|
|
 |

Nama:
DR. H. Rahmat Shah
Lahir:
Perdagangan, Simalungun, Sumatera Utara, 23 Oktober 1950
Agama:
Islam
Kebangsaan:
Indonesia
Isteri:
Rose, gadis Melayu asal Singapura (menikah 1983)
Anak:
Satu puteri dan dua putra
Ayah:
Gulrang Shah
Ibu:
Hj. Syarifah
Pekerjaan:
Pengusaha, Anggota MPR-RI & Diplomat
Pengalaman Kerja
1. Tahun 1965 s.d. 1970: Pembantu Montir Bengkel Mobil MSH, Medan
2. Tahun 1970 s.d. 1980: Workshop Manager, Sales Manager dan Kuasa Direksi
PT.Ika Diesel Brothers Medan
3. Tahun 1980 s.d. saat ini: Dirut PT.Unitwin Indonesia Perkebunan, Real
Estate, Eksport Import, Trading,Contractor
4. Tahun 1991 s.d. 1994: Direktur Utama PT.Cakra Mantaputama Aluminium
Industry (PMDN)
5. Tahun 1994 s.d. saat ini: Komisaris Utama PT.Cakra Compact Aluminium
Industries (PMA) -Sumut -Indonesia
6. Tahun 1994 s.d. saat ini: Dirut PT.Sennah Perkebunan Karet dan Kelapa
Sawit, Sumut-Indonesia
7. Tahun 1995 s.d. saat ini: "Konsul Jenderal Kehormatan" Republik Turkey
untuk Pulau Sumatera
8. Tahun 1996 s.d. saat ini: Komisaris PT.Indal Compact Aluminium
Industries (PMA) Bekasi, Jawa Barat-Indonesia
9. Tahun 1996 s.d. saat ini: Ketua “Yayasan Rahmat" Medan, Sumatera Utara-Indonesia.
10. Tahun 1996 s.d. saat ini: Pimpinan & Pengelola "Taman Hewan" P.Siantar,
Sumatera Utara - Indonesia.
11. Tahun 1999 s.d. saat ini: Pimpinan "RAHMAT" International Wildlife
Museum & Gallery, Medan, Indonesia
12. Tahun 1999 s.d. saat ini: Anggota MPR-RI (Majelis Permusyawaratan
Rakyat Republik Indonesia)
Organisasi Kemasyarakat
1. Ketua Medan Club, Ekslusif Member's Club yang gedung-gedungnya
didirikan sejak tahun 1879
2. Ketua Dewan Pakar Inkubator Bisnis & Teknologi Universitas Sumatera
Utara (USU)
3. Dewan Pengurus Pusat BMMI (Badan Musyawarah Museum Indonesia),
Jakarta-Indonesia
4. Dewan Pakar FKKB (Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa) Sumatera Utara
5. Dewan Pembina FOKSI (Forum Konservasi Satwaliar Indonesia) Bogor -
Indonesia
6. Anggota Supporter GREEN PEACE International sejak 1981
7. Dewan Penyantun Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara
8. Anggota Dewan Pembina Yayasan UISU Medan
9. Anggota Dewan Pertimbangan Badan Amil Zakat (BAZ) Propinsi Sumatera
Utara
10. Dewan Penasehat MABMI (Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia) Sumatera
Utara-Indonesia
11. Dewan Pembina Center For English Learning (CEL) Medan
12. Dewan Pembina YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) Medan
13. Penasehat PARSI (Persatuan Artis sinetron Indonesia) Sumut
14. Pendiri "YASRI" (Yayasan Sumatera Lestari) Sumatera Utara-Indonesia
15. Ketua & Pendiri Pesantren H.MOHAMMED Sumatera Utara-Indonesia
16. Dewall Pembina HSBI (Himpunan Seni Budaya Islam) Sumatera Utara-Indonesia
17. Dewan Pembina LPPTKA (Lembaga Pembinaan Pengembangan Taman Kanak-kanak
AI-Quran) Sumatera Utara
18. Anggota Luar Biasa Kwartir Daerah Gerakan PRAMUKA Sumatera Utara-Indonesia
19. Pembina "Sinar Budaya Group" / L.K.MABMI Medan
Organisasi Usaha
1. Dewan Pembina REI (Real Estat Indonesia) Sumatera Utara
2. Dewan Kehormatan BPP-HIPMI (Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha
Muda Indonesia)
3. Dewan Penasehat Asosiasi Kota Bersaudara Medan-Ichikawa,Sumatera Utara-Indonesia
4. Dewan Pembina AMI (Asosiasi Manajer Indonesia) Medan,Sumatera Utara-Indonesia
5. Dewan Pembina IMA (Indonesia Marketing Association) Sumatera Utara-Indonesia
6. Dewan Pembina LP3I (Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi
Indonesia) Sumatera Utara
7. Dewan Pengurus BKS-PPS (Badan Kerja sama Perusahaan Perkebunan)
Sumatera Indonesia
Organisasi Olahraga
1. Regional Representatives Safari Club International (SCI) untuk China
dan Jepang
2. Staf Khusus Pengurus Besar FORKI (Federasi Olahraga Karate-do
Indonesia) Jakarta
3. Ketua Umum Pengda FORKI (Federasi Olahraga Karate-do Indonesia),
Sumatera Utara-Indonesia
4. Ketua Bidang Luar Negeri Pengurus Besar PERBAKIN
5. Penatar Nasional PB.PERBAKIN (Pengurus Besar Persatuan Menembak sasaran
dan Berburu seluruh Indonesia
6. Ketua Umum CAKRA SHOOTING & HUNTING CLUB, Sumatera Utara-Indonesia
7. Ketua Umum Pengda PAVI-SU (Persatuan Atlit Veteran Indonesia) Sumatera
Utara-Indonesia
8. Dewan Penyantun KONI Sumatera Utara
9. Ketua Koordinator REPALA (Remaja Pencinta Alam) Sumatera Utara-Indonesia
10. Dewan Penasehat Pengurus Daerah PBI (Persatuan Bowling Indonesia)
11. Pembina Pengurus Daerah Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia (PERKEMI)
Sumut.
Kegiatan Sosial
1. Pendiri "International Wildlife Museum & Gallery", satu-satunya di Asia
untuk Pendidikan Konservasi
2. Anggota Kehormatan Rotary Club, Sumatera Utara-Indonesia
3. Anggota Kehormatan Lions Club, Sumatera Utara-Indonesia
4. Bapak Angkat Tetap dari beberapa Pengusaha Kecil & Industri-indusri
Kecil di Indonesia
5. Bapak Angkat dan Donatur Tetap dari beberapa Orang Anak Asuh
6. Donatur Tetap bagi Pendidikan Anak-Anak Cacat Mental
7. Membangun & Merenovasi Bangunan beberapa Masjid di Sumatera Utara
8. Membangun & Merenovasi Bangunan beberapa sekolah di Sumatera Utara
9. Membangun & Merenovasi rumah-rumah kumuh di Sumatera Utara
-Memberikan Bantuan Rutin Untuk Pendidikan, Pemuda, Olahraga, Usaha Kecil,
Masyarakat Tidak Mampu (Pra Sejahtera) Dan Kegiatan-Kegiatan Sosial
Lainnya.
Hobby
A. "International Hunter "
Pemburu Internasional & Perburuan legal dalam rangka Konservasi Alam,
mencegah kepunahan binatang-binatang liar di dunia dengan konsep "Konservasi
Dengan Pemanfaatan" yang telah diterapkan oleh hampir seluruh negara
B. "Scuba Diving" (Menyelam), memiliki sertifikat Internasional
C. "Big Game Fishing" memancing ikan-ikan besar dengan alat khusus bagi
jenis dan ukuran ikan tertentu.
D. Anggota beberapa Golf Club Indonesia & Internasional
E. Menyediakan/mendirikan penangkaran satwa liar untuk mengembangkan
populasi satwa dan pendidikan konservasi
Bisnis & Sport Club
A. Anggota Seumur Hidup (Life Member) "Safari Club International"
B. Anggota Seumur Hidup (Life Member) "International Professional Hunters
Association" Afrika
C. Anggota Seumur Hidup "Mercantile Club" Jakarta-Indonesia
D. Anggota Seumur Hidup "Exchange Club International" Medan
E. Anggota "Medan Club", Indonesia
F. Anggota Golf Club "Graha Helvetia" Indonesia
G. Anggota Golf "Bukit Barisan" & Country Club, Indonesia
Prestasi
Telah masuk di Record Book, SCI USA
Telah menerima Dangerous Game Of Africa
Telah memperoleh SCI Master Measurer
Telah mendapatkan beberapa Gold Award dari SCI USA
Namanya telah tertera di dinding Museum Safari Club International di
Tucson Amerika
Memiliki Colonel Award Canada
Beberapa kali Juara Target Shooting Junior 1970-an
Beberapa kali Juara I Bowling dan Pemain Nasional
Beberapa kali Juara Safari Wisata Buru
Beberapa kali Juara Bilyard Medan Club
Juara I Signal Hunting Radio (Orari) 1980-an
Tahun 1991 terpilih sebagai "Pria Berbusana Terbaik Indonesia"
Tahun 1992 terpilih sebagai "Pria Super"
Tahun 1993 terpilih sebagai "Man of the Year"
Tahun 1993 terpilih sebagai "Tokoh Populer"
Tahun 1995 dinobatkan sebagai "Top Executive Indonesia"
Tahun 1997 terpilih sebagai Pria Berbusana Rapih & Serasi
Tahun 1998 dinobatkan sebagai Tokoh Citra Mandiri Pria Indonesia
Tahun 2000 menerima Lencana Emas dari Pers sebagai Tokoh Pengusaha Pendiri
Museum satwa liar Internasional Pertama di Asia
Tahun 2000 menerima penghargaan dari Museum Record Indonesia (MURI)
Penghargaan Internasional
"Safari Club International" tahun 1988
"Profesional Hunters Association Of South Africa, Reno,Nevada,USA tahun
1990
"Official Measurer, USA, Tahun 1990 dan Tahun 1991
"SCI World Hunting Award" di Amerika tahun 1994
"Hunting Achievement Award",Tahun 1994
"Trophy Animals Of South Of Pacific", Tahun 1994
"Top Ten Award", Tahun 1994
"International Conservation Award" di Amerika tahun 1995 & 1999
"Master Measurer, USA, Tahun 1995
"The Big Five Grand Slam International Award" di Amerika tahun 1996
"International Best Executive Awards" di Jakarta tahun 1996
"Asean Development Citra Awards" di Jakarta tahun 1996
"International Development Best Economic Executive Awards" di Jakarta
tahun 1997
"National Geographic Society" tahun 1998
- Dan Penghargaan-penghargaan Internasional lainnya yang berbentuk Plakat,
Fandel, trophy dan lain-Iain.
Penghargaan Nasional
Sahwali Award, Bali, tahun 1993 sebagai pengusaha berwawasan lingkungan
Indonesia Forum, "Segitiga Pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand", (IMTGT)
tahun 1993
Pengurus Besar PERBAKIN, Jakarta, tahun 1993
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, tahun 1996
PRIMANIYARTA (Pengusaha paling berprestasi bidang Ekspor Non Migas) dari
Presiden R.I, Jakarta, tahun 1997
Real Estate Indonesia, Tahun 1997
Pengurus Besar Dharma Pertiwi, Tahun 2000
Menteri Lingkungan Hidup RI, sebagai Nominasi Peraih Penghargaan Kalpataru
2001
- Dan Penghargaan-penghargaan Nasional lainnya yang berbentuk Plakat,
Fandel, trophy dan lain-Iain.
