| |
C © updated 08012008 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ |
|
| |
Nama:
Prof Dr Ir Mohammad Sadli
Lahir:
Sumedang, Jawa Barat 10 Juni 1922
Meninggal:
Jakarta, 8 Januari 2008
Agama:
Islam
Isteri:
Prof Dr Saparinah Sadli
Pendidikan:
- S-1 Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (1952)
- S-2 Institut Teknologi Massachussetts, Amerika Serikat (MSc, 1956)
- S-2 Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat (1957)
- S-3 Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta (1963)
- S-3
Universitas Harvard, Amerika Serikat (1964)
Karir:
- Direktur Lembaga Penelitian Ekonomi dan Sosial Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia (1957-1962)
- Asisten Rektor Universitas Indonesia (1962-1963)
- Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1963-2008)
- Menteri Tenaga Kerja Kabinet Pembangunan I Reshuffle (1971-1973)
- Menteri Pertambangan Kabinet Pembangunan II (1973-1978)
Kegiatan Lain:
- Penasihat Bapindo (1978)
- Presiden Komisaris PT Air Indonesia Transport (1979)
- Presiden Komisaris PT Aneka Tambang (1979)
- Anggota Komite Perencanaan Pembangunan PBB (1984)
- Presiden Komisaris PT Tifico (1982)
- Tim Penasihat Ekonomi. Hingga Presiden Megawati Sokernaputri,
2001-2004
- Penulis analisis ekonomi
Organisasi:
- Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (1966)
- Penasihat Ahli Kadin (1980)
- Sekretaris Jenderal Kadin Indonesia (1982-1985)
Alamat Keluarga:
Jalan Brawijaya IV No 24 Jakarta Selatan
|
|
| |
|
|
|
|
| M SADLI HOME |
|
|
 |
Prof Dr M Sadli (1922-2008)
Ekonom Senior Orde Baru
Prof Dr Mohammad Sadli, ekonom senior yang ikut berperan penting dalam
pembangunan ekonomi Indonesia, terutama pada era Orde Baru. Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
ini pernah menjabat
Menteri Tenaga Kerja Kabinet Pembangunan I Reshuffle (1971-1973) dan
Menteri Pertambangan Kabinet Pembangunan II (1973-1978).
Dia seorang ekonom berintegritas tinggi. Menurut sejawatnya
Prof Dr Emil Salim, dia
ekonom yang setia pada hati nurani dan setia pada integritas keilmuan.
Dia berani mengatakan sesuatu itu putih, jika putih dan hitam jika hitam.
Termasuk mengenai kebijakan ekonomi Presiden Soeharto dalam sepuluh
tahun terakhir sebelum kejatuhannya.
Pria kelahiran
Sumedang, Jawa Barat, 10 Juni 1922, ini meninggal dunia dalam usia ke-86
tahun di RS PGI Cikini Jakarta, pukul 23.30 wib Selasa 8 Januari 2008.
Prof Sadli, panggilan akrabnya, meninggalkan seorang istri
Prof Dr
Saparinah Sadli, anak, dan cucu. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka
Jalan Brawijaya IV No 24 Jakarta Selatan, dan dimakamkan Rabu (9/1/2008)
siang di TMP Kalibata. Sejumlah tokoh datang melayat. Di antaraanya
Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono dan Wapres Jusuf
Kalla yang sengaja mengistrahatkan sementara (break) Sidang Kabinet,
Rabu 9/1/08 untuk berkesempatan melayat.
Prof Sadli menamatkan pendidikan sarjana teknik dari Fakultas Teknik
Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (1952). Kemudian meraih gelar MSc (S-2)
dari Institut Teknologi Massachussetts, Amerika Serikat (1956). Namun
kemudian dia lebih tertarik ke bidang ekonomi sehingga melanjutkan studi
ke Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat (1957) serta gelar
doktor (S-3) dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta (1963)
dan
Universitas Harvard, Amerika Serikat (1964).
Sebelum berkecimpung dalam pemerintahan, Prof Sadli telah mengajar di
Universitas Indonesia sejak tahun 1953 dan dikukuhkan sebagai Guru Besar
FE-UI, 1963.
Dia seorang ekonom yang ikut berperan dalam pembangunan ekonomi
Indonesia, terutama pada era Orde Baru. Bersama lulusan Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat,
lainnya, seperti Widjojo Nitisastro dan
Emil Salim, dijuluki
sebagai
Ekonom Berkeley. Julukan ini diberikan antara lain sehubungan kebijakan
ekonomi mereka yang akrab dengan penanaman modal asing. Julukan yang
bernada sinis ini tidak mempengaruhi dirinya untuk mendedikasikan diri
baik dalam dunia pendidikan maupun pembangunan ekonomi dalam
pemerintahan.
Pada awal pemerintahan Presiden Soeharto, Prof Sadli telah berperan sebagai anggota tim
penasihat ekonomi dan menjabat Ketua Komite
Penanaman Modal Asing (PMA). Kemudian pada usia belum 45 tahun dia
dipercaya Menteri Tenaga Kerja Kabinet Pembangunan I Reshuffle (1971-1973)
dan Menteri Pertambangan Kabinet Pembangunan II (1973-1978).
Selain itu, dia juga pernah menjabat Penasihat Bapindo (1978, Presiden Komisaris PT Air Indonesia Transport (1979), Presiden Komisaris PT Aneka Tambang (1979)
serta Presiden Komisaris PT Tifico (1982). Bahkan pernah menjadi Anggota Komite Perencanaan Pembangunan PBB (1984).
Mantan Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (1966), ini juga aktif
sebagai Penasihat Ahli Kadin (1980) bahkan menjabat Sekretaris Jenderal Kadin Indonesia (1982-1985).
Kemudian setelah era reformasi, dia aktif dalam Tim Penasihat Ekonomi Presiden
Megawati Soekarnaputri,
2001-2004. Bahkan sampai menjelang akhir hayatnya, Prof Sadli masih
gigih menyumbangkan pemikirannya demi kemajuan bangsa dan negara yang
dicintainya, Negara Kesatuan Republik Indonesia, melalui berbagai
tulisan yang diterbitkan di sejumlah media cetak nasional.
Dalam rangka ulang tahun kelahirannya yang ke-80, Mohamad Ikhsan,
Chris Manning, Hadi Soesastro mempersembahkan buku bertajuk: 80 Tahun
Mohamad Sadli. Ekonomi Indonesia di Era Politik Baru. Dalam resensi yang
ditulis ST Sularto dalam Harian Kompas, Sabtu 8 Juni 2002 disebut: "Prof
Sadli menjadi bagian dari jatuh-bangunnya Orde Baru, bahkan juga
sesudahnya; tidak saja ketika menjadi anggota tim penasihat dengan
sebutan sinis “Mafia Berkeley” atau sebagai menteri, tetapi juga saat
menjabat dalam lembaga-lembaga ekonomi yang strategis." Selengkapnya
baca: Sadli dan “PR”
Pemerintahan Pasca-Soeharto. ►e-ti/robinson binsar halomoan
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|