A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Badan-Lembaga
 ► Mabes TNI
 ► Mabes Polri
 ► Pemda
 ► BUMN
 ► Purnabakti
 ► Asosiasi
  B E R A N D A
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 28032006  
   
  ► e-ti/wes  
  Nama:
Ir. Humuntar Lumban Gaol
Lahir:
Tapanuli, 08 Januari 1938
Agama:
Kristen Protestan
Ayah:
Lodewik Lumban Gaol
Istri:
Mari Siregar (Lahir 9 Mei 1943)
Anak:
(1) Eva Natalie Lumban Gaol, DBA (lahir 19 Desember 1967
(2) Febrian Lumban Gaol, SE. (lahir 24 Pebruari 1969)
(3) Daniel Lumban Gaol, SE (lahir 11 Pebruari 1970)
(4) Henry Lumba Gaol SE (lahir 26 mei 1971)
(5) Ir Roberto Lumban Gaol SE (lahir 24 November 1974)
(6) Ir Rosari Magdalena Lumban Gaol, S.H (lahir 13 Maret 1979)

Pendidikan:
- Tahun 1951 Tamat SD
- Tahun 1954 Tamat SMP
- Tahun 1957 Tamat SMA
- Tahun 1964 Tamat Sarjana Pertanian, dari UGM

Pendidikan Lainnya
- Seminar on Agricultural Policy di USA selama 2 bulan mendapat Sertifikat Tahun 1971
- Study of the English Languenge di Georgetown, University USA, 12 s/d 30 Juli 1971
- Konferensi Pangan Dunia (World Food Conference) di Roma, Tahun 1973
- Regional Seminar for Asia Agricultural Credit for Small Farmers di Bangkok, Tanggal 7 Oktober 1974 s/d 17 Oktober 1974
- Konferensi Pangan Dunia di Roma, Tahun 1975
- Menghadiri Undangan dari Cotton Council Internasional dalam rangka Fact Fiding di USA, tanggal 31 Agustus 1976
- Studi Pengembangan Holtikultura dan Pemasarannya di Thailand, Hongkong dan Sinapura, Tahun 1986
- Seminar on Dairying a Tool for Rural Development oleh FAO di Denmark, tanggal 21 September s/d Oktober 1986
- Konferensi Nasional dan Internasional yang Diselenggarakan Dalam Negeri

Karir Dunia Usaha:
1. Direktur Utama PT Gerbang Wida Nusantara
2. Presiden Komisaris PT Saferto Adhimanta
3. Komisaris PT Foresta Taranstek

Karir Pemerintahan:
4. Staff Produksi BPU, Perusahan Perkebunan Dwikora, Sumatera Barat. April 1965-Juni 1966
5. Pemimpin Proyek Pemasaran BPU Perusahaan Perkebunan Dwikora Sumatera Barat. Juli 1966- Mei 1968
6. Kepala Sub. Bagian Penelitian dan Analisa Perkembangan dan Penggunaan Produksi Nasional dan diperbantukan SPRI Menteri Keuangan, Departemen Keuangan Juni 1970
7. Sebagai Officials Masalah-Masalah BIMAS, Pengadaan Beras, Tim PL- 480 oleh Menteri Keuangan 27 Pebruari 1970
8. Kepala Bagian Penelitian dan Counterpant pada Biro Perencanaan, Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan Juli 1972
9. Kepala bagian Penelitian dan Konterpan pada Biro Perencanaan dan Penelitian , Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan Oktober 1974
10. Kepala Bagian Evaluasi Teknis Ekonomis Sekretaris Direktorat Jenderal Moniter, Departemen Keuangan Oktober 1974
11. Direktur Urusan Pangan dan Penerimaan Bukan Pajak, Direktorat Jenderal Monitor Dalam Negeri, Departemen Keuangan 29 Agustus 1978
12. Asisten III Menko Ekuin dan Pengawasan Pengawasan Bidang Produksi, Distribusi dan Kependudukkan Maret 1984
13. Diperbantukan Sebagai Staff Ahli Kepada Sekretaris Pengendalian Operasi Pembangunan Februari 1989
14. Inpektur Jenderal Pembangunan Bidang Pembanguan Desa Tahun 1994-1998
15. Pesiun Tanggal 8 Januari 1998 (Pensiunan Pegawai Negeri, NIP. 060031410, Pangkat: Pembina Utama Muda/IV E)

Organisasi PNS:
- Anggota Koppri

Organisasi Kemahasiswaan:
- Sebagai Anggota GMKI
- Sebagai Anggota GMNI

Organisasi Dunia Usaha:
1. Ketua Konpartemen Pertanian KADIN Indonesia
2. Wakil Ketua Umum (Gabungan Asosiasi Perusahaan Pegerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA)
3. Ketua Presidium Masyarakat Mekanisasi dan Agroindutri (MMAI)
4. Deputy Chairman Japan Industri Committee
5. Dewan Penasehat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI)
6. Dewan Penasehat Assosiasi Perusahaan alat dan Mesin Pertaniaan Indonesia (ALSINTANI)
7. Dewan Penasehat Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI)
8. Ketua Assosiasi Industri Rekondisi Mesin dan Peralatan Pertanian Indonesia (AIRMEPI)

Organisasi Profesi:
1. Bendahara Umum Perhimpunan Ahli Tehnik Indonesia (PATI)
10. Anggota Center for Technology and Industri Develoment CTID
2. Ketua Bidang Pertaniaan di PPI (Persatuan Insyiniur Indonesia)
3. Bendahara Umum di PERHEPI (Perhimpunan Ekonomi Pertanian)

Kegiatan Akademisi:
1. Puket III Fakultas Tehnologi Pertanian Indonesia

Kegiatan Olahraga:
1. Anggota Glof Rawamangun
2. Indonesia--Japan, Golf Frensdship Member Card (IGFA)

Kegiatan Sosial Kemasyarakatan
1. Ketua HKTI (Himpuanan Kerukunan Tani Indonesia)
2. Ketua Komisi Keuangan dan Usaha di UKI (Yayasan UKI)
3. Ketua YPTI (Yayasan Pengembangan Tehnologi Indonesia)

Jabatan Lainnya:
1.Ketua Badan Pengawas Badan Pembangunan Gedung Bulog
2. Ketua Badan Pengawas Proyek Pembangunan Proyek Pergudangan di Sunter
3. Ketua Pengawas Pembangunan dan Pengelolahan Proyek Pergudangan Pemerintah di Cakung
4. Sekretaris Proyek Pergudangan Bulog
5. Ketua Pengawas Pergudangan di Medan
6. Ketua dan Pengawas Sekretaris Proyek Pembangunan Pergudangan Garam Stock Nasioanal
7. Ketua Direksi Pelaksanaan Proyek Pembangunan Perkantoran (Rental Office pada Proyek Pergudangan Pemerintah Cakung tahap II
8. Ketua Direksi Proyek Pergudangan Lantai Jemur dan KIOS (GLK-KUD)
9. Ketua Direksi Budi Daya Ikan dan Udang
10. Ketua Direksi Proyek Pengembangan Koperasi di Bidang Pool Bis Perusahaan pengangkutan Jakarta.
11. Ketua Direksi Pelaksanaan Proyek Pengembangan Koperasi Peternakan
12. Ketua Pelaksana Proyek Bis Kota
13. Ketua Tim Pembina dan Pengembangan KUD Karet
14. Ketua Penelitian Subsidi Administrasi dan Investasi Unit Desa Bank Rakyat Indonesia untuk Program BIMAS
15. Anggota Komisi Pengendalian dan Pengawasan Sarana Lepas Panen Bagi PUSKUD/KUD
16.Anggota Panitia Pengarahan untuk Pengkajian Masalah Pelaksanaan Pembangunan di Indonesia
17. Anggota Tim Peneliti Harga Pokok dan Harga Penyerahan Benih yang Berasal dari Penangkalan Perum Sang Hyang Seri dan PT Tani
18. Ketua Penelitian dan Tim Harga Penyerahan Pestisida yang Berskala dari produksi formusasi dari dalam negeri maupun Imfor
19. Ketua Penelitian penyelesaian Tunggakan Kredit BIMAS Risk Sharing dan Puso
20. Ketua Penelitian Harga Bahan Pokok Eks Produksi PN Garam dan Eks Produksi Garam Rakyat
21. Ketua Tim Negoisasi untuk Penilaian Harga Penggilingan pada dalam rangka mengambil alih perusahaan pada pabrik pengilingan padi kasus kredit macet
22. Ketua Merangkap anggota Tim Penelitian Stock Biji Gandum dan Tepung Terigu dalam Proses pada Pabrik Pengilingan Biji Jangung Dalam Negeri
23. Ketua Merangkap Anggota Tim Penelitian Harga Pokok Benang Tenun Eks Produksi Patal-Patal Dalam negeri
24. Sekretaris Merangkap Anggota Tim Penelitian Pengunaan Anggaran Kredit Bulog
25. Anggota Tim Penasehat dan Penyelesain Utang PT Mantrust dan Anak Perusahannya
26. Anggota Tim Teknis Subsidi Pemerintah
27. Anggota Tim Penilai Pengunaan Bantuan PL 480 dari Amerika Serikat
28 Anggata Tim Penilai Pengunaan Bantuan Luar Negeri Bersubsidi
29. Anggota Tim Negoisasi Pengelolahan Penawaran Pembangunan Proyek Gedung Kantor BULOG
30. Ketua Merangkap Anggota Tim Penunjukan dan Badan Pengawasan Pembangunan Proyek Pembangunan Kantor BULOG
31.Ketua Peneliti Pembangunan Gudang Beras BULOG
32. Anggota Tim Rekonsiliasi antara Pihak Pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat dalam Hubungan Gudang Beras BULOG
33. Anggota Forum Pangan
34. Wakil Ketua Komputerisasi Keuangan BULOG
35. Ketua Merangkap Anggota Tim Penelitian Harga Pokok dan Harga Pupuk Urea Eks Produksi PT Pusri PT Pupuk Kujang dan Pupuk TSP EKS Produksi PT Petro Kimia Gersik
36.Ketua Group Kerja Tim Koordinator Peningkatan Pengembalian Kredit Program Massal (Inpres Nomor 10 tahun 1981)
37. Anggota Tim Pengendalian Usaha Perikanan KUD di Departemen Perdanganggan dan Koperasi
38. Ketua Tim Stock Nasional Garam
39. Ketua Tim Stock Nasional Cenggkeh
40. Anggota Dewan Komisaris Perum Pengembangan Keuangan Koperasi (Perum PKK)
41. Anggota Komisaris PT (Persero) Inshutani-II
42. Ketua Kelompok Kerja Tenaga Kerja
43. Ketua Tim Teknis Pembinaan dan Pengembangan Usaha KUD
44. Ketua Tim Koordinator Penyelidikan Kredit Koperasi KUD
45. Pengarahan pada Proyek Koordinator Perumusan dan Pelaksanaan Pembangunan di Bidang Pertanian
46. Anggota Forum Koordinasi BIMAS
47. Anggota Pengendalian Operasi Khusus Terpadu Maduma
48. Anggota Forum Koordinator Peralatan Pertanian Pra dan Paska Panen

Organisasi Politik:
1. Anggota Golkar dan Korpri Unit Sektretariat Negara
2. Juru Kampaye Golkar, Pada pemilu tahun 1987

Hobi:
1. Catur
2. Golf
3. Membaca. Buku-buku tentang Ilmiah Ekonomi, Pertanian dan Politik dll.

Penghargaan:
1. Bintang Jasa Utama
2. Satylancana Karya Satya XX Tahun
3. Piagam Penghargaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia

Alamat:
Jalan Taman Duta II UF 23, Pondok Indah Jakarta Selatan
 
 
     
 
HUMUNTAR HOME

 

Humuntar Lumban Gaol

Penggagas Dewan Beras

 

Dia tak pernah pensiun memikirkan nasib petani. Di masa pensiun sebagai pejabat pemerintah, ia malah makin giat memimpin usaha dalam bidang pertanian. Dalam kondisi ketahanan pangan yang sedang goyah akhir-akhir ini, Humuntar bersama dengan para pensiunan yang lain, menggagas pendirian Dewan Beras.