Penghargaan Daerah
Bupati KDH. Tk.II Labuhan Batu, Rantau Prapat, tahun 1991
Yayasan Sultan Iskandar Muda, sebagai orang tua asuh, Medan, tahun 1992
Gubernur KDH. Tk.I Sumatera Utara, Medan, tahun 1992
Panitia Seminar Sehari GPDT -MHB, Medan, tahun 1993
PERBAKIN, Safari Wisata Buru, Piala GUBSU IV, tahun 1994
Keluarga Besar REPALA (Remaja Pencinta Alam), Medan, Tahun 1994
Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC), Cabang Medan, Medan, tahun 1994
Pengda Perbakin tahun 1995
Panglima Kodam I/ Bukit Barisan, Medan, tahun 1995
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Medan, tahun 1995
Universitas Sumatera Utara, Medan, tahun 1995
Gubernur KDH. Tk.I Sumatera Utara, Lomba Lintas Wisata Alam Tahura Bukit
Barisan II, tahun 1995
Yayasan Perguruan Husni Thamrin, Medan, tahun 1995
Yayasan Arief Rachman Hakim (Eksponen 66) Sumatera Utara, Medan, tahun
1995 Gubernur KDH. Tk.I Sumatera Utara, Medan, tahun 1996
Tokoh Wartawan Terbaik 1996, Medan, Tahun 1996
Panglima Komando Daerah Militer I / Bukit Barisan, Medan, tahun 1997
DPD Tk.I Generasi Muda KOSGORO Sumatera Utara, Medan, tahun 1997
Komite Nasional Pemuda Indonesia, Sumatera Utara, Medan, 1997
Pemuda &Lingkungan Hidup,tahun 1997
Jhon Robert Power, Medan, tahun 1998
Gubernur KDH Tk.I Sumatera Utara, untuk Pendirian Museum, Gallery Satwa
liar Satu-satunya di Asia tahun 1998
Inkubator Bisnis & Teknologi, Universitas Sumatera Utara "CIKAL", tahun
1998
Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN), Propinsi Sumatera Utara,
Medan, tahun 1999
Komite OlahRaga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara, Medan, tahun
1999 Paviliun Rumah Adat Melayu Sumatera Timur, tahun 1999
Perguruan Karate Full Contact KALA HITAM, Medan Sumatera Utara, Tahun 1999
Perbakin, Kapoldasu Cup, tahun 1999
IMABI (Institute Management of Business Modern), Tahun 1999
Giriwana Wisata Alam Sumatera Utara ke VII & Kemah Kerja Konservasi, Tahun
2000
Komite. Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Sumatera Utara, Medan, tahun
2000 Universitas Negeri Medan (UNIMED), Tahun 2000
Himpunan Pemuda Nias Indonesia (HIPNI), Tahun 2000 .Leo Club Medan Prima,
Tahun 2000
Unit Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara I Medan
- Dan Penghargaan-penghargaan lainnya yang berbentuk Plakat, Fandel,
Trophy dan lain-Iain.
|
|
Dr. H. Rahmat Shah
Pemburu dan Petualang Belantara
Pengusaha sukses dan diplomat yang memperoleh gelar Lord of Rudge dari
Inggris, ini telah memperoleh sejumlah penghargaan di tingkat nasional
maupun internasional dalam berbagai bidang. Pendiri dan pimpinan Rahmat
International Wildlife Museum & Gallery, Medan, satu-satunya di Asia untuk
pendidikan konservasi, ini seorang pemburu dan petualang yang telah
menjelajahi hutan belantara, menyelami sungai dan laut di berbagai belahan
dunia. Ia satu-satunya putera Indonesia yang namanya masuk buku Great
Hunter dan orang Indonesia pertama memperoleh African Big Five
Grand Slam Award.
Kita hidup dengan apa yang kita dapat tetapi kita membuat kehidupan dengan
apa yang kita berikan. Begitu kata pengusaha, anggota
MPR-RI dan diplomat, ini mengungkap prinsip hidupnya. Ia seorang putra
Indonesia yang telah banyak mengharumkan Indonesia di mancanegara. Sebagai
seorang pengusaha sukses ia telah banyak membantu pembangunan sarana
olahraga, pendidikan, tempat ibadah, tempat hiburan masyarakat, membangun
museum satu-satunya di Asia, dan melakukan kegiatan sosial di mana-mana,
khususnya bagi warga yang benar-benar membutuhkannya.
Tidaklah heran bila ada yang berkata,” Andai hati semua orang berpunya
sepertinya, Alangkah indahnya. Andai semua pengusaha seperti beliau,
barangkali tidak ada lagi kesenjangan sosial yang setiap saat bisa memicu
kerusuhan. Ah seandainya !” Kalimat di atas merupakan penggalan dari
sepotong surat yang dikirim oleh seorang guru SMP di kota Medan ke Harian
Waspada dan dimuat di rubrik “Surat Pembaca” 17 Maret 1997. Surat tersebut
menggambarkan kekaguman sosok rakyat biasa terhadap Rahmat yang dikenalnya
lewat berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.
Rahmat Shah lahir tanggal 23 Oktober 1950 setelah 12 bulan dikandung oleh
ibunya, Hj. Syarifah. Ia anak laki-Iaki kedua dalam keluarga besar Gulrang
Shah. Kakak lelakinya, Anif Rahmat adalah anak keenam, tiga saudara lain
di atasnya semuanya wanita. Sebetulnya ada satu lagi kakak Rahmat, Habib
Shah namanya, namun meninggal dunia di zaman revolusi saat berusia lebih
kurang lima tahun. Keluarga Rahmat tergolong keluarga besar, yakni 16
bersaudara, delapan lelaki dan delapan wanita. Mereka semua tinggal di
sebuah kota yang bernama Perdagangan, Simalungun, Sumatera Utara.
Semasa kecil Rahmat adalah seorang anak yang aktif. Ia suka berenang,
memancing, menjala ikan, dan berburu ke hutan dengan ketapel.
Kesenangannya pada hewan-hewan langka dan berbisa juga telah kelihatan
sejak kecil.
Ayahnya sangat keras menanamkan prinsip-prinsip hidup yang baik kepada
semua anak-anaknya, terutama tentang hidup disiplin, kerja keras, jujur
dan cara hidup hemat. Selama Rahmat sekolah di Medan, mereka diberi bekal
sangat terbatas untuk kebutuhan sehari-hari. Bukan ia tidak mampu, tetapi
ingin semua anaknya terbiasa belajar hemat agar kelak bisa menjadi orang
yang berhasil dan berguna serta bisa mengatur kehidupan sesuai dengan apa
yang dimilikinya.
Saat duduk di bangku sekolah, entah karena memegang prinsip hidup yang
diajarkan orang tua, prestasi Rahmat di bangku sekolah berjalan
biasa-biasa saja. Bahkan rankingnya hampir selalu berada di urutan bawah.
Namun hal itu tidak membuatnya rendah diri dan kehilangan ia malah pandai
bergaul. Ia bergaul dengan siapa saja, tanpa pandang bulu. Prinsip yang
dipegang dalam pergaulan: ‘selalu menepati janji, rajin, ramah dan sopan,
serta tanpa pamrih.’ Sikap yang membuatnya cepat akrab dan mempunyai
banyak teman dari berbagai kalangan di Indonesia dan negara lainnya.
Soal kebolehan bergaul di masa remaja, ada cerita tersendiri. Di tahun
70-an, ia merupakan remaja berpostur tubuh tinggi dan berwajah tampan
sehingga menjadi idola remaja. Dalam Festival Medan Fair ia terpilih
sebagai “Pangeran Muda” sebuah simbol kesuksesan, ketampanan dan kegagahan
kaum muda Medan saat itu. Hanya bedanya, ia sangat pemalu sehingga selalu
diganggu dan dikejar-kejar karena membuat penasaran lawan jenisnya. Ketika
ditanya, kenapa ia tidak mempedulikan wanita? Dijawabnya, karena ia belum
sukses dan tidak punya uang untuk mentraktir mereka. Ia malu dan tidak
pantas kalau harus dibayari dan dibiayai hidup oleh wanita.
Ketampanan tidak membuatnya hanyut atau terperosok jauh ke dalam
hingar-bingar pergaulan remaja. Ia berusaha membatasi diri, tetap bekerja
keras untuk menggapai cita-citanya sambil tetap bergaul dan aktif
berolahraga. Olahraga yang diminatinya adalah boling, biliar dan menembak.
Ia juga bermain radio amatir. Ia beberapa kali menjadi juara pada hampir
semua olahraga yang ditekuninya. Ketika ditanya, kenapa ia dengan mudah
mendapat juara? Dijawabnya dengan singkat, “Untuk menjadi juara sangat
mudah tetapi dituntut disiplin yang tinggi dalam latihan dan percaya diri
serta mental yang baik jangan selalu berdalih dalam kejuaraan atau pun
pertandingan”.
Kala anak-anak muda seusianya asyik menikmati keindahan dunia remaja, ia
malah tetap sibuk bekerja keras di sebuah bengkel mobil milik keluarga
untuk mencapai tekadnya. Hampir setiap hari ia bermandi keringat dan
berlumur oli kotor. Setiap hari ia mengayuh sepeda membawa alat-alat mobil
yang berat dan besar ukurannya hingga berpuluh kilometer jauhnya. Dengan
kerja keras itulah ia kemudian tertempa menjadi seorang montir serta
pekerja yang handal. Sejak usia remaja (lebih kurang 14 tahun) ia sudah
terbiasa melakukan proses belajar sambil bekerja learning by doing.
Ia rajin, ulet dan cepat beradaptasi dengan pekerjaan. Anif, kakaknya
bertutur: “Saya selalu menugasinya membeli spare parts dengan mengendarai
sepeda. Amat orangnya cekatan. Memakai tas punggung belakang sambil
membawa plat baja dan tas besar yang diletakkan di boncengannya, ia
mengayuh sepeda membawa pesanan spare parts dan peralatan berat untuk
diperbaiki oleh tukang bubut. Karena kerajinannya, tepat janji dan ramah,
salah seorang tukang bubut langganan bengkel saya, Pak Simin sangat sayang
padanya dan memberinya seekor domba.”
Karena harus bekerja guna mencapai cita-citanya ia terbiasa bangun pagi
pukul enam dan sering kembali ke rumah dari bekerja dengan tangan, muka
dan badan hitam-hitam kena oli kotor. Tidak jarang tiba di rumah sudah
larut malam dan langsung terbaring kelelahan terkadang tanpa makan. Banyak
sekali pengalaman pahit dan terhina yang dialaminya saat itu, akan tetapi
justru hal tersebut yang memacu dan memotivasinya bekerja keras agar dapat
berhasil sesuai dengan tekadnya.
Begitulah pengorbanan dan perjuangan Rahmat. Ia merelakan sebagian masa
remajanya yang indah dilalui dengan kerja keras. “Saya hampir tak punya
kesempatan melewati serba-serbi masa remaja. Selalu sibuk bekerja dan
belajar seluk-beluk usaha. Saya ingin menjadi seorang yang sukses,”
tuturnya. Keinginan mencapai sukses merupakan motivasi dan pemicu yang
kuat. “Saya harus sukses dan punya agar bisa membantu keluarga,
teman-teman, bangsa, dan negara,” begitu tekad yang sudah tertanam di
dalam hatinya sejak usia muda.
Kepribadiannya yang memiliki semangat bekerja keras dan ulet, membuat
Surya Paloh, pengusaha muda Medan yang sukses saat itu, menaruh simpati.
Suatu hari, Surya Paloh (kini pengusaha dan publisher terkemuka di
Indonesia pemilik Surat Kabar Media Indonesia, Lampung Pos, Metro TV, dan
berbagai usaha besar lainnya), mengajak Rahmat bergabung, bekerja pada
perusahaan miliknya, PT Ika Diesel. Perusahaan ini menjadi agen tunggal
mobil Ford dan memiliki workshop (bengkel) khusus yang lengkap, serta
pembuat berbagai karoseri untuk badan truk dan bus berbagai model yang
saat itu satu-satunya di Sumatera Utara.
Rahmat menyambut tawaran itu dengan senang hati. Baginya bekerja di
perusahaan mobil dan bengkel tidaklah sulit karena telah punya pengalaman
bekerja di bengkel. Jabatan pertama di PT Ika Diesel sebagai workshop
manager. Semua tugas dikerjakan dengan baik, bahkan seringkali melampaui
target yang diberikan oleh bosnya.
Saat bekerja di perusahaan tersebut, menurut Kwik Sam Ho (A HO), rekan
kerjanya, Rahmat mampu melakukan lobi-Iobi yang luar biasa, terutama
menerobos pasar asuransi dan perkebunan. Hampir semua merek kendaraan, di
antaranya Toyota, Daihatsu, Chevrolet, Volks Wagen (YW), dan Ford menjadi
langganan PT Ika Diesel karena approach dan janji Rahmat yang tepat. Ia
selalu melakukan pekerjaan seperti perusahaan itu adalah miliknya. Itulah
yang membuat karir dan namanya terus melejit dan dipercaya di mana-mana.
Karirnya terus berkembang hingga ia dipercaya menjadi kuasa direksi dan
akhirnya menjadi mitra usaha.
“Kepercayaan penuh telah diberikan, semua fasilitas sudah ada, tinggal
bagaimana meningkatkan prestasi yang dapat menguntungkan usaha. Untuk
dapat menjangkaunya, kita harus konsentrasi pada pekerjaan, melakukan
segala sesuatu dengan segera sebagaimana mestinya serta harus menganggap
perusahaan itu milik kita, sehingga dapat merasakan pahit ruginya dan
manis untungnya,” kenang Rahmat.
Dua bersaudara, Surya Paloh dan Rusli Paloh, merupakan atasannya yang
selalu memberi kesempatan dan mendorongnya agar berkembang menjadi seorang
pengusaha. Melihat cara kerja, penampilan dan wawasan Rahmat yang
mengesankan, mereka berdua yakin suatu saat Rahmat bisa menjadi orang
sukses.
Atas perkenan dan dukungan kedua bosnya, Rahmat berhenti dari PT Ika
Diesel. Kemudian ia membuka usaha sendiri. Tahun 1980 ia mendirikan PT
Unitwin Indonesia yang bergerak dalam keagenan berbagai produk dari dalam
dan luar negeri, di samping supplier dan kontraktor.
Ramalan Surya Paloh dan Rusli Paloh tentang masa depan Rahmat, menjadi
kenyataan. Begitu ia membuka usaha sendiri, nama Rahmat cepat berkibar dan
terkenal sebagai pengusaha muda yang ulet dan tangguh. Dalam waktu relatif
siligkat, kegiatan usahanya merambah ke berbagai proyek berskala besar.
Mulai dari proyek pembangunan pabrik, jalan, irigasi, perumahan, sampai
memasok alat-alat berat untuk perusahaan perkebunan. Wilayah ekspansinya
terus meluas hingga ke Jakarta, Kalimantan, Singapura, Malaysia, Filipina,
Thailand, Jepang, Korea, USA dan Kanada.
Ia kemudian memutuskan untuk hijrah ke Jakarta dan memimpin usahanya dari
sana pada tahun 1984, bersama isterinya yang cantik, Rose, gadis Melayu
asal Singapura yang disuntingnya pada tahun 1983 ketika berusia 33 tahun,
yang memberinya tiga anak, satu puteri dan dua putra.
Selama tinggal di kota metropolitan, ia mengembangkan diri ke pergaulan
bisnis yang lebih luas. Tekadnya untuk menjadi salah seorang pengusaha
nasional yang tangguh makin besar. Ia bergaul dengan orang-orang penting,
mulai dari birokrat, politisi, sampai militer.
Dua orang jenderal yang kemudian dianggap sebagai pengganti orang tua di
perantauan yang selanjutnya menjadi mitra usahanya ialah Jenderal TNI
Widjojo Soejono, mantan Kaskopkamtib, dan Jenderal Pol. Widodo Budidarmo,
mantan Kapolri. Bersama mereka, ia mendirikan PT Wiraco yang bergerak
dalam perdagangan dan keagenan dari USA, Kanada, Singapura dan beberapa
negara lainnya.
Melalui kepemimpinannya yang ulet, gigih dan pantang menyerah, perusahaan
ini berhasil memenangkan sejumlah tender proyek besar, di antaranya
menjadi pemasok produk luar negeri dan Robco Canada untuk sejumlah
perusahaan industri besar, seperti PT Krakatau Steel, Semen Padang,
Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) Bandung, PT PAL dan lain-Iain
industri besar yang membutuhkan produk mereka.
Dalam mengembangkan usahanya, Jenderal TNI Widjojo Soejono memiliki
filosofi jitu yang hingga saat ini tetap dipegang dan diamalkan Rahmat,
“Low Profile, High Profit”.
