|
|
ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA |
|
| Search |
|
|||||||||||||||
|
|
|
|||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||
| :: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka :: | ||||||||||||||||
|
|
C © updated 070203 | ||||||||||||||||||||||||||||
|
|
![]() Nama: Prof. Dr.Bungaran Saragih Lahir: Pematang Siantar, Sumatera Utara, 17 April 1945 Pendidikan: - S1: Fakultas Pertanian IPB bidang Sosial Ekonomi 1971 - S2: North Carolina State University, AS 1977 - S3: Doktor bidang Ekonomi North Carolina State University, AS 1980 Pekerjaan: Menteri Pertanian Kabinet Gotong Royong (2001-2004) Menteri Pertanian Kabinet Persatuan (26 Agustus 2000-23 Juli 2001) Alamat Kantor: Jalan Harsono RM No.3 Gedung A Lt.II Kamar 219 Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan Telp. (021) 7804086 -7804056 Fax. (021) 7804237 Alamat Rumah: Komplek Perumahan Pejabat Jalan Widya Chandra No.28, Jakarta Selatan |
Prof. Dr.Bungaran SaragihMendorong Pertanian Jadi Lokomotif KesejahteraanAnak Siantar, guru besar IPB lulusan doktor bidang ekonomi dari North Carolina State University, AS (1980), ini terkenal dengan berbagai tulisan dan pandangannya tentang masalah pertanian. Maka ketika ia diangkat menjadi Menteri Pertanian (Kabinet Persatuan dan Kabinet Gotong-Royong) disambut banyak pihak sebagai pilihan yang tepat. Diharapkan ia bisa mendorong sektor pertanian menjadi lokomotif kesejahteraan rakyat, khususnya petani.
Pertama-tama yang ia lakukan setelah menjabat Menteri Pertanian adalah merumuskan visi dan misi serta program dan kebijakan. Setelah itu masuk pada tahap implementasi. Dalam hal ini, ia melakukan tiga hal: Pertama "memadamkan kebakaran" yaitu persoalan yang mendesak kalau tidak akan berdampak jelek; Kedua meletakkan fondasi untuk bisa melakukan pekerjaan yang lain, Ketiga adalah belajar terus dan berbuat lebih baik.
Yang dimaksud dengan memadamkan kebakaran itu melakukan tindakan mengamankan distribusi dan penyediaan pangan. "Kita berusaha supaya harga tidak bergejolak. Kita melakukan itu dengan memanfaatkan mekanisme pasar dan mengatur supaya produksi, distribusi, dan konsumsi berjalan satu sama lain sehingga tidak ada gejolak harga yang mencemaskan," kata alumni S1 IPB (1977) ini.
Saat terjadi pergantian Presiden dari Gus Dur ke Megawati Sukarnoputri, ia tetap dipertahankan pada jabatan memimpin Departemen Pertanian. Sehingga pantas ia bersyukur, karena ada kontinuitas dan konsistensi apa yang yang sudah ia pikirkan hingga sampai 2004.
*** Ensiklopedi Tokoh Indonesia, dari berbagai sumber
|
||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
| Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero |