, AS
1979, ini seorang ekonom bertangan dingin. Tangan dinginnya terlihat
saat menjabat Menteri Keuangan dalam tim ekonomi Kabinet Gotong-Royong
yang disebut publik kala itu sebagai The Dream Team.
Dr. Boediono
Indonesia terancam menghadapi krisi lagi dalam memasuki tahun 2004.
Hal ini mungkin terjadi jika Negara Kesatuan Republik Indonesia secara
bersama-sama gagal mengatasi tiga program yakni berakhirnya program Dana
Moneter Internasional Desember 2003, Pemilihan Umum 2004, dan soal
integritas wilayah. Masa transisi pascaprogram IMF sangat rawan, bukan
hanya menyangkut masalah dana, tetapi juga menyangkut rasa percaya
(confidence) pasar.
Dr. Boediono
Jakarta, Kompas - Siapa pun yang terpilih pada pemerintahan yang akan
datang, sebaiknya mendapatkan tongkat estafet perekonomian yang baik yang
on going (berjalan), bukan ekonomi yang bobrok. Apa opsi yang dipilih
pemerintah saat ini untuk mengakhiri program Dana Moneter Internasional
akan turut menentukan perekonomian seperti apa yang akan diwariskan
pemerintahan saat ini kepada pemerintahan yang akan datang.
|
|