| |
C © updated 22062007-25042005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ |
|
| |
Nama:
Dr. Pdt.Markus Daniel Wakkary
Lahir:
Bogor, 22 Juni 1943
Agama:
Kristen
Jabatan:
- Ketua Majelis Pusat GPdI (Gereja Pentakosta di Indonesia)
- Gembala Sidang GPdI Maranatha, Medan
Isteri:
- Ny MD Wakkary (Menikah 1985)
Anak:
- Claudia Debora
- Kezia Tabitha
- Ken H Lois
Pendidikan:
Doktor Theologia
Karir Wartawan:
- Wartawan Skh Sinar Harapan Edisi Sumut, 1965
- Wartawan Skm KAPI, Medan, 1967
- Staf Ahli Skh Sinar Harapan Edisi Sumut, 1967-1970
- Redaktur/Wakil Pemred/Wakil Penanggung Jawab Skh Sinar Indonesia Baru,
Medan, 1970-1985
- Penasihat (Wartawan Sinior) Skh Sinar Indonesia Baru, Medan,
1985-sekarang
Karir Pendeta:
- Gembala Sidang GPdI Maranatha, Medan, 1981-sekarang
- Ketua Majelis Pusat GPdI (Gereja Pentakosta di Indonesia),
1985-sekarang
- Ketua Majelis Daerah GPdI (Gereja Pentakosta di Indonesia) Se Sumut
dan NAD
- Penasihat di berbagai organisasi Kristen
Karir Politik:
- Aktivis KAPPI, 1965-1966
- Wakil Ketua GAMKI Sumut, 1965-1967
- Ketua GAMKI Sumut, 1967
- Aktivis Parkindo Sumut, 1967
- Anggota MPR-RI (1999-2004)
Alamat:
Jl. Mayjen S Parman No. 63 Medan
Telp. 061- 4155811
|
|
| |
|
|
|
|
| MD WAKKARY HOME |
|
|
 |
Markus Daniel Wakkary
Pendeta yang Jurnalis
Ketua Majelis Pusat GPdI (Gereja Pentakosta di Indonesia) dan Gembala Sidang
GPdI Maranatha, Medan, ini seorang wartawan senior. Pria kelahiran Bogor, 22 Juni 1943,
ini seorang jurnalis yang pendeta dan pendeta yang jurnalis.
Mantan Ketua GAMKI Sumut ini pernah menjadi Anggota MPR (1999-2004).
Sebagai wartawan, dia seorang generalis yang amat menggemari bidang
politik.
Pendeta Dr Markus Daniel Wakkary ikut mendirikan Koran Sinar
Indonesia Baru (1970), yang hingga saat ini dia aktif sebagai penasihat
(wartawan senior). Sebelumnya, dia aktif sebagai wartawan Koran Sinar
Harapan Edisi Sumut dan Koran Mingguan KAPPI.
Selama aktif sebagai jurnalis, dia banyak keliling Indonesia dan
mencanegara. Beberapa kali ikut rombongan Presiden Soeharto dalam
kunjungan kenegaraan dan mengikuti KTT. Dia banyak menulis masalah
politik dan masalah luar negeri. Namun bukan berarti dia tidak pernah
menulis masalah atau bidang lain, seperti olahraga, budaya, ekonomi.
Baginya seorang wartawan adalah seorang generalis yang harus belajar
terus-menerus.
Profesionalisme wartawan harus ditunjukkan dari kualitas penulisan.
Menurutnya, jurnalistik itu bukan ilmu eksakta, tetapi berkembang terus.
Sebelum menjadi wartawan Skh Sinar Harapan Edisi Sumut, 1965,
Wakkary sebenarnya sudah menjadi pendeta. Dia sudah sekolah Alkitab
tahun 1960. Apalagi, ayah dan ibunya adalah pendeta yang merintis dan
mendirikan GPdi Maranatha, Medan. Namun kala itu, Wakkary muda lebih
tertarik menjadi jurnalis. Walaupun saat itu, dia aktif juga di gereja,
tetap membantu pelayanan ayah dan ibunya.
Kemudian beberapa saat setelah ayahnya meninggal dunia, kesehatan
ibunya terganggu sehingga tidak bisa lagi melayani. Dalam kondisi itu,
ibunya mempercayakan pelayanan sebagai gembala sidang GPdI Maranatha,
Medan kepadanya. Kala itu dia sedikit ragu apakah jemaat bisa
menerimanya. Ternyata jemaat menyambutnya dengan amat antusias menjadi
gembala sidang. Walaupun saat itu masih aktif dalam tugas-tugas
jurnalistik.
Kemudian, setelah tahun 1981, Wakkary memutuskan fokus pada
pelayanan walaupun dia tetap dalam posisi penasihat (wartawan senior) di
Skh Sinar Indonesia Baru, Medan hingga saat ini. Setelah dia memilih
lebih fokus pada pelayanan sebagai pendeta, dia pun terpilih menjadi
Pimpinan Majelis Pusat GPdI dan Ketua Majelis Daerah Sumut dan Aceh. Dia
juga terpilih menjadi pengurus PGPI di pusat dan daerah.
Setelah menjadi gembala sidang, Wakkary pun menikah tahun 1985 dalam
usia 42 tahun denga seorang gadis berdarah Manado, seorang pramugari
Garuda. isterinya pun beralih profesi menjadi pelayan di gereja. Mereka
dikaruniai anak tiga orang: Anak pertama Claudia Debora, kuliah di
Seatle, Amerika Serikat; Anak kedua Kezia Tabitha, kuliah di perth,
Australia; dan anak ketiga Ken H Lois, SMA. Ketiga orang anaknya juga
terlibat dalam pelayanan di tempat masing-masing. ► e-ti/crs
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
===============
TUHAN BANGKIT, YESUS HIDUP, KRISTUS MENANG
Pdt. Markus Daniel Wakkary
GPdI Maranatha, Medan
20 April,2003
Lukas 24 : 1-6
Pada hari pertama minggu itu, kira-kira pukul 4 pagi beberapa perempuan
murid Yesus pergi ke kubur untuk membalsemi (merempahi) mayat Yesus.
Karena pada zaman dulu merupakan penghormatan kepada yang meninggal jika
mayatnya dibalsemi. Tetapi kubur sudah kosong dan para perempuan sedih.
Tiba-tiba muncul dua orang dengan pakaian yang berkilau-kilauan berdiri
dekat kubur Yesus dan berkata "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup
diantara orang mati? Ia tidak ada disini, Ia telah bangkit......". Kedua
orang ini adalah saksi dari kebangkitan Yesus. Dan kemungkinan besar
kedua orang ini adalah Musa dan Elia. Sebab saat Yesus dipermuliakan di
atas gunung, Musa dan Elia kelihatan bersama-sama dengan Yesus. (Matius
17:1-3). Kenapa kedua orang ini yang menjadi saksi kebangkitan Yesus?
Dalam Wahyu 11 dijelaskan bahwa kedua saksi ini akan turun ke bumi
sebelum Yesus datang kedua kalinya.
Ada tradisi dikalangan sebagian orang-orang Kristen, menjelang perayaan
hari kebangkitan mereka pergi ke kuburan dan bergadang sampai pagi.
Tidak apa-apa, karena Alkitab tidak melarang dan tidak menyuruh. Tetapi
perhatikan, jangan sempat iblis menipu kita, yaitu dengan melakukan
tradisi ini membuat kita lupa bahkan terhalang untuk merayakan
kebangkitanNya pada hari Minggu dengan ibadah bersama di kebaktian
Minggu.
Hal yang sangat perlu kita ketahui adalah bahwa :
1. Tuhan bangkit
Kedua saksi itu memberitahukan bahwa Ia tidak ada di kubur lagi
melainkan telah bangkit. Dalam bahasa Inggris disebut dengan
resurrection yang artinya bangkit dari status sebelumnya mungkin tidur,
pingsan atau mati. Kebangkitan Yesus sangat penting bagi orang percaya,
karena tanpa kebangkitan seluruh persembahan, ibadah dan
kegiatan-kegiatan rohani kita adalah sia-sia (I Korintus 15:17). Inti
kekristenan kita adalah Yesus mati dan Yesus telah bangki (I Korintus
15:3). Dan setiap kali kita melakukan perjamuan kudus, kita telah
memperingati kematian Yesus dan setiap kali kita beribadah pada hari
Minggu maka kita sedang merayakan kebangkitan Yesus. Orang percaya dalam
Kristus akan mati tetapi akan bangkit juga (I Korintus 15:6).
