| |
C © updated 02022006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/dispenau |
|
| |
Nama:
Marsekal TNI AU Djoko Suyanto, S.IP
Lahir:
Madiun, Jawa Timur, 2 Desember 1950
Jabatan:
Panglima TNI (Dilantik 13/2/2006)
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Dilantik Jadi Panglima TNI
Jakarta 13/02/06: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik Marsekal TNI
Djoko Suyanto menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Endriartono
Sutarto di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/2/2006). Selain itu,
Presiden juga melantik Marsdya TNI Herman Prayitno menjadi Kepala Staf
TNI AU (Kasau) menggantikan Djoko Suyanto.
Upacara pelantikan itu dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, para
menteri, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, dan Ketua DPR Agung Laksono, serta
sejumlah pejabat lainnya. Mantan Kepala Staf TNI AD (Kasad), Jenderal
TNI Ryamizard Ryacudu, tidak hadir dalam acara pelantikan ini.
Pelantikan Panglima TNI ini dilaksanakan setelah Rapat Paripurna DPR,
yang dipimpin Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno, Selasa (7/2/06),
menyetujui secara aklamasi Marsekal TNI Djoko Suyanto menjadi Panglima
TNI menggantikan Jenderal TNI AD Endriartono Sutarto. Dengan persetujuan
DPR ini, Presiden akan mengeluarkan Keppres pengangkatan dan kemudian
melantiknya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya mengingatkan agar
TNI tidak terseret kembali ke wilayah politik. Reformasi di TNI adalah
tidak terlibatnya lagi dalam wilayah politik. Apalagi sekarang masih ada
jenderal, marsekal, dan laksamana yang tergoda untuk berpolitik.
Presiden berharap roh
reformasi, yang menuntut TNI netral dan terbebas dari politik praktis,
dilaksanakan. Presiden tidak ingin TNI bermain api dalam kegiatan
politik.
Presiden menyadari dalam masa transisi ini masih ada jenderal,
marsekal atau laksamana yang tergoda untuk masuk ke wilayah politik.
"Mari kita ukir sejarah, jangan sampai itu terjadi dan terulang kembali.
Ada masa-masa yang memerlukan ketegaran dan netralitas segenap pimpinan
TNI untuk tidak terseret kembali atau main-main api dalam kegiatan
politik. Tetaplah netral. Selamatkan prajurit dan satuan TNI yang kita
cintai," kata Presiden
Selain itu Presiden meminta pimpinan TNI untuk memperhatikan
kesejahteraan prajurit yang menjadi prioritas agar kesejahteraan mereka
layak sesuai kemampuan negara. Presiden meminta dilakukan pembinaan
prajurit TNI dan dimodernisasi peralatan persenjataan (alutsista).
Dalam pengadaan peralatan dan modernisasi persenjataan, Presiden meminta
dilakukan sesuai dengan kemampuan negara dan kebutuhan. Dalam hal
pengadaannya sudah ada mekanisme dan prosedur sesuai aturan yang
semuanya melalui Departemen Pertahanan. Karena itu Presiden meminta
semuanya dilakukan secara transparan dan mengutamakan produksi dalam
negeri. ►ti/tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|