| |
C © updated
08092006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/esero |
|
| |
Biodata
Nama:
Prof. Dr Suhardiman, SE
Lahir:
Surakarta, 16 Desember 1924
Agama:
Islam
Jabatan:
Ketua Dewan Penasehat Depinas SOKSI
Alamat Rumah:
Jalan Kramat Batu Nomor 1, