| |
C © updated 22092008 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/liputanbola |
|
| |
Biodata
Nama:
Ronny Pattinasarani
Lahir:
Makassar, Sulawesi Selatan, 9 Februari 1949
Meninggal:
Jakarta, 19 September 2008
Isteri:
Stella Pattinasarani
Anak:
- Benny Pattinasarani
- Yerry Pattinasarani
- Theressia Pattinasarani
Karier Pemain:
- PSM Junior (1966)
- PSM Makassar 1968-1976
- Timnas (1979-1985)
- Warna Agung (1978-1982)
- Tunas Inti (1982)
Karir Pelatih:
- Persiba Balikpapan
- Krama Yudha Tiga Berlian
- Persita Tangerang
- Petrokimia Gresik
- Makassar Utama
- Persitara Jakarta Utara
- Persija Jakarta
Karir Pengurus:
- Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI 2006
- Wakil Ketua Komdis 2006
- Tim Monitoring Timnas 2007
Prestasi Pemain:
- Olahragawan Terbaik Nasional (1976 dan 1981)
- Pemain Terbaik Galatama (1979 dan 1980)
- Medali Perak SEA Games (1979 dan 1981)
Prestasi Pelatih:
- Petrokimia Juara Surya Cup
- Petrokimia Juara Petro Cup
- Petrokimia menjadi runner-up Tugu Muda Cup
Alamat Keluarga:
Jalan Pulomas 3b No 9, Jakarta, Timur
|
|
| |
|
|
|
|
| RONNY PATTINASARANI |
|
|
 |
Ronny Pattinasarani (1949-2008)
Pesepakbola Indonesia Legendaris
Ronny Pattinasarani, pesepakbola legendaris Indonesia kelahiran
Makassar, Sulawesi Selatan, 9 Februari 1949 meninggal dalam usia 59 di
Omni Medical Centre, eks RS Ongkomulyo, Jakarta Timur, Jumat , 19
September 2008 sekira pukul 13:20 WIB.
Olahragawan Terbaik Nasional (1976 dan 1981) itu menderita kanker.
Mantan Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI 2006, Wakil Ketua Komdis
2006, dan Tim Monitoring Timnas 2007, itu meninggalkan satu orang istri
Stella Pattinasarani, dan tiga orang anak yaitu Benny Pattinasarani,
Yerry Pattinasarani, dan Theressia Pattinasarani.
Mantan pemain PSM Junior (1966), PSM Makassar 1968-1976, Timnas
(1979-1985), Warna Agung (1978-1982) dan Tunas Inti (1982), itu
menderita kanker paru-paru dan tulang belakang. Sejak Selasa
(16/9/2008), ia menjalani perawatan di RS OMC, ex-RS Ongkomulyo. Namun
kondisinya terus memburuk sampai akhirnya menghembuskan nafas
terakhirnya.
Sebelumnya, dia sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit
Modern Guangzhou, China. Dia kembali lagi ke Jakarta 31 Agustus 2008,
hanya beberapa hari setelah operasi penyedotan cairan kanker dari
paru-paru dan tulang belakangnya. Tim dokter Moderrn Guangzhou
memastikan kalau kanker sudah menyerang tulang belakang dan paru-paru.
Jenazah disemayamkan di Rumah Duka Jalan Pulomas 3b No 9, Jakarta, Timur.
Dimakamkan di San Diego Hill, Karawang, Jawa Barat, Minggu 21 September
2008.
Persepakbolaan Indonesia kehilangan satu lagi tokoh yang pernah
mengharumkan Tim Merah Putih. Setelah ditinggal Iswadi Idris, publik
sepakbola Indonesia kembali harus melepas Ronny Pattinasarani yang
meninggal dunia hari ini, Jumat (19/9). Ronny Pattinasarani meninggal
dunia di Rumah Sakit Omni Medical (RS OMC), Pulomas, Jakarta Timur,
sekitar pukul 13.00 WIB.
Ronny seoraang pesepakbola terbaik negeri ini. Ia menjadi bintang
lapangan pada era 1970-an sampai awal 1980-an. Bermain di berbagai klub
Perserikatan dan Galatama yang di antaranya PSM Makassar, Warna Agung
dan Tunas Inti. Ronny Pattinasarani memperkuat Timnas Indonesia dari
1979-1985.
Dia juga menjadi pelatih
Persiba Balikpapan,
Krama Yudha Tiga Berlian,
Persita Tangerang,
Petrokimia Gresik,
Makassar Utama,
Persitara Jakarta Utara, dan
Persija Jakarta
Di akhir hayatnya, Ronny Pattinasarani masih tercatat sebagai anggota
tim monitoring Badan Tim Nasional (BTN) PSSI bersama Risdianto. Tim
monitoring BTN ini semula juga beranggotakan Iswadi Idris, yang
meninggal 11 April lalu akibat serangan jantung. ►ti/tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|