| |
C © updated
08092006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/esero |
|
| |
Biodata
Nama:
Prof. Dr Suhardiman, SE
Lahir:
Surakarta, 16 Desember 1924
Agama:
Islam
Jabatan:
Ketua Dewan Penasehat Depinas SOKSI
Alamat Rumah:
Jalan Kramat Batu Nomor 1, Cipete, Jakarta Selatan
- Jalan Iskandarsyah Raya 97, Jakarta Telp: 713731- 734913
Alamat Kantor:
SOKSI
Gedung Basmar Plaza , Lt 3
Jl. Mampang Prapatan Raya No 106
Jakarta Selatan 12760
Telp. (021) 798 1883
Faks. (021) 797 0985
|
|
| |
|
|
|
|
| BIOGRAFI |
|
|
 |
BIOGRAFI:
01
02
03
04
PERSPRKTIF:
05
06
07
08 WAWANCARA:
09
DEPTHNEWS: 10
11
12
13 == Prof. Dr Suhardiman, SE (03)
Kehidupan Keluarga
Tokoh yang dalam situs resmi SOKSI digelari Sang Dukun Politik
Indonesia yang pada akhir dasawarsa 1940-an dan awal dasawarsa 1950-an,
menjadi taruna dari Akademi Militer (MA) menjalin hubungan dengan
seorang putri Yogyakarta, Sapartinah, tamatan sekolah khusus putri
Stella Duce yang cukup bergengsi di Yogyakarta.
Situasi dan kondisi bangsa yang saat itu berada dalam ancaman
separatisme, dan karenanya membutuhkan keterlibatan para taruna muda
untuk terjun ke berbagai daerah yang bergejolak, mendorong jalinan cinta
kedua insan muda tersebut ke jenjang pelaminan, yang dilaksanakan pada
tahun 1951. Ketika itu, sang pemuda yang oleh rekan dekatnya akrab
dipanggil sebagai Mr. Black berusia 27 tahun sementara sang putri Yogya,
Sapartinah, berusia 21 tahun, kelahiran Yogyakarta, 25 Juni 1930.
Suhardiman kemudian mempersunting gadis pilihannya itu. Acara pernikahan
secara sederhana dilangsungkan pada tahun 1951. Bahtera keluarga yang
dibangun oleh pasangan ini kemudian mengarungi riak, gelombang, ombak,
dan badai kehidupan di tengah berbagai perubahan iklim dan cuaca
perjalanan bangsa yang kerap kali tidak tenang dan tenteram.
Sementara sang suami menyibukan diri dalam dunia politik dan
kenegaraan, sang istri di samping setia mendampingi sang suami juga
menyibukan diri dalam berbagai kegiatan kewanitaan, seperti Ria
Pembangunan, APC (ASEAN Program Consultan), dan aktif dalam mendampingi
Ibu Negara Republik Indonesia pada berbagai masa, mulai sejak Ibu
Hartini Sukarno, Ibu Tien Suharto, Ibu Ainun Habibie, dan Shinta Nuriah
Abdurrahman Wahid.
Bahtera keluarga yang dibangun pada tahun 1951 itu telah berlayar
mengarungi samudera kehidupan. Kiranya keluarga yang telah di karunia 6
anak (3 putra dan 3 putri) serta 12 orang cucu ini senantiasa dikarunia
kesehatan dan umur yang lebih panjang, untuk memberikan bimbingan dan
arahan tidak saja kepada putra-putri, dan cucu-cucu, tetapi juga untuk
masyarakat, bangsa, dan negara. ►
mti/tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|