|
|
|
| SURAT MTI 24 |
|
|
 |
SURAT & KOMENTAR
Pak Harto Lebih BaikSemula saya ikut mendukung reformasi untuk
menurunkan Pak Harto dari jabatannya sebagai Presiden RI. Karena menurut
saya, beliau sudah terlalu lama jadi Presiden dan cenderung otoriter.
Tapi setelah reformasi bergulir dan Presiden berganti-ganti sudah empat
kali dari BJ Habibie ke Gus Dur, dari Gus Dur ke Megawati dan dari
Megawati ke SBY, saya mulai merasa menyesal karena terlalu emosional
ikut menghujat Pak Harto. Ternyata beliau jauh lebih baik dari para
Presiden penggantinya.
Ketika Pemilu Presiden langsung, saya berharap SBY akan melakukan
perubahan seperti dijanjikannya, ternyata janji-janji itu semua omong
kosong. Sehingga rakyat sudah banyak yang kesal merasa dibohongi.
Kemiskinan bertambah dan berbagai malapetaka pun terjadi. Saya berpikir,
barangkali berbagai kejadian itu sebagai peringatan agar kita
menghormati para pejuang dan orang tua.
Jakarta, September 6, 2005
Didy Satriady
didy_satriady28@yahoo.com
Penyakit dan Bencana
Penyakit dan bencana alam silih berganti terjadi akhir-akhir ini,
terutama dalam satu tahun terakhir ini. Ada gempa dan tsunami, banjir,
tanah longsor, kecelakaan di darat, laut dan udara. Penyakit polio dan
busung lapar pun terjadi. Atas semua malapetaka itu, menurut saya, sudah
waktunya bangsa ini terutama para pemimpin dan elit dan aktivis politik,
memohon pengampunan dari Allah Swt, atas segala kesalahan yang tidak
menghormati para pendahulu bangsa ini, termasuk mantan Presiden
Soeharto, yang telah dihujat dan dinistakan pada era reformasi ini.
Riau, Agustus 17, 2005
Adi Teguh Suwanda
adits14@yahoo.com
Terimakasih Pak Harto
Saya seorang ibu rumah tangga, mengucapkan terimakasih yang
sebesar-besarnya kepada Pak Harto atas kepemimpinannya selama menjadi
Presiden. Semoga beliau beserta keluarga diberi ketabahan dan kesabaran
serta kekuatan iman dalam menghadapi berbagai cobaan.
Gorontalo, September 08, 2005
Ny. Arbaina Abd Sani
Ibu Rumah Tangga
Pak Harto Idola Saya
Saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Pak Harto atas
pengabdian dan jasa-jasanya dalam memajukan dan menyejahterakan negara
ini. Walaupun beliau tidak lagi Presiden, namun saya tetap menjadikan
figur beliau sebagai idola saya. Saya mendengar banyak berita buruk dan
desas-desus yang menyudutkan beliau, tapi saya percaya kalau beliau
tidak bersalah.
Bogor, Juni 24, 2005
Titi Amalia SL
Terukir Indah
Saya sangat bersimpati dan berterimakasih atas semua pengabdian,
pengorbanan dan kepedulian Pak Harto selama ini pada negeri tercinta,
Indonesia. Perjuangan Pak Harto selama ini akan terukir dalam hati saya
selamanya. Semoga Allah swt, memberikan kesehatan, ketenangan dan
kebahagiaan kepada Pak Harto
Jakarta, Mei 25, 2005
Vindy Friyantdanie
Pernah Menolong Kami
Kami merasa terenyuh, bahkan tak mampu menahan air mata ketika
menyaksikan Pak Harto mengucapkan pidato singkat di TV pada Mei 1998
lalu. Bagi kami sekeluarga, Pak Harto adalah orang berhati mulia. Beliau
pernah menolong kami 23 tahun lalu, ketika kami masih di SMEA Kendal.
Saat itu karena keadaan yang terpaksa, kami berkirim surat ke Cendana
untuk meminta bantuan biaya sekolah. Dan kami tidak sangka, surat kami
dibalas langsung almarhumah Ibu Tien, disertai nasihat mulia dan uang
untuk membantu sekolah kami. Dan berkat jasa almarhumah Ibu Tien,
akhirnya kami lulus tahun 1982. Sejak saat itu, jasa Pak Harto dan Ibu
Tien tak mungkin kami lupakan.
Kebayoran Baru, Jakarta
Yasmadi Ade Suratman
Bapak Wong Cilik
Saya seoarang anak yatim. Mungkin anak yatim seperti saya, melekat di
hati Pak Harto. Pak Harto adalah idola saya. Karena semangat juang dan
jiwa kepemimpinan yang layak dibanggakan. Saya tidak peduli apa kate
mereka tentang Pak Harto dan keluarga. Saya tetap senang sama Pak Harto
sebagai Bapake Wong Cilik. Saya bangga dengan sikap dan kepemimpinan
beliau.
Sragen, Jawa Tengah
Yoeni
Sikap Kenegarawanan
Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan kesedihan yang
tiada dapat terlukiskan atas keputus-an Jenderal Besar HM Soeharto
meng-undurkan diri dari jabatan Presiden Republik Indonesia. Pak Harto
menampakkan sikap kenegarawanan yang hakiki dan jiwa besar. Maka
bersungkurlah air mata rakyat yang setia dan yang utama sekali diriku,
yang tiada berdaya di desa.
Sumbawa Besar, NTB
Sobaruddh, SH
Rakyat Kecil Menangis
Hari Kamis 21 Mei 1998 adalah detik-detik sangat mendebarkan bangsa
Indonesia. Di satu sisi ada yang lega karena tuntutan mahasiswa tercapai
dengan reformasinya, di sisi lain rakyat kecil meneteskan air mata
karena Pak Harto melepaskan jabatan Presiden. Bagaimana tidak, nama Pak
Harto sudah melekat di hati rakyat. Keberhasilan pembangunan di bawah
kepemimpinan Beliau sudah terukir di hati rakyat, sehingga rakyat kecil
sulit menerima kemundurannya. Tetapi tak apalah sekarang mundur, untuk
menang kemudian. Saya percaya, pada saatnya nanti putra-putri dan cucu
Pak Harto akan tampil pada kepemimpinan nasional.
Purwosari Pasuruan, Jatim
Saifulloh
Ksatria Berjiwa Besar
Bapak HM Soeharto adalah ksatria berjiwa besar, ksatria yang lapang
dada. Kami yakin suatu hari dan suatu saat nanti kebenaran dan keadilan
akan muncul dan berpihak kepada Pak Harto. Masyarakat akan merasa
berdosa dan menyesal dengan tingkah lakunya sendiri, Insya Allah.
Begitu pula Almarhumah Ibu Hj Tien Soeharto adalah ibu yang berjasa pada
keluarga, nusa dan bangsa, pada agama dan pada sesama manusia. Semoga
Allah menerima amal baiknya dan menempatkannya di tempat yang mulia.
Karawang, Jawa Barat
Wasku Sugiar
Minta Foto Pak Harto
Terus terang, saya kangen sekali kepada keluarga Pak Harto, biasanya
dulu sering muncul di TV. Apalagi wajah Mbak Tutut yang ramah dan penuh
senyum. Untuk itu, kalau tidak keberatan, saya minta foto keluarga Bapak
Soeharto, untuk mengobati hati yang kangen ini.
Kalimantan Timur
Ibu Yuni
Wong Cilik
Sebagai wong cilik yang tamatan SD dan resmi menjadi anggota Golkar
tahun 1985, saya sangat mengutuk perbuatan orang-orang yang telah
menghina Pak Harto dan keluarga.
Bengkulu
Syarifuddin Sutan Basa
Siapa yang Salah?
Sejak Pak Harto mengundurkan diri, keadaan ekonomi semakin menggila.
Harga-harga bersaing ke atas, sehingga tak terjangkau oleh kaum bawah.
Belum lagi harga minyak, gula dan lain-lain. Orang-orang desa sangat
merasakan hidup yang sulit saat ini. Dalam hal ini siapa yang salah?
Sragen, Jawa Tengah
Sumini
Krisis Ekonomi
Saat ini, dengan krisis ekonomi yang berkepanjangan, saya sebagai
pegawai negeri dengan penghasilan pas-pasan, rasanya sangat sulit untuk
membiayai dan meneruskan cita-cita putra-putri saya yang masih sekolah.
Jepara, Jawa Tengah
Sahrul Burlian
Sekarang Sangat Prihatin
Situasi sekarang membuat saya sangat prihatin. Saya yakin, sekarang ini
Bapak Soeharto dalam keadaan tegar dan sabar. Orang sabar dan selalu
tawakal adalah kekasih Allah.
Caringin, Labuhan Pandeglang
As’ad Sumawijaya
MAJALAH TOKOH INDONESIA 24 VERSI PDF |
|