Dari Jakarta, Rahmat juga membuka dan mengendalikan PT Agrowiratama,
sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit dan kakao dengan luas areal
mencapai lebih kurang 11.000 hektar di Padang. Suatu hal yang patut
menjadi kebanggaan baginya, ketika perusahaan besar dari beberapa negara,
Kanada, USA, Singapura, Malaysia, Filipina dan Indonesia, mendirikan
sebuah perusahaan patungan (joint venture) di Singapura. Ia diperca-ya
menjadi Presiden Direktur. Suatu keper-cayaan internasional yang tidak
mudah mencapainya.
Tahun 990, tatkala Gubernur Sumatera Utara mencanangkan program gerakan
Marsipature Hutana Be, semacam ajakan kepada pengusaha kelahiran Sumut
yang telah sukses di perantauan agar kembali memperhatikan tanah kelahiran,
hati Rahmat tergugah. Setelah kurang lebih delapan tahun menetap di
Jakarta, ia memilih untuk kembali ke daerah asal kelahirannya, Medan,
Sumatera Utara. Ia kembali justru ketika begitu banyak peluang dan
kesempatan di ibukota.
Di Medan, ia mendirikan pabrik pengolahan aluminium PT Cakra Aluminium
Industry (CAI), bekerja sama dengan salah seorang pengusaha daerah yang
kemudian berubah menjadi Cakra Compact Aluminium Industries dan statusnya
menjadi perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) karena bermitra dengan
Compact Metal Industry, sebuah perusahaan Singapura.
Saat ini PT Cakra telah go public di Singapura, juga telah menerima
sertifikat 1S0 9002. Selain itu, PT Cakra telah mengirimkan para tenaga
kerjanya untuk belajar ke berbagai negara Eropa dan Asia. Hasilnya saat
ini produksinya lengkap terpadu (integrated). Artinya, segala yang
menyangkut aluminium dapat dilakukan oleh PT Cakra dari awal peleburan
hingga tinggal pakai dengan kualitas standar internasional.
Ia kembali menghidupkan PT Unitwin yang pernah ditinggalkan ketika ia
hijrah ke Jakarta. Perusahaan itu kini kembali berjalan efektif mengelola
berbagai kegiatan usaha: real estate, ekspor-impor, perdagangan, serta
kontraktor. Salah satu karyanya yang kini sudah dinikmati manfaatnya oleh
sebagian masyarakat kota Medan ialah Perumahan Cemara Hijau di Jalan
Metal.
Dalam usaha perumahan yang dibangunnya ternyata membutuhkan perjuangan
yang cukup berat, mungkin Rahmatlah satu-satunya pengusaha yang mampu
mengalahkan Grup Lamtoro pada saat lelang penjualan lahan perumahan di
Indonesia. Pihak Lamtoro merupakan milik keluarga Cendana, sehingga tidak
ada yang bisa mencegah apa yang mereka inginkan saat itu. Rahmat cukup
repot dan mengalami kesulitan menghadapi oknum Grup Lamtoro yang berupaya
mengganjal usahanya. Namun, Rahmat yang berasal dari desa, dapat
mengatasinya hanya dengan kuasa Tuhan Yang Mahakuasa.
Ia bergabung kembali di Medan Club, sebuah klub eksk1usif yang berdiri
sejak tahun 1879. Tidak berapa lama kemudian, ia memberi penataran
Perbakin di Medan Club.
Lalu, ia mencalonkan diri dan terpilih sebagai Ketua termuda dan langsung
mengadakan renovasi, pembangunan, dan penertiban.
Penertiban yang dilakukannya pada awal memimpin klub dengan mengeluarkan
14 orang anggota yang tidak melaksanakan kewajibannya dan tiga orang
pengurus yang tidak bisa menjaga amanah yang diberikan anggota. Dua tahun
setelah habis masa jabatannya, ia terpilih kembali untuk periode selama
empat tahun.
Keberhasilannya mengembangkan dunia usaha dan kegiatan sosial
kemasyarakatan menarik perhatian para duta besar serta diplomat asing dari
berbagai negara ketika melakukan kunjungan kerja ke Medan, Sumatera Utara.
Rahmat oleh Kadin Sumut, sesuai dengan jabatannya dipercaya menjamu
belasan duta besar dari berbagai negara di pabriknya PT Cakra. Di antara
para duta besar itu terdapat duta besar dari Republik Turki.
Melihat posisi strategis Rahmat dan potensi wilayah Sumatera Utara untuk
kerjasama perdagangan bilateral, beberapa negara menawarkan kepadanya
untuk menjadi diplomat mereka. Tetapi Rahmat memilih negara Turki karena
negara ini bergabung dalam NATO dan memiliki latar belakang sejarah yang
sangat luar biasa. Tahun 1995 ia resmi diangkat menjadi Konsul Jenderal
Kehormatan Republik Turki untuk hubungan perdagangan langsung meliputi
wilayah Sumatera.
Langkahnya mengembangkan dunia usaha di daerah membuat ia terpilih menjadi
Warga Negara Indonesia yang mempunyai posisi terhormat dan memperoleh
sejumlah penghargaan. Tahun 1999, ia memperoleh anugerah gelar Doctor
Honoris Causa dari Universitas Lincoln, San Fransisco, Amerika Serikat,
atas prestasinya memadukan perkembangan dunia usaha dengan pertumbuhan
ekonomi di daerah. Disertasinya untuk meraih gelar doktor tersebut
mengulas tentang “Peranan Dunia Usaha sebagai Penopang Perekonomian Daerah.”
Sebelumnya, tahun 1993, ia menerima penghargaan “Sahwali Award” dari satu
Badan Pengawas Lingkungan dan Pemerintah di Bali, sebagai pengusaha yang
berwawasan lingkungan. Kemudian tahun 1997, ia mendapat anugerah
“Primaniyarta” dari Presiden Republik Indonesia yang diterima di Istana
Negara karena perusahaannya dinilai paling berprestasi mengembangkan usaha
ekspor non migas, tidak bermasalah dengan lingkungan, buruh, bank, pajak
dan pihak-pihak lainnya, justru di tengah krisis ekonomi di mana sebagian
besar perusahaan di tanah air sedang mengalami kehancuran.
Petualang Dunia
Kesenangannya pada alam, berburu, berenang, menyelam dan memancing kini
bukan lagi dilakukan di pinggir hutan dan di sungai Bah Bolon dekat rumah
orang tuanya di kampung. Kini ia melakukan itu semua di tempat-tempat yang
jauh dari tanah kelahirannya, di berbagai negara, tempat ia bisa belajar
tentang arti penting pelestarian lingkungan hidup. Ia pernah menjelajahi
hampir sebagian besar hutan belantara mancanegara, menyelami sungai
panjang dan laut dalam di berbagai negara, seperti Amerika, Kanada, New
Zealand, Australia, Turki, Spanyol, Kazakhstan, Rumania, sebagian besar
Afrika, dan belahan dunia lainnya.
Ia telah memperoleh sejumlah kepercayaan dan penghargaan bergengsi di
tingkat nasional maupun internasional di bidang pelestarian lingkungan
hidup. Ia juga berburu untuk konservasi yang telah nyata penerapan dan
hasilnya di hampir seluruh negara. Ia adalah satu-satunya putera Indonesia
yang kini namanya masuk buku Great Hunter dan orang Indonesia pertama yang
memperoleh African Big Five Grand Slam Award.
Namanya juga tercantum dalam Record Book dan tertera di dinding Museum
Safari Club International (SCI) di Tucson, Amerika. Dia juga telah
menerima International Conservation Award, Dangerous Game of Africa,
memperoleh World Hunting Award, mendapat puluhan Gold Award, sebagai SCI
Master Measurer, dan telah menerima penghargaan-penghargaan tertinggi
dunia lainnya. Ia merupakan anggota seumur hidup Safari Club International
dan International Professional Hunter Association, ia dipercaya untuk
ketigakalinya menjadi Ketua Regional Representative SCI untuk negara China
dan Jepang serta anggota supporter Green Peace International selama
puluhan tahun.
Rahmat menginginkan pengalamannya yang beragam dan unik, terutama dalam
kegiatan pembinaan dan berburu, bisa juga dinikmati orang lain. Untuk itu,
ia mengabadikan semua hewan liar hasil buruannya dengan mendirikan dan
mengelola Museum dan Galeri satwa liar bertaraf internasional pada tanggal
14 Mei 1999 yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof.
Dr. Juwono Sudarsono. Satu-satunya museum satwa di Asia yang memamerkan
lebih kurang 600 jenis satwa liar dunia, sebagian hasil buruannya dari
berbagai negara, hewan-hewan mati dari taman hewan, dan pembelian secara
legal serta pemberian teman-teman dari beberapa negara.
Dalam kurun waktu dua tahun, eksistensi dan aktivitas museum ini telah
beberapa kali meraih penghargaan, di antaranya masuk dalam Museum Record
Indonesia (MURI) dan Piagam Penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup
Republik Indonesia yang masuk nominasi calon penerima Penghargaan
Kalpataru Tahun 2001 dalam rangka Hari Lingkungan Hidup 5 Juni 2001 dan
penghargaan-penghargaan internasional lainnya.
Di museum ini terdapat bukti tentang betapa concern Rahmat dengan
konservasi. Tahun 1995, saat diadakan konferensi di Amerika, ia meraih
penghargaan International Conservation Award, penghargaan tertinggi
konservasi. Ia ingin Amerika dan negara-negara lainnya tahu bahwa
Indonesia juga sangat peduli pada penyelamatan kepunahan hewan-hewan yang
ada. Itu dibuktikannya ketika ia memenangkan lelang foto tiga Presiden
Amerika serikat masing-masing Gerald Ford, George Bush dan Bill Clinton
sedang bermain golf bertiga. Hal ini merupakan kejadian langka yang belum
pernah terjadi sebelumnya. Lelang pertama yang sangat langka itu
dimenangkannya dengan nilai US $ 16.500. Dananya disumbangkan untuk
kepentingan konservasi. Saat ini foto tiga Presiden di lapangan golf
tersebut ada di museumnya.
Di dalam negeri, ia mendapat kepercayaan menjadi pengurus sejumlah
organisasi menembak, taman hewan, dan lingkungan hidup, permuseuman,
misalnya Pengurus Besar Perbakin (Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu
Indonesia) selama empat periode, sampai saat ini dipercaya sebagai Penatar
Nasional, pengelola Taman Hewan Pematang Siantar (Siantar Zoological
Park), dan Dewan Pembina Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia (FOKSI) dan
Bendahara Umum Badan Musyawarah Museum Indonesia (BMMI).
Ia kini dikenal sebagai pengusaha, diplomat, pemburu kelas dunia, dan
politisi (tahun 1999 terpilih menjadi anggota Majelis Permusyawaratan
Rakyat Utusan Daerah Sumatera Utara), banyak membina dan memimpin
organisasi. Sejumlah organisasi usaha dan kemasyarakatan yang turut
dibinanya antara lain sebagai Dewan Kehormatan BPP HIPMI, Dewan Pembina
Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Utara, Dewan Pembina Asosiasi Manajer
Indonesia (AMI), Dewan Pengurus Badan Kerjasama Perusahaan Perkebunan
Sumatera (BKS-PPS), Ketua Medan Club selama tiga periode (10 tahun), Ketua
Dewan Pakar Inkubator Bisnis USU, pendiri Yayasan Rahmat, pendiri Yayasan
Sumatera Lestari (Yasri), pendiri Pesantren H. Mohammed, Dewan Pembina
YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) Medan, Dewan Pembina Yayasan UISU
Medan, Dewan Penasehat Majelis Adat Budaya Melayu, dan Dewan Penyantun
IAIN Sumatera Utara.
Peduli Sosial
Kiprahnya dalam kehidupan sosial bukanlah sesuatu yang istimewa. Baginya
memberi bantuan merupakan sesuatu yang biasa dan mengalir begitu saja,
meskipun sebagian besar orang menganggap apa yang dilakukannya di bidang
sosial sebagai hal yang luar biasa.
Ini telah dibuktikannya, dengan memberi bantuan yang sangat dibutuhkan
masyarakat sekitar lingkungan usaha berupa tempat ibadah, sekolah dan lain
sebagainya. “Dua pertiga hidup saya saat ini untuk kegiatan sosial,”
katanya.
Banyak orang datang dan menyuratinya. Ada yang meminta modal untuk
berjualan, membeli becak, biaya pendidikan dan sebagainya. Umumnya
permintaan mereka dikabulkan meski dengan persyaratan bantuan yang
diberikan harus benar-benar sesuai untuk keperluannya. Jika ia mengetahui
dari pemberitaan di media massa atau sumber lain ada orang yang mengalami
kesulitan dan sangat tersiksa atau merana tanpa bisa mengatasi karena
tidak mempunyai biaya, ia langsung mengirimkan staf untuk mengecek
kebenarannya, kemudian mengirimkan bantuan yang pantas dan sesuai
kebutuhan.
Panggilan Moralitas Politik
Kehadirannya di dalam dunia politik ditempuh melalui jalan yang cukup
berliku. Semula bergabung dan aktif di Golongan Karya (Golkar), sempat
terpilih menjadi salah seorang jurkam (juru kampanye) terbaik dan telah
banyak memberi kontribusi waktu dan dana. Belakangan merasa kecewa karena
perjuangannya mendorong dan menampung aspirasi rakyat kurang mendapat
dukungan dari para oknum elit di partainya. Ketika Pemilu 1999 berlangsung
dan saat Golkar secara resmi berubah menjadi partai, ia menyatakan keluar
dari Golkar dan bersikap netral.
Tatkala mendapat kesempatan untuk menjadi anggota MPR Utusan Daerah Sumut,
ia diharuskan memilih salah satu partai. Pilihannya jatuh pada Partai
Persatuan Pembangunan (PPP). Partai berlambang Ka’bah ini dianggap cukup
fokus dan konsekuen dalam memperhatikan serta mempedulikan masalah-masalah
yang dihadapi masyarakat serta konsisten dengan perjuangan demi bangsa dan
negara.
Ketika ia dianggap cukup berjasa dalam menyukseskan Sidang Istimewa MPR
yang lalu, sejumlah teman-temannya di PPP dan tokoh-tokoh masyarakat di
daerah berharap dan menyarankan agar ia mengambil peluang dan kesempatan
duduk di posisi penting di pemerintahan. Tetapi apa kata Rahmat “Ibarat
saya sedang duduk di depan meja makan. Semua jenis menu makanan terbaik
dan lengkap sudah tersedia di atas meja. Apakah saya harus mengambil
makanan lain lagi di meja orang lain?”
Keluarga Segalanya
Banyak orang bertanya bagaimana Rahmat bisa membagi waktu untuk membina
keluarga. Kapan dan bagaimana pula kiatnya bisa membangun hubungan
harmonis dengan keluarga di tengah kesibukan mengurus usaha, kegiatan
sosial politik, hobi dan lainnya. Banyak contoh di masyarakat mengenai
keberhasilan seseorang dalam dunia usaha kegiatan sosial politik dan karir
profesi tetapi gagal membina dan memiliki keluarga yang bahagia.
Sebaliknya malah mengorbankan kepentingan isteri dan anak-anaknya. Kurang
memperhatikan keluarga sehingga menjadi fatal akibatnya.
Maka, sepanjang hari Sabtu dan Minggu, biasanya ia menghabiskan waktu
untuk berkumpul bersama keluarga. Walau sedang di Jakarta, Singapura atau
Malaysia, jika pekerjaan belum selesai pada hari Sabtu ia akan kembali ke
rumah untuk berkumpul bersama keluarga, menghindar dari berbagai acara
undangan resmi. Saat liburan sekolah anak-anak, ia membawa seluruh anggota
keluarga berlibur ke luar kota, ke luar daerah, atau ke mana saja.
Kadang-kala juga mengajak keluarga masuk tengah hutan di berbagai belahan
dunia. Pendeknya, ia selalu berupaya berkumpul dan makan bersama keluarga
pada setiap hari Sabtu-Minggu. Hari untuk keluarga itu, diupayakan tidak
terganggu oleh pekerjaan serta acara-acara yang tidak ada habisnya. “Saya
beruntung mempunyai keluarga yang penuh pengertian sehingga saya berhasil
mencapai posisi seperti ini,” katanya.
Seorang pengusaha, menurutnya, belum bisa disebut sukses bila tidak
berhasil membangun keluarga. Pengusaha yang sukses selalu bersikap baik
terhadap keluarga, memberikan perlindungan, memelihara, membesarkan dan
memperlakukan isteri serta anak-anak dengan baik, agar mereka tumbuh
menjadi pribadi-pribadi yang mandiri dan bermanfaat.
Karena keluarga pulalah, ia bersyukur karena tidak bisa berdansa dan
menyanyi. Buatnya itu tidak masalah. Berarti Tuhan Yang Mahakuasa sayang
dan tahu apa yang baik dan buruk untuk dirinya, sehingga ia bisa membatasi
diri untuk keluar rumah seperti ke diskotek, night club, bergembira
bersama orang-orang yang tidak dikenal sebelumnya yang penuh kepalsuan
belaka yang tujuannya tidak lain hanya berfoya-foya dan menghamburkan
harta. Ada hikmah tersendiri baginya, karena tidak bisa berdansa dan
bernyanyi sebagai-mana teman-temannya.
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia), sumber “50 Tahun Rahmat Shah"
|
|