| |
C © updated 20102004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Muhammad Maftuh Basyuni, SH
Lahir:
Rembang, 4 November 1939
Jabatan:
Menteri Agama RI
Agama:
Islam
Pendidikan:
S-1, Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, 1968
Pondok Pesantren Modern Gontor, Jawa Timur
Jumlah anak:
Empat (4) orang
Pengalaman Kerja:
Dua Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi dan Kesultanan Oman,
2002-sekarang
Ketua Delegasi RI pada Pertemuan Tingkat Menteri Organisasi Konferensi
Islam (OKI) 2004
Sekretaris Negara pada Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid
Kepala Rumah Tangga Kepresidenan saat Presiden Soeharto
Sekretaris Pribadi Dubes Ri di Jeddah, 1976-1979
Alamat Kantor:
Departemen Agama RI
Jalan Lapangan Banteng Barat No. 3-4
Jakarta Pusat
Telp. (021) 381.1436
|
|
| |
|
|
|
|
Muhammad Maftuh Basyuni
Depag Harus Jadi Contoh
Duta Besar RI untuk Arab Saudi, ini mengatakan,
Departemen Agama (Depag) harus menjadi contoh bagi departemen lainnya. Hal
itu dikemukakan setelah menjalani uji kelayakan sebagai calon menteri di
kediaman presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas,
Bogor, Senin sore 18 Oktober 2004.
Menurutnya, Depag sangat lekat dengan kata agama yang berarti mengajak
orang untuk berbuat kebaikan. Karena itu, Depag harus jadi contoh bagi
departemen lainnya.
Sebab, ia mendengar dari pemberitaan media massa, banyak terjadi korupsi
di departemen tersebut. Basyuni yang bermukim di Riyadh, mengaku ditelepon
anggota tim sukses SBY, Sudi Silalahi, Minggu (17/10) untuk hadir di Puri
Cikeas.
Basyuni yang pernah menjabat sekretaris negara saat Presiden Abdurrahman
Wahid itu mengaku siap ditempatkan di mana pun termasuk sebagai menteri
agama.
Ia mengatakan, dalam pertemuan dengan SBY itu, banyak dibicarakan mengenai
perbaikan dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Alumni Pondok Pesantren Gontor yang meniti karir di Deplu itu, mengaku
sebagai orang yang ditempatkan di Arab Saudi, sedikit banyak mengetahui
urusan penyelenggaraan haji.
Namun, ketika ditanya program untuk perbaikan haji itu, Basyuni yang juga
pernah menjadi kepala Rumah Tangga Kepresidenan saat Presiden Soeharto
dengan diplomatis mengatakan belum tahu, karena dia juga belum tahu akan
ditempatkan di posisi mana. ►tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|