2. Yesus hidup
Keberadaan Yesus adalah hidup. Lukas 24:5,23. Yesus bukan saja bangkit
tetapi juga hidup. Yohanes 11:25. Yohanes 14:6, Wahyu 1:17-18, Yesus
menegaskan bahwa Ia hidup untuk selama-lamanya. Oleh sebab itu gereja
Tuhan juga harus menjadi gereja yang hidup. Contoh gereja yang mati
yaitu jemaat di Sardis. (Wahyu 3:1). Ibadah kita harus hidup, pelayanan
gerejawi harus hidup.
3. Kristus menang
Dalam I Korintus 15:55-57 ditegaskan bahwa gereja dapat menang karena
Yesus telah menang. Kenapa Ia menang? Maut, yang merupakan musuh
terakhir manusia telah Yesus binasakan. I Korintus 15:26. Kristus selalu
membawa semua umatNya kepada jalan kemenangan Kristus. II Korintus 2:14.
Gereja Tuhan sangat dituntut untuk meneladani Kristus. Tuhan bangkit,
gereja juga harus bangkit. Kristus hidup, gereja juga harus hidup dan
Kristus menang maka gereja juga harus menjadi pemenang. Roma 1:16-17.
Hidup orang percaya adalah dari iman kepada iman, dari kemuliaan kepada
kemuliaan dan dari kemenangan kepada kemenangan. Puji Tuhan!.(Harta
Rohani dalam Bejana Tanah,GPdIWORLD 2003).
=============================
Rancangan Allah di Tahun 2003
Pdt. Markus Daniel Wakkary
GPdI Maranatha, Medan
01 Januari,2003
Yesaya 14 : 24, 27
Untuk tahun 2003 ini, banyak orang telah merancang sesuatu dan rancangan
itu dapat terlaksana. Misalnya, Pemerintah telah merencanakan harga BBM
naik, tarif telepon naik, tarif listrik naik. Parpol, perusahaan,
organisasi punya rancangan juga untuk tahun ini. Program atau
rancangan-rancangan itu, ada yang menyenangkan tetapi ada juga yang
tidak menyenangkan bagi masyarakat. Pada umumnya rancangan manusia
berbentuk konsep yang indah, tetapi dalam pelaksanaannya ada yang tidak
terjadi atau mungkin hanya 30%, 50% atau sebagian dari yang direncanakan
dapat terlaksana. Manusia dapat memprotes atau menggagalkan suatu
program, tetapi rancangan Allah kepada setiap orang percaya tidak dapat
dibatalkan oleh siapapun. Allah mempunyai rancangan bagi setiap orang
yang percaya kepadaNya. Ada tiga bagian besar rancangan Allah bagi
umatNya.
Mengaruniakan damai sejahtera kepada anak-anakNya.
Memberikan keselamatan dan hidup kekal kepada sebanyak mungkin orang.
Menghukum apabila umatNya tidak taat dan murtad.
Khusus untuk tahun ini Allah mempunyai rancangan untuk setiap pribadi
dan keluarga bahkan untuk seluruh jemaat Tuhan. Bagaimana kita dapat
mengetahui rancangan Allah untuk kita masing-masing? Rancangan Allah
bagi semua orang percaya disampaikan Tuhan melalui para hamba-hambaNya,
khususnya hamba Tuhan yang mempunyai karunia kenabian. Amos 3:7. Melalui
pelayanan profetik, hamba-hamba Tuhan dapat mengetahui rancangan /
konsep Tuhan bagi kita dan menginformasikan kepada kita. Karena itu kita
harus serius menyimak setiap firman Tuhan yang kita dengar. Mazmur
119:105 menjelaskan bahwa Firman Allah sebagai pelita bagi kita untuk
menunjukkan jalan di tengah kegelapan atau ketidaktahuan. Mungkin
khotbah seorang pendeta dapat membuat kita senang, tapi adakah sesuatu
pesan dari Tuhan yang khusus bagi pribadi atau keluarga kita untuk kita
lakukan dalam berita Firman yang kita dengar.
Setiap firman Allah yang disampaikan oleh para hamba-hambaNya, pasti dan
pasti akan terjadi sebab Tuhan sendiri yang menguatkan perkataan
hamba-hambaNya. Yesaya 46:10, Yesaya 42:9, Yesaya 44:26. Firman Allah
tidak pernah kembali dengan sia-sia, cepat atau lambat pasti akan
terjadi. Yesaya 55:11.
Ada tiga tragedi rancangan Allah yang strategis harus terjadi secara
global.
