| |
C © updated 07072006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Soebronto Laras
Lahir:
Jakarta, 5 Oktober 1943
Jabatan:
Presiden Direktur PT Indomobil Suzuki Internasional
Isteri:
Herlia Emmi Yani, putri Almarhum Jenderal Ahmad Yani
Anak:
Dua Orang
Pendidikan:
-SD Perguruan Cikini, Jakarta, 1958
-SLP Perguruan Cikini, Jakarta, 1961
- SLA Harapan Kita, Jakarta, 1964
-Paisley College (Mechanical Engineering), Scotlandia, 1969 - Hendon
College (Business Administration), London, United Kingdom, 1972
Karir:
- Direktur PT Saphira Pillar Motor (1972-1974)
- Direktur First Chemical Industry (1974)
- Dirut PT Indohero Steel Engineering & Co.
- Dirut PT Indo Mobil Utama dan Wakil Dirut PT Suzuki Indonesia
- Manufacturing (1976)
- Wakil Dirut PT Suzuki Engine Industry
- Dirut PT National Motors Co. dan Dirut PT Unicor Prima Motor
(1984)
- Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika (1985)
- Presiden Direktur PT Indomobil Suzuki Internasional
Alamat Rumah:
Jalan Bonang 7, Jakarta Pusat Telp: 331195
|
|
| |
|
|
|
|
| SOEBRONTO LARAS |
|
|
 |
Soebronto Laras
Personifikasi Suzuki di Indonesia
Subronto Laras, Presiden Direktur PT Indomobil Suzuki Internasional,
pengusaha yang membesarkan merek Suzuki di Indonesia. Tangan dingin pria
kelahiran Jakarta, 5 Oktober 1943, ini telah membawa produk-produk
Suzuki meraih sukses pangsa pasar yang cukup besar di Indonesia.
Bahkan tak berlebihan bila disebut dialah personifikasi Suzuki di negeri
ini. Namanya identik dengan Suzuki. Suzuki adalah Soebronto Laras. Atau
sebaliknya, Subronto Laras adalah Suzuki. Dua nama yang tak terpisahkan.
Beberapa jenis otomotif merek Suzuki telah diluncurkannya. Satu yang
paling anyar dan merupakan pewujudan impian lamanya, adalah Suzuki APV,
kendaraan multiguna (Multi Purpose Vehicle, MPV). Dia selalu bersemangat
jika diajak bicara soal impiannya ini.
Saat ditanya di sela acara peluncuran buku biografi Soebronto Laras
berjudul Meretas Dunia Automotif Indonesia, Minggu (15/5), di Grand
Ballroom, Hotel Hilton, mengapa Suzuki APV memakai mesin 1.500 cc dan
bukan yang lebih besar dari rata-rata pesaingnya? Dia menjawab bahwa
mesin berkapasitas 1.500 cc adalah batasan minimum dari aturan pajak 20
persen. Kalau lebih dari itu maka pajaknya lebih tinggi dan harganya
akan lebih mahal. ”Suzuki APV bisa saja memakai mesin 1.600 cc, tapi
harganya jadi lebih mahal sepuluh jutaan,” jelas tokoh yang akrab
dipanggi Yonto itu.
Soebronto Laras memang dibesrakan dalam keluarga yang menggumuli dunia
otomotif. Ayahandanya, R. Moerdowo (almarhum) adalah importir mobil
Citroen, Tempo dan Combi sejak 1949. 'Maka sejak kecil dia sudah
tertarik kegiatan bengkel,'' ujar perakit motor dan mobil Suzuki itu.
Dia mengecap pendidikan SD sampai SLA di SD Perguruan Cikini, Jakarta, 1958, SLP Perguruan Cikini, Jakarta, 1961dan SLA Harapan Kita, Jakarta, 1964.
Setamat SLA, Yonto melanjutkan studi rekayasa mesin di Paisley College
for Technology, Scotlandia, 1969. Kemudian melanjut ke Hendon College
for Business Management, di London, United Kingdom, 1972. Selagi di
sanalah ia bergaul akrab denga Roesmin Noerjadin (mantan Menteri
Perhubungan), dan Benny Moerdani (mantan Pangab). Sebab, Yonto sempat
menjadi staf lokal Atase Pertahanan di KBRI London.
Kembali dari Inggris, 1972, anak kedua dari empat bersaudara ini
berkenalan dengan Atang Latief, pemilik Bank Indonesia Raya dan sejumlah
kasino (ketika itu). Bahkan Yonto menjadi orang kepercayaan Atang. Ia
menjabat Direktur PT First Chemical Industry, yang bergerak dalam bidang
formika, alat-alat plastik, dan perakitan kalkulator.
Empat tahun kemudian ia menjadi dirut perusahaan perakitan motor mobil
Suzuki.''Saya berani karena didukung penuh oleh Pak Atang Latief,'' kata
Yonto. Dari sebuah perusahaan yang nyaris bangkrut, kemudian berkembang
hingga beromset ratusan milyar kala itu.
Kemudian sejak 1981 bisnisnya bertambah kuat dengan masuknya grup Liem
Sioe Liong. Pada 1984, ia menjadi Dirut PT National Motors Co. dan PT
Unicor Prima Motor, perakit mobil Mazda, Hino, dan sepeda motor Binter.
Pada masa remajanya, Yonto pernah menjadi pembalap motor, bersama antara
lain Tinton Soeprapto. Pada hari- hari libur, bersama teman-temannya, ia
masih suka menunggang motor Suzuki 1.000 cc ke luar kota. Kalau ada
produksi baru hasil rakitan pabrik mobilnya, Yonto tidak pernah absen
ikut menguji.
Dia menikah dengan Herlia Emmi Yani, putri Almarhum Jenderal Ahmad Yani,
dikaruniai dua anak. Yonto menyenangi jogging, tenis, renang, rally, dan
bulu tangkis. Ia juga memiliki koleksi sepeda motor dan anjing ras
herder dan doberman. ►ti/tsl, dari berbagai sumber, terutama PDAT
dan Sinar Harapan
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|