| |
C © updated 15042008 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ |
|
| |
Biodata
Nama:
Ronny Pasla
Julukan:
Macan Tutul
Lahir:
Medan, 15 April 1947
Istri:
Enny K. Pasla
Anak:
- Fransiska Pasla
- Fransisce Pasla
- Renaldo Pasla
- Jonny Raymond Pasla
- Diaz Pasla
- Sisfani Pasla
Ayah:
Felix Pasla
Ibu:
Magdalena Sorongan
Karier Sepakbola
- Dinamo, Medan
- Bintang Utara, Medan
- PSMS Medan
- Persija Jakarta
- Indonesia Muda, Jakarta
- Timnas Indonesia (PSSI)
Prestasi:
- Juara Kejuaraan Tenis Nasional Tingkat Junior di Malang, 1967
- PSMS Medan, Juara Piala Suratin, 1967
- PSMS Medan, Juara Nasional, 1967
- Timnas Indonesia, Juara Piala Agakhan di Bangladesh, 1967
- Timnas Indonesia, Juara Merdeka Games, 1967
- Timnas Indonesia, Peringkat III Saigon Cup, 1970
- Timnas Indonesia, Juara Pesta Sukan Singapura, 1972
Penghargaan:
- Warga Utama Kota Medan, 1967
- Piagam dan Medali Emas dari PSSI, 1968
- Atlet Terbaik Nasional, 1972
- Penjaga Gawang Terbaik Nasional, 1974
|
|
| |
|
|
|
|
| RONNY PASLA HOME |
|
|
 |
Ronny Pasla
Kiper Indonesia Legendaris
Ronny Pasla kiper Indonesia (PSSI) legendaris kelahiran Medan, 15 April
1947. Dia berkiprah sebagai kiper tim nasional Indonesia tahun 1966
sampai 1985. Peraih Piagam dan Medali Emas dari PSSI (1968), Atlet
Terbaik Nasional (1972) dan Penjaga Gawang Terbaik Nasional (1974), itu
memulai karir sepak bolanya dari Medan.
Sebenarnya, Ronny lebih awal meminati olahraga tennis sampai sempat
meraih juara pada Kejuaraan Tenis Nasional Tingkat Junior di Malang,
1967. Namun ayahnya, Felix Pasla menyarankannya ke sepakbola. Jadilah
dia andalan di klub Dinamo, Medan, Bintang Utara, Medan dan PSMS Medan.
Kemudian hijrah ke Persija Jakarta dan Indonesia Muda, Jakarta. Selama
berkiprah di PSMS, Ronny dan rakan-rekannya meraih prestasi sebagai
Juara Piala Suratin (1967) dan Juara Nasional (1967).
Kiprahnya sebagai penjaga gawang andalan Tim Nasional Indonesia (PSSI)
juga meraih prestasi sebagai Juara Piala Agakhan di Bangladesh (1967),
Juara Merdeka Games (1967), Peringkat III Saigon Cup (1970) dan Juara
Pesta Sukan Singapura (1972).
Atas prestasinya yang gemilang sebagai kipper PSMS, Ronny berdarah
Manado yang dijuluki Macan Tutul bertinggi badan 183 cm itu mendapat
penghargaan sebagai Warga Utama Kota Medan (1967). Kiprahnya di
sepakbola dan Timnas PSSI sebagai kiper andalan sejak 1966 hingga
pensiun 1985 dalam usia 38 tahun dianugerahi Piagam dan Medali Emas dari
PSSI (1968), Atlet Terbaik Nasional (1972), Penjaga Gawang Terbaik
Nasional (1974).
Selama karir sebagai kiper tentu banyak pengalaman Ronny yang amat
berkesan. Salah satu di antaranya, tatkala Timnas Brazil yang diperkuat
pesepak bola legendaris Pele, tur ke Asia termasuk Indonesia pada 1972.
Dalam laga Timnas Indonesia dan Brazil itu Ronny berhasil menahan
eksekusi penalti Pele, kendati Indonesia akhirnya kalah 1-2.
Setelah pensiun dari dunia sepak bola pada usia 40 tahun di Indonesia
Muda (IM), Jakarta, Ronny lebih banyak menggumuli olahraga tennis
lapangan sebagai pelatih. Bahkan dia memiliki sekolah tenis lapangan
bernama Velodrom Tennis School di Jakarta.
Namun belakangan, tepatnya Juni 2007, bersama dua rekannya, Andjas
Asmara dan Ipong Silalahi, Ronny Pasla mulai menggarap pembentukan tim
sepak bola impian melalui reality show pencarian bakat sepak bola
bertajuk My Team.
►ti/tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|