1. Pekabaran Injil menjangkau semua umat manusia.
2. Akan terjadi kegerakan besar (revival). Suatu lawatan akan kasih dan
kuasa Allah kepada gereja.
3. Akan terjadi perobahan (tranformasi) dalam masyarakat oleh gerakan
doa yang dahsyat.
Jadi, tahun ini kita menyimak dengan lebih serius setiap Firman Allah
yang disampaikan pada kita, karena tahun ini akan menjadi tahun
tantangan yang berat namun sekaligus tahun aliran damai sejahtera yang
bergelombang tidak henti. (Yesaya 48:17-19).(Harta Rohani dalam Bejana
Tanah,GPdIWORLD 2003).
=======================
Dunia Ingin Mendengar Dan Melihat Dari Kita
Pdt. Markus Daniel Wakkary
GPdI Maranatha, Medan
Medan 13 Juli 2003
I RAJA-RAJA 10:1-9
Biasanya manusia ingin untuk mendengar dan melihat hal-hal yang istimewa
dari sesamanya. Dewasa ini, dunia juga ingin mendengar dan melihat apa
sih keistimewaan dari orang-orang percaya, dari gereja, dari anak-anak
Tuhan.
Perikop di atas mengisahkan tentang kunjungan ratu Syeba kepada raja
Salomo yang terkenal dengan hikmatnya. Menurut Alkitab, Salomo adalah
raja yang terpintar di seluruh dunia dan kepandaiannya yang luar biasa
itu dimintanya dari Tuhan. Tuhan mengabulkan dengan mengaruniakan hikmat
dan pengertian istimewa. I Raja 3:3-9. Umumnya manusia memperoleh
pengetahuan dari belajar dan berusaha keras. Berbagai usaha dilakukan
supaya manusia memperoleh pengetahuan. Tetapi hikmat Salomo diperoleh
atas pemberian Tuhan.
Akibatnya Salomo dikenal sebagai raja yang luar biasa, sangat pandai,
dan hikmatnya dikagumi oleh semua raja-raja di bumi. I Raja 4:29-34.
Pengetahuan yang bersumber dari dunia tidak sama dengan hikmat yang dari
Tuhan. Allah yang menciptakan manusia, maka Dia mampu memberikan IQ yang
tinggi kepada orang yang meminta padaNya. Ratu Syeba adalah seorang ratu
yang kaya dan juga pintar. Banyak penafsir Alkitab yang berpendapat
bahwa ratu Syeba berasal dari suatu negara di Afrika (Etiopia) atau dari
Arab (Yaman), tetapi Alkitab menyatakan bahwa ratu Syeba mengagumi
hikmat Salomo.
Kenapa ratu Syeba datang mengunjungi raja Salomo?
Dalam ayat 1 "....berhubung dengan nama Tuhan...". Ratu Syeba ingin
melihat secara langsung bagaimana gerangan hikmat raja Salomo yang
sangat terkenal pada zaman itu. Dan ratu Syeba mendengar bahwa yang
memberikan hikmat Salomo adalah Tuhan dan ia ingin mengetahui akan
Tuhannya Salomo. Jadi Syeba datang sehubungan dengan nama Tuhan.
Sekarang banyak kegiatan-kegiatan rohani orang-orang Kristen. Itu baik.
Tetapi apakah ada yang istimewa dari kita yang menarik orang dunia untuk
mengetahui tentang Yesus Kristus.
Ratu Syeba juga datang dengan pertanyaan-pertanyaan yang sulit (to prove
him with hard questions-ayat 1). Tetapi pada ayat 3 dijelaskan bahwa
Salomo dapat menjawab seluruh pertanyaan ratu Syeba. Luar biasa! Orang
Kristen harus dapat memberikan jawaban-jawaban tentang kekristenan kita.
Mungkin bertanya tentang keselamatan dalam iman kepada Kristus, tentang
kepenuhan Roh Kudus dan kuasaNya, baptisan-kenapa harus selam, Perjamuan
Kudus-kenapa harus sering diadakan, kenapa ada yang menyembah Tuhan
dengan menangis dan kenapa ada yang menyembah dengan tertawa, dll,
dllsb.
I Petrus 3:15. "...siap sedialah pada segala waktu untuk memberikan
pertanggungan jawab (to give an answer) kepada tiap-tiap orang yang
meminta pertanggungan jawab tentang pengharapan yang ada padamu..."
