| |
C © updated
10042004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
►e-ti/rpr |
|
| |
Nama:
Olivia Maya Rumantir
Lahir:
Ujungpandang, 2 April 1964
Suami:
Ir. Takala Gerald Manumpak Hutasoit
Ayah:
Salvatore W Rumantir
Ibu:
Elsri Rumantir
Pendidikan:
- Akademi Bahasa Asing, Jakarta (1987)
- Training pengembangan sumber daya manusia, Jakarta (1987-1988)
- Master bidang Bussines Education, University of America, New Orleans,
USA (1989-1990)
- Program Doktoral di bidang Public Administration, khususnya Human
Communication, Columbia University Metaire-Louisiana, USA (1992-1995)
Prestasi:
- Favorite Children Pop Singer se-Ujung Pandang (1976)
- Juara III Festival Pop Singer se- Sulawesi Selatan (1978)
- Queen of BASF Indonesia (1980)
- Golden Record untuk pop singer (1985-1986)
- The Best Indonesia Photo Model (1988)
- Women of The Year (1992)
- Puteri Budaya (1994)
- Frienship and Excellence Award dari Africa Consul di Ohio-Columbus, USA
(1995)
Organisasi:
- Presiden Direktur Institut Pengembangan Sumber Daya Manusia Maya
Gita (IPSDM Maya Gita), Jakarta
- Pendiri Yayasan Maya Bhakti Pertiwi
Buku:
"Menjawab Panggilan Hidup” (1997) |
|
| |
|
|
|
|
Maya Rumantir
Tiada Kata Terlambat
Life begin at 40 nampaknya benar-benar menjadi kenyataan dalam kehidupan
Olivia Maya Rumantir Marpaung (40) yang dulu dikenal sebagai penyanyi.
Ketua Yayasan Maya Bhakti Pertiwi ini akhirnya menikah di hari ulang
tahunnya yang ke-40 dengan Ir Takala Gerald Manumpak Hutasoit (41) pada
2 April 2004 yang lalu. Meski usianya sudah tidak muda lagi, baginya
tiada kata terlambat untuk memulai hidup baru dalam berkeluarga.
Pemberkatan perkawinannya dilakukan di Gereja Katedral, Jakarta. Dalam
pesta pernikahannya, Maya mengambil tema One Night With Our Culture yang
sarat dengan nuansa budaya, cinta, dan relijius. Ia sengaja mengambil
tema tersebut karena ingin menggambarkan kekayaan etnis keluarganya,
suaminya dari Sumatera Utara, ayahnya dari Sulawesi Utara, dan ibunya
dari Sulawesi Selatan.
Putri dari Salvatore W Rumantir dan Elsri Rumantir ini bertemu dengan
lelaki kelahiran Bogor, Jawa Barat, 17 April 1963, itu dalam sebuah
acara Natal dari alumni Institut Maya Gita pada 1999. Takala adalah
seorang pengusaha yang bergerak di berbagai bidang dan aktif pula di
Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia periode 1987-1990.
Olivia Maya Rumantir dikenal sebagai pribadi yang aktif dan punya
beragam bakat. Masa kecilnya di Ujungpandang menorehkan kenangan manis.
Misalnya ketika duduk di bangku SD, ia menyabet Favorite Children Pop
Singer se-Ujung Pandang (1976), kemudian sewaktu duduk di bangku SMP, ia
juara III Festival Pop Singer se- Sulawesi Selatan (1978).
Menginjak masa remaja, Maya hijrah ke ibukota dan menyelesaikan SMA di
Bunda Hati Kudus Jakarta (1983). Mulailah Maya menapaki dunia rekaman
dan foto model (1979). Tak banyak yang tahu bahwa di samping sebagai
penyanyi dan model, Maya juga seorang atlit yang pernah menjuarai
turnamen bulutangkis yunior se-Jakarta Barat di tahun 80-an.
Jika akhirnya ia memilih dunia hiburan ketimbang bulutangkis, hal ini
tidaklah sia-sia, Karena pada tahun 1980 ia terpilih sebagai Queen of
BASF Indonesia dan meraih penghargaan Golden Record untuk pop singer
tahun 1985-1986. Sementara kiprahnya di dunia model juga membuahkan
gelar The Best Indonesia Photo Model (1988).
Sebagai pendidik, ada hari bersejarah untuk Maya, 6 Maret 1989. Ketika
itulah Maya mendirikan dan sekaligus menjabat Presiden Direktur Institut
Pengembangan Sumber Daya Manusia Maya Gita (IPSDM Maya Gita) di Jakarta.
Lembaga ini termasuk pelopor yang mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM)
dalam suatu wadah formal. dan Maya sukses. Pada tahun 1991, IPSDM
Mayagita menerima penghargaan Product of The Year '91.
Di samping itu, Maya sudah lama bergiat di bidang sosial, antara lain,
ia mendirikan Yayasan Maya Bhakti Pertiwi, yang melahirkan banyak
aktivitas sosial di berbagai daerah di Indonesia (1989). Bahkan,
aktivitas ini membawanya ke beberapa negara untuk masalah kemanusiaan
dan perdamaian, antara lain ke Amerika dan Calcutta, India.
"Berdamai
dengan diri sendiri adalah kunci perdamaian dengan orang lain," katanya.
Hal ini pula yang mendorongnya untuk membentuk "Peace and Friendship
Prayer Team", suatu kelompok doa yang sering diundang untuk mendoakan
sesama bagi perdamaian dan persahabatan. Pada 4 Juli 1992, Maya Rumantir
untuk pertama kali bertemu secara khusus dengan Paus Yohanes Paulus II.
Dia juga peduli pada anak-anak berprestasi. Dia menyelenggarakan acara
Pandu Prestasi Putera Pertiwi, yang disiarkan di TVRI setiap hari-hari
besar nasional. Dalam siaran itu, Maya bertutur tentang putera-puteri
daerah yang berprestasi, dan menampilkan anak-anak berprestasi dari 27
propinsi. Tak cuma itu. Maya juga pernah menyelenggarakan kegiatan
olahraga yang cukup berbobot, seperti lomba gerak jalan Indonesia 10 K
di Manado dan Dili.
Dengan kegiatan sesibuk itu, sederet gelarpun disandang Maya. Seperti
Women of The Year (1992), Puteri Budaya (1994), atau gelar kehormatan
berupa Frienship and Excellence Award dari Africa Consul di
Ohio-Columbus, USA (1995). Pada 2 April 1997, saat berulang tahun ke-33,
Maya meluncurkan buku "Menjawab Panggilan Hidup" di Grand Melia Jakarta.
Dia bercerita tentang bidang pendidikan yang dirintisnya lewat Mayagita.
Sebagai penyanyi, Maya dikenal sebagai penyanyi melankolis di era
1980-an. Pernah pula bermain beberapa film seperti; Nostalgia di SMA
(1980) dan Cinta di Balik Noda (1984). Kecantikannya membuat ia sempat
dekat dan disangkutkan punya hubungan cinta dengan putera penguasa Orde
Baru, Presiden Soeharto, yakni si bungsu Tommy Soeharto. Meski keduanya
tidak pernah mengamini kabar tersebut, namun sudah menjadi rahasia umum
bila dirinya dekat dengan Tommy yang tahun 2001 harus mendekam di
Nusakambangan. ► mlp
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|