| |
C © updated 25022005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/sh |
|
| |
Nama:
Kodradi
Lahir,
Boyolali, 18 Juli 1944
Jabatan:
Direktur Utama Bank Tabungan Negara
Pendidikan:
= Sarjana Ekonomi dari Universitas Diponegoro tahun 1969
Pendidikan Luar Negeri:
= Seminar Human Resource Management in Asia (Euro Asia Centre
INSEAD, Singapore 1984)
= Seminar Fourth Retail Banking & Electronic Financial Service (The
Financial Times Conference Organization, London 1985)
= Seminar Revolution in The Foreign Exchange Dealing Markets (Euromoney,
London 1985)
= Training in Methodology Overview and Banking System (Arthur Andersen,
Singapore 1988)
= Senior Management Briefing on Information Technology in Banking (Arthur
Andersen, Singapore 1988)
= QCC Manager-Facilitator-Leader- Train The Trainer in Orientation Talk-
Workshop (OUB Kimited, Singapora 1992)
= Senior Management Briefing on Information Technology in Banking (Arthur
Andersen & Co. S.C, Singapore 1993)
= Asian International Executive Programs (Auro Asia Centre INSEAD,
Singapore 1994
Karir:
= Direktur Bank Ekspor Impor Indonesia
= Direktur Utama Bank Ekspor Impor Indonesia
= Direktur Utama Bank Bumi Daya
= Executive Vice President Bank Mandiri
= Komisaris Utama PT. Puri Adhimelati
= Komisaris Utama PT. Caraka Mulia
= Komisaris Utama PT. Gedung Bank Exim
= Direktur Utama Bank Tabungan Negara
Kegiatan lain:
= Pendiri dan Badan Pengurus Yayasan Kado Anak Muslim (YAKAMUS).
Alamat Kantor:
Gedung Menara BTN, Jl. Gajah Mada No.1, Jakarta 10130
|
|
| |
|
|
|
|
| BIOGRAFI |
|
|
 |
Kodradi
Sedikit Bicara Banyak Bekerja
Dia seorang bankir yang telah merengkuh banyak pengalaman. Sebelum menjabat
Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Kodradi, kelahiran Boyolali, 18 Juli 1944,
ini sudah teruji di Bank Mandiri,
Bank Bumi Daya dan Bank Ekspor Impor. Dia menganut AFTA (Action First
Talk After) dalam bekerja.
Mantan Direktur Utama Bank Bumi Daya ini memang seorang pekerja keras. Baginya banyak bekerja lebih
penting ketimbang banyak bicara. Apalagi dalam mengemban amanah sebagai
Diryt BTN, dia bertekad melakukannya dengan sebaik-baiknya, jujur dan
tulus serta nothing to loose.
Menurutnya, memimpin sebuah perusahaan tak cukup hanya mengandalkan kepintaran.
Ada modal lain yang justru paling penting yakni kejujuran, keikhlasan,
keseriusan dan komitmen. Dia mengungkapkan hasil sebuah survei tentang kepemimpinan (leadership),
bahwa pintar atau kecerdasan itu berada
di urutan ketiga. Urutan satu adalah kejujuran dan keikhlasan.
Urutan kedua, keseriusan dan komitmen.
Untuk meningkatkan kinerja BTN, dia juga sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya.
Sehingga karyawan BTN dalam kepemimpiannya
menikmati peningkatan kesejahteraan.
Sarjana Ekonomi dari
Universitas Diponegoro tahun 1969, ini menjabat Direktur Utama Bank Tabungan Negara sejak 16 Mei 2000 melalui surat Keputusan
Menteri Keuangan No. 145/KMK.01/2000.
Dia juga turut membidani lahirnya
Bank Mandiri, yang merupakan merger dari beberapa bank BUMN di antaranya
Bank Bumi Daya dan Bank Exim, yang kini menjadi bank terbesar di Indonesia.
Dia sempat menjabat Executive Vice President Bank Mandiri.
Sebelumnya, dia sudah menjabat sebagai Direktur Bank Ekspor
Impor Indonesia, Direktur Utama Bank Ekspor Impor Indonesia dan Direktur
Utama Bank Bumi Daya.
Selain itu, dia juga pernah menjabat Komisaris Utama PT. Puri Adhimelati, Komisaris Utama PT.
Caraka Mulia, dan Komisaris Utama PT. Gedung Bank Exim.
Kegiatan lain di bidang social antara lain sebagai Pendiri dan Badan
Pengurus Yayasan Kado Anak Muslim (YAKAMUS).
Pendidikan luar negeri yang
pernah diikuti antara lain Seminar Human Resource Management in Asia (Euro
Asia Centre INSEAD, Singapore 1984), Seminar Fourth Retail Banking &
Electronic Financial Service (The Financial Times Conference Organization,
London 1985).
Juga seminar Revolution in The Foreign Exchange Dealing Markets (Euromoney,
London 1985), Training in Methodology Overview and Banking System (Arthur
Andersen, Singapore 1988), Senior Management Briefing on Information
Technology in Banking (Arthur Andersen, Singapore 1988), QCC
Manager-Facilitator-Leader- Train The Trainer in Orientation Talk-
Workshop (OUB Kimited, Singapora 1992), Senior Management Briefing on
Information Technology in Banking (Arthur Andersen & Co. S.C, Singapore
1993), Asian International Executive Programs (Auro Asia Centre INSEAD,
Singapore 1994
National Housing Bank
Kodradi punya obsesi menjadikan BTN
sebagai National Housing Bank, seperti halnya di Thailand. Dia bertekad menjadikan BTN sebagai bank keluarga berbasis
rumah yang sehat dan solid. Segala keperluan keluarga mulai dari
perumahan, tabungan keluarga, tabungan pendidikan dan yang lain, bisa dilayani
secara profesional oleh BTN.
Dia sadar untuk tujuan itu memang diperlukan infrastruktur yang kuat seperti pendanaan jangka
panjang.
Dalam kaitan ini pula,
Kodradi menegaskan bahwa bank yang dipimpinnya tidak akan dimerger dengan
bank mana pun, setidaknya untuk tahun 2005. Itu sesuai Rencana Kerja dan
Anggaran Perusahaan BTN yang diputuskan rapat umum pemegang saham pada 14
Februari 2005.
Sesuai dengan Arsitektur Perbankan Indonesia (API) yang dikeluarkan Bank
Indonesia (BI), Bank Tabungan Negara (BTN) diharapkan tetap menjadi bank
yang fokus pada pemberian kredit perumahan.
Penegasan tersebut diungkapkan Kodradi menjawab pers seusai bertemu Wakil
Presiden (Wapres) Muhammad Jusuf Kalla, Kamis (23/2/2005) di Istana Wapres,
Jakarta.
Sebelumnya dikabarkan, pemerintah yang menguasai seluruh saham BTN
berencana memerger BTN dengan Bank BNI atau Bank BRI.
►tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|