Orang Kristen mampu memberikan jawaban kepada orang lain yang bertanya
kepada kita tentang pengharapan orang Kristen. Di dunia sekarang, banyak
orang yang putus asa, lemah pengharapannya, karena keadaan dunia pada
saat ini tidak menentu. Dan dunia ingin mengetahui jawaban kita tentang
PENGHARAPAN itu. Orang Kristen tidak boleh bodoh. Efesus 5:15-17. Dunia
ingin mengetahui apa pengharapan kita, apakah ada masa depan untuk
generasi ini. Kita harus dapat menjawab pasti bahwa pengharapan kita
bukan politik, bukan ekonomi, bukan manusia atau sistem, melainkan Yesus
Kristus.
Dunia bukan saja ingin mendengar omongan kita tetapi juga ingin melihat
dan menyaksikan hidup kita sehari-hari. Perhatikan kehidupan raja
Salomo. Ratu Syeba terkagum-kagum setelah melihat rumahnya, cara
pegawai-pegawainya berpakaian dan cara makanannya diatur, dll. I
Raja-raja 10:4-5. Ingat, orang luar memperhatikan cara kita berpakaian,
kebersihan rumah kita, cara kita menyapa / menegor orang lain, dll. II
Korintus 3:2. Tetapi banyak orang yang berasumsi bahwa yang penting
hati. Manusia tidak dapat melihat hati, hanya Tuhan yang mampu melihat
hati. Orang luar ingin melihat! Mereka mau menyaksikan fakta.
Setelah mendengar dan melihat, ratu Syeba akhirnya memuliakan Tuhan,
memuji Tuhan. Biarlah melalui usaha, bisnis, pekerjaan, studi dan
kehidupan keluarga dari orang Kristen, nama Tuhan dipuji dan dimuliakan.
Mintalah hikmat dari Tuhan, bila Saudara merasa kekurangan hikmat.
Yokabus 1:5. Puji Tuhan.(Harta Rohani dalam Bejana Tanah,GPdIWORLD
2003).
==========================
Perkataan Yang Membangun
Pdt. Markus Daniel Wakkary
GPdI Maranatha Medan
Medan 03 Agustus 2003
AYUB 4:1-4
Elifas adalah salah seorang dari empat sahabat Ayub. Pasal 4 dari kitab
Ayub adalah mengutarakan percakapan Elifas dengan Ayub. Dalam keadaan
Ayub yang merana, menderita borok-borok serta duduk di atas abu, Elifas
bersikeras untuk memberikan nasehat kepada Ayub, sebab sebelum
sahabatnya Ayub mendapatkan percobaan tersebut, dia sering mendengar dan
melihat Ayub adalah seorang yang suka membangunkan yang jatuh dengan
kata-kata, mengokohkan yang lemah dengan kata-kata (ayat 4).
Setiap perkataan kita, baik perkataan jahat maupun perkataan baik
semuanya mempunyai kuasa / efek.
Dalam I Samuel 17:32-33, Daud yang masih muda mampu menguatkan raja Saul
yang sedang dalam ketakutan, karena ada raksasa Filistin mengancam
barisan Israel. Daud berkata: "Janganlah seorang menjadi tawar hati
karena dia, hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu." Tetapi
Saul menjawab dengan berkata : "Tidak mungkin....".
Dari kisah ini kita dapat melihat dua macam orang Kristen :
1. Kristen Daud
Daud, percaya kepada Tuhan. Walaupun masih muda dan belum berpengalaman
tetapi kata-katanya punya iman, kata-katanya memberikan optimisme.
2. Kristen Saul
Orang Kristen yang sudah berpengalaman tetapi waktu melihat suasana
sulit timbul perkataan susah, tidak mungkin. Kata-katanya tidak ada
iman, seolah-olah tidak mempunyai Tuhan.
Untuk meyakinkan Saul, Daud bersaksi kepada Saul tentang pengalamannya.
I Samuel 17:34-37. Orang Kristen perlu mempunyai kata-kata kesaksian
dari pengalaman-pengalaman pribadi. Banyak orang Kristen tidak mempunyai
gairah dan kesungguhan dalam beribadah karena tidak mempunyai pengalaman
pribadi tentang kuasa Tuhan.
Kenapa Daud yang masih remaja dapat mengalahkan singa ataupun beruang?
