A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Buku
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 01102005  
   
  ► e-ti/  
  Majalah Tokoh Indonesia 24 Edisi Khusus 60 Tahun RI

Soeharto Bapak Pembangunan Indonesia


DAFTAR ISIDEPTHNEWS:60 Tahun Republik Indonesia. Gerak Pembangunan di Era Enam PresidenPembangunan di Era Bung Karno: = Gelora Politik RevolusionerBung Karno Putra Sang Fajar Pembangunan di Era Pak Harto: Selamatkan Bangsa dari KehancuranPak Harto Membangun IndonesiaBapak PembangunanStrategi Trilogi PembangunanSukses Pangan, KB dan Perumnas Disegani, Diplomasi Pak HartoPak Harto BerdukaPembangunan Era Reformasi: Pertarungan Politik Empat PresidenBJ Habibie, Melepas Timor Timur Gus Dur, Sempat Keliling DuniaMegawati Andalkan Privatisasi ► Susilo Bambang Yudhoyono Pilihan Rakyat, Kaya WacanaATENSI:HM Soeharto, Jenderal Besar TNI, Bapak Pembangunan IndonesiaWAWANCARA:Pak Harto Hidupnya SederhanaAir Mata Pak HartoDalang Peristiwa 14 Mei 1998 ► Habibie Nyatakan SanggupTOKOH UTAMA: ► HM Soeharto, Sang Negarawan, Rela Mundur Hindari Pertumpahan DarahG-30-S/PKI dan Isu Dewan JenderalMikul Dhuwur Mendhem JeroMalah Dituduh Terkait G-30-S/PKIKISAH HIDUP: ► Satria Dari Desa KemusukSerangan Umum 1 Maret 1949Tak Lupa Pada AkarnyaKEGIATAN SOSIAL:Wawancara Pak Harto Tentang Yayasan yang DidirikannyaPak Harto di Al-Zaytun ► Kapur Sirih: Tak Mudah Jadi Presiden ► Surat & Komentar: Pak Harto
 

MAJALAH TOKOH INDONESIA 24 VERSI PDF
 

 
     
 
SURAT MTI 24

 

SURAT & KOMENTAR

Pak Harto Lebih Baik

Semula saya ikut mendukung reformasi untuk menurunkan Pak Harto dari jabatannya sebagai Presiden RI. Karena menurut saya, beliau sudah terlalu lama jadi Presiden dan cenderung otoriter. Tapi setelah reformasi bergulir dan Presiden berganti-ganti sudah empat kali dari BJ Habibie ke Gus Dur, dari Gus Dur ke Megawati dan dari Megawati ke SBY, saya mulai merasa menyesal karena terlalu emosional ikut menghujat Pak Harto. Ternyata beliau jauh lebih baik dari para Presiden penggantinya.

Ketika Pemilu Presiden langsung, saya berharap SBY akan melakukan perubahan seperti dijanjikannya, ternyata janji-janji itu semua omong kosong. Sehingga rakyat sudah banyak yang kesal merasa dibohongi. Kemiskinan bertambah dan berbagai malapetaka pun terjadi. Saya berpikir, barangkali berbagai kejadian itu sebagai peringatan agar kita menghormati para pejuang dan orang tua.
Jakarta, September 6, 2005
Didy Satriady
didy_satriady28@yahoo.com

Penyakit dan Bencana
Penyakit dan bencana alam silih berganti terjadi akhir-akhir ini, terutama dalam satu tahun terakhir ini. Ada gempa dan tsunami, banjir, tanah longsor, kecelakaan di darat, laut dan udara. Penyakit polio dan busung lapar pun terjadi. Atas semua malapetaka itu, menurut saya, sudah waktunya bangsa ini terutama para pemimpin dan elit dan aktivis politik, memohon pengampunan dari Allah Swt, atas segala kesalahan yang tidak menghormati para pendahulu bangsa ini, termasuk mantan Presiden Soeharto, yang telah dihujat dan dinistakan pada era reformasi ini.
Riau, Agustus 17, 2005
Adi Teguh Suwanda
adits14@yahoo.com

Terimakasih Pak Harto
Saya seorang ibu rumah tangga, mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Harto atas kepemimpinannya selama menjadi Presiden. Semoga beliau beserta keluarga diberi ketabahan dan kesabaran serta kekuatan iman dalam menghadapi berbagai cobaan.
Gorontalo, September 08, 2005
Ny. Arbaina Abd Sani
Ibu Rumah Tangga

Pak Harto Idola Saya
Saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Pak Harto atas pengabdian dan jasa-jasanya dalam memajukan dan menyejahterakan negara ini. Walaupun beliau tidak lagi Presiden, namun saya tetap menjadikan figur beliau sebagai idola saya. Saya mendengar banyak berita buruk dan desas-desus yang menyudutkan beliau, tapi saya percaya kalau beliau tidak bersalah.
Bogor, Juni 24, 2005
Titi Amalia SL

Terukir Indah
Saya sangat bersimpati dan berterimakasih atas semua pengabdian, pengorbanan dan kepedulian Pak Harto selama ini pada negeri tercinta, Indonesia. Perjuangan Pak Harto selama ini akan terukir dalam hati saya selamanya. Semoga Allah swt, memberikan kesehatan, ketenangan dan kebahagiaan kepada Pak Harto
Jakarta, Mei 25, 2005
Vindy Friyantdanie

Pernah Menolong Kami
Kami merasa terenyuh, bahkan tak mampu menahan air mata ketika menyaksikan Pak Harto mengucapkan pidato singkat di TV pada Mei 1998 lalu. Bagi kami sekeluarga, Pak Harto adalah orang berhati mulia. Beliau pernah menolong kami 23 tahun lalu, ketika kami masih di SMEA Kendal. Saat itu karena keadaan yang terpaksa, kami berkirim surat ke Cendana untuk meminta bantuan biaya sekolah. Dan kami tidak sangka, surat kami dibalas langsung almarhumah Ibu Tien, disertai nasihat mulia dan uang untuk membantu sekolah kami. Dan berkat jasa almarhumah Ibu Tien, akhirnya kami lulus tahun 1982. Sejak saat itu, jasa Pak Harto dan Ibu Tien tak mungkin kami lupakan.
Kebayoran Baru, Jakarta
Yasmadi Ade Suratman

Bapak Wong Cilik
Saya seoarang anak yatim. Mungkin anak yatim seperti saya, melekat di hati Pak Harto. Pak Harto adalah idola saya. Karena semangat juang dan jiwa kepemimpinan yang layak dibanggakan. Saya tidak peduli apa kate mereka tentang Pak Harto dan keluarga. Saya tetap senang sama Pak Harto sebagai Bapake Wong Cilik. Saya bangga dengan sikap dan kepemimpinan beliau.
Sragen, Jawa Tengah
Yoeni

Sikap Kenegarawanan
Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan kesedihan yang tiada dapat terlukiskan atas keputus-an Jenderal Besar HM Soeharto meng-undurkan diri dari jabatan Presiden Republik Indonesia. Pak Harto menampakkan sikap kenegarawanan yang hakiki dan jiwa besar. Maka bersungkurlah air mata rakyat yang setia dan yang utama sekali diriku, yang tiada berdaya di desa.
Sumbawa Besar, NTB
Sobaruddh, SH

Rakyat Kecil Menangis
Hari Kamis 21 Mei 1998 adalah detik-detik sangat mendebarkan bangsa Indonesia. Di satu sisi ada yang lega karena tuntutan mahasiswa tercapai dengan reformasinya, di sisi lain rakyat kecil meneteskan air mata karena Pak Harto melepaskan jabatan Presiden. Bagaimana tidak, nama Pak Harto sudah melekat di hati rakyat. Keberhasilan pembangunan di bawah kepemimpinan Beliau sudah terukir di hati rakyat, sehingga rakyat kecil sulit menerima kemundurannya. Tetapi tak apalah sekarang mundur, untuk menang kemudian. Saya percaya, pada saatnya nanti putra-putri dan cucu Pak Harto akan tampil pada kepemimpinan nasional.
Purwosari Pasuruan, Jatim
Saifulloh

Ksatria Berjiwa Besar
Bapak HM Soeharto adalah ksatria berjiwa besar, ksatria yang lapang dada. Kami yakin suatu hari dan suatu saat nanti kebenaran dan keadilan akan muncul dan berpihak kepada Pak Harto. Masyarakat akan merasa berdosa dan menyesal dengan tingkah lakunya sendiri, Insya Allah.
Begitu pula Almarhumah Ibu Hj Tien Soeharto adalah ibu yang berjasa pada keluarga, nusa dan bangsa, pada agama dan pada sesama manusia. Semoga Allah menerima amal baiknya dan menempatkannya di tempat yang mulia.
Karawang, Jawa Barat
Wasku Sugiar

Minta Foto Pak Harto
Terus terang, saya kangen sekali kepada keluarga Pak Harto, biasanya dulu sering muncul di TV. Apalagi wajah Mbak Tutut yang ramah dan penuh senyum. Untuk itu, kalau tidak keberatan, saya minta foto keluarga Bapak Soeharto, untuk mengobati hati yang kangen ini.
Kalimantan Timur
Ibu Yuni

Wong Cilik
Sebagai wong cilik yang tamatan SD dan resmi menjadi anggota Golkar tahun 1985, saya sangat mengutuk perbuatan orang-orang yang telah menghina Pak Harto dan keluarga.
Bengkulu
Syarifuddin Sutan Basa

Siapa yang Salah?
Sejak Pak Harto mengundurkan diri, keadaan ekonomi semakin menggila. Harga-harga bersaing ke atas, sehingga tak terjangkau oleh kaum bawah. Belum lagi harga minyak, gula dan lain-lain. Orang-orang desa sangat merasakan hidup yang sulit saat ini. Dalam hal ini siapa yang salah?
Sragen, Jawa Tengah
Sumini
 

Krisis Ekonomi
Saat ini, dengan krisis ekonomi yang berkepanjangan, saya sebagai pegawai negeri dengan penghasilan pas-pasan, rasanya sangat sulit untuk membiayai dan meneruskan cita-cita putra-putri saya yang masih sekolah.
Jepara, Jawa Tengah
Sahrul Burlian

Sekarang Sangat Prihatin
Situasi sekarang membuat saya sangat prihatin. Saya yakin, sekarang ini Bapak Soeharto dalam keadaan tegar dan sabar. Orang sabar dan selalu tawakal adalah kekasih Allah.
Caringin, Labuhan Pandeglang
As’ad Sumawijaya

 

MAJALAH TOKOH INDONESIA 24 VERSI PDF