 

Humuntar demikian dekat dengan petani. Karena selama 35 tahun bekerja sebagai PNS, dia aktif dalam upaya meningkatkan produksi beras dan pendapatan petani. Materi, tak lagi terlalu dikejarnya.

 

Ia sudah pensiun dari Pegawai Negeri Golongan Pembina Madya/IV E. Keenam anaknya pun sudah ‘mentas’ dan semuanya telah menyandang gelar sarjana. Tapi, Ir. Humuntar Lumban Gaol, bukan tipe orang yang cepat puas dengan kesuksesan, jika hanya untuk kepentingan dirinya sendiri.

Berbincang-bincang dengan pria kelahiran Tapanuli, 8 Januari 1938 ini demikian terasa hangat. Bukan saja karena sosoknya yang suka bercanda, tapi juga keterbukaan dan gaya bicaranya yang blak-blakan sehingga siapa saja akan lebih mudah berkomunikasi. Pengalaman panjangnya sebagai mantan pegawai pemerintah yang tahu betul bagaimana mengatasi masa-masa krisis pangan di negara ini selalu dibawanya.

Humuntar mengawali kariernya sebagai Staf Produksi BPU, Perusahaan Perkebunan Dwikora, Sumatra Barat pada tahun 1965, setahun setelah ia lulus dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sesuai dengan ilmunya di bidang pertanian, karier yang dirintisnya dari bawah tak jauh dari disiplin ilmu yang ditekuninya.

Ia pernah duduk sebagai Official masalah-masalah BIMAS, pengadaan beras, Tim PL-480 oleh Mneteri Keuangan. Kemudian pernah juga menjadi Direktur Urusan Pangan dan Penerimaan Bukan Pajak, Direktorat Jenderal Monitor Dalam Negeri, Departemen Keuangan. Kemudian setelah diperbantukan sebagai Staff Ahli Kepala Sekretariat Pengendalian Operasi Pembangunan, ia diangkat sebagai Inspektur Jendral Pembangunan Bidang Pembangunan Desa Tahun 1994. Masa tugasnya berakhir pada tanggal 8 Januari 1998, ketika usianya menginjak 60 tahun.

Pengalaman panjang itulah yang kini dijadikannya sebagai pijakan untuk menyumbangkan saran dan masukan kepada pemerintah dalam upaya penegakkan pangan nasional. Mengingat kesuksesan masa lalu, pria enam anak ini yakin upayanya bakal membuahkan hasil. Saat ia menjabat sebagai Asisten III Menko Ekuin dan Pengawasan Bidang Produksi, Distribusi dan Kependudukan, tahun 1984 saat itu pula negara ini berhasil membuat swasembada pangan. “Kita bisa surplus beras pada saat itu. Sehingga Pak Harto (presiden Soeharto-red) kala itu mendapat penghargaan dari FAO,” ujarnya mengenang. Surplus beras itu terjadi menurut Humuntar, karena pada waktu itu konsentrasi pemerintah fokus pada kemajuan produksi masyarakat tani.

Namun kini, ia melihat pemerintah mulai bergeser fokusnya tidak lagi pada bidang pertanian. Sekarang ini mulai masuk industri manufacture, sehingga seolah-olah petani mulai dilupakan.

Rintis Dewan Beras

Sebagai orang yang sudah ‘tidak menjabat’ lagi, Humuntar praktis sebagai penonton. Namun, karena bertahun-tahun ‘permainannya’ di bidang beras dan petani sebagai mitra kerjanya, maka ia sebagai penonton yang kritis. Ketika ketahanan pangan negara ini sedang dalam masa krisis, pemerintah melalui tangan Bulog tetap memilih untuk impor beras dari luar negeri.

Humuntar menyaksikan pergunjingan terhadap kebijakan impor beras tersebut ada yang pro dan ada yang kontra. Ia juga melihat adanya ‘kecurigaan’ di sana-sini, sampai-sampai ada team dari DPR yang menginteli proses impor ini hingga Vietnam. Para politisi mulai gonjang-ganjing soal beras.

Melihat ini semua, ia mengaku prihatin. Apalagi ketika semua orang berbicara masalah beras, petani malah dilupakan. Pupuk langka sehingga harganya kian tak terjangkau. Belum lagi banyak petani gagal panen karena bencana banjir dan longsor. Akibatnya, harga beras naik tak terbendung. Bukan saja petani yang terpukul, masyarakat pun semakin terpuruk. Hingga di negeri gemah ripah loh jinawi ini, muncul kelaparan dan gizi buruk. Yang tidak bisa lagi mengkonsumsi beras, kini makan nasi aking bahkan tiwul dari singkong.

Sebagai orang yang merasa pernah merintis, menyusun konsep dan strategi, membangun sarana dan pra sarana untuk penegakkan ketahan pangan negara, hati Humuntar kembali ‘tersentuh’ untuk segera turut berbuat. “Saya lalu mengajak teman-teman untuk membuat suatu lembaga dewan pangan,” katanya.

Tak tanggung-tanggung. Semua elemen dirangkulnya. Ada dari kalangan politisi, pemerintah, pakar-pakar dari berbagai disiplin ilmu, kemudian juga merangkul dari kalangan petani. Padahal di antara mereka pro dan kontra itu datang. “Memang saya mengumpulkan orang-orang yang sedang berselisih itu. Biarlah kita berantem dalam satu forum. Kita boleh saling maki-makian, tapi saya berharap setelah keluar nanti akan keluar satu pendapat,” lanjutnya.

Dengan cara itu, Humuntar setidaknya berharap agar mereka tidak perlu terlalu banyak bicara, tapi berbuat. Lebih jauh lagi, suami Mari Siregar ini berfikir, 60 hingga 65% rakyat, kehidupannya tergantung dari beras. Produksi beras, ini kaitan antara petani, pengusaha pupuk, pengusaha bibit, transportasi, pergudangan, lalu pedagang. Banyak elemen yang terlibat dalam komoditi beras. Jika elemen komoditi ini terganggu kehidupannya, maka ekonomi akan terganggu bahkan bisa hancur. Namun sebaliknya, jika elemen masyarakat ini semakin membaik, masyarakat akan tenang, sehingga daya beli meningkat.

Dewan beras itu kini sedang dirintisnya, bersama dengan Siswono Yudhohusodo, Didik Rachbini (ekonom dan anggota DPR), Beni Pasaribu, dan lain-lain. Kemudian nanti akan dibuat lagi Dewan Beras di tingkat Propinsi dan kabupaten-kabupaten. Kendati program-programnya belum dirumuskan secara detail, pria yang hobi membaca ini mengaku optimis, upayanya akan membuahkan hasil, apalagi didukung sistem otonomi daerah.

Obsesinya

Humuntar memang tak pernah mau diam. Ia sadar, sebagai seorang pensiunan ia tak bisa menyalurkan pikiran-pikirannya. Namun, ia pun tak mau bernostalgia dengan kejayaan masa lalu. “Saya selalu melihat ke depan. Namun, pengalaman masa lalu sebagai referensi untuk maju di masa depan.”

Pria yang sudah berjiwa entrepreneur sejak kuliah ini mengakui, masih banyak orang pintar yang berpengalaman, yang kini sudah pensiun. Tapi, pengalaman dan pengetahuan mereka setelah tidak menjabat apa-apa, tidak ada yang mendengar dan memanfaatkan lagi. Sehingga ia merasa perlu memberi ‘wadah’ untuk mereka bisa berkiprah lagi membangun bangsa ini.

Berjuta-juta mimpi dan cita-cita yang digantungkannya setinggi langit, akan berupaya untuk diwujudkannya. Namun, sebagai seorang Kristen Protestan yang taat, Humuntar percaya hanya Tuhan yang bisa menentukan. “Jadi, saya tidak akan merasa kecewa atau kesal jika saya sudah berupaya tapi tak jua saya dapatkan. Yang sudah saya dapatkan itu saya anggap sebagai hasil dari kemampuan yang saya miliki.” ujarnya lirih. (Berita Indonesia No.10) ►e-ti/ad


*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)