Jawabnya: karena Roh Tuhan berkuasa atas Daud. (I Samuel 16:13). Kalau
kuasa Tuhan menyertai kita, ada banyak kesaksian dari pertolongan Tuhan.
Sekarang ada kebiasan-kebiasan buruk di tengah-tengah gereja yaitu
saling menjelekkan, saling menyalahkan, mencari-cari kelemahan orang
lain, dlsb. Perhatikan! Roh Kudus adalah membangun. I Korintus 14:2-4.
Orang yang berkata-kata dengan bahasa roh adalah membangun / menguatkan
diri sendiri, tetapi orang yang bernubuat adalah berkata-kata dan
membangun orang lain.
Hal-hal yang harus dihindari supaya kata-kata kita dapat menguatkan.
Efesus 4:25,29; Efesus 5:4 adalah :
- buanglah dusta / bohong dan berkata benar
- jangan ada perkataan kotor tetapi pakailah perkataan yang baik
- jangan ada perkataan kosong / sembrono / sia-sia, tetapi kata-kata
ucapan syukur.
Anak-anak Tuhan harus penuh dengan Roh dan berkata-kata seorang kepada
yang lain dalam mazmur, pujian, nyanyian rohani dan ucapkanlah syukur
senantiasa (Efesus 5:18-20). Rahasia kesuksesan orang tua dalam mendidik
anak apabila mulut itu pertama-tama mengucap syukur kepada Tuhan, memuji
menyembah Tuhan dan menghindari perkataan-perkataan yang tidak berkenan
kepada Tuhan.
Mari kita latih diri kita supaya kata-kata yang keluar dari mulut kita
adalah membangunkan dan menguatkan orang lain (Ibrani 10:25,24). Tuhan
memberkati.(Harta Rohani dalam Bejana Tanah,GPdIWORLD 2003).
==========================
Mata Yang Tertuju Pada Kristus
Pdt. Markus Daniel Wakkary
Gembala GPdI Maranatha, Medan
Medan 02 Nopember 2003
BILANGAN 21:4-9
Dalam perjalanan bangsa Israel menuju tanah Kanaan, banyak sifat dan
tindakan bangsa Israel yang menyakiti hati Allah. Sehingga Tuhan membuat
perjalanan bangsa itu berputar-putar. Dalam perikop di atas kita membaca
bahwa dekat tanah Edom bangsa itu bersungut-sungut melawan Allah dan
Musa hamba-Nya. Hati-hati jangan suka mengata-ngatai hamba Tuhan.
Perhatikan, Tuhan memunculkan ular-ular tedung (berbisa) untuk memagut
orang Israel. Ribuan orang meninggal hanya karena dosa sungut-sungut. I
Korintus 10:9-10. Akhirnya bangsa itu memohon kepada Musa untuk
mensyafati mereka di hadapan Allah, supaya mereka selamat dari ular-ular
itu. Lalu Allah menyuruh Musa untuk membuat ular-ularan dari tembaga dan
menaruhnya di atas tiang, dan setiap orang yang dapat melihat/memandang
ular tembaga buatan Musa itu, orang itu akan hidup. Ular merupakan
lambang daripada dosa dan tembaga berbicara tentang penghukuman.
Peristiwa yang terjadi dalam perikop di atas adalah bayangan Yesus yang
harus ditinggikan supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh
hidup yang kekal. Yohanes 3:14-16. Melalui salib, manusia dibenarkan
Allah. Yesus telah menggantikan kita dan segala dosa dan kutuk yang
seharusnya kita terima, telah ditanggungkan/dipikul Yesus di salib.
Yesus disamakan dengan ular tembaga, kenapa? II Korintus 5:21, Yesus
yang tidak berdosa, dibuatNya menjadi dosa, supaya setiap manusia yang
percaya kepadaNya dibenarkan. Galatia 3:13-14, Yesus yang Mahakudus
menjadi kutuk agar kita dapat menerima berkat-berkat Abraham.
Jika kita ingin memperoleh hidup yang kekal dan memiliki berkat-berkat
Abraham, maka kita harus tetap mengarahkan pandangan kita kepada Kristus
dan mengutamakanNya dalam segala hal. Mata yang tertuju pada Kristus
memimpin kita dalam iman yang membawa iman itu kepada kesempurnaan
gereja. Ibrani 12:2.Tuhan memberkati.(Harta Rohani dalam Bejana
Tanah,GPdIWORLD 2003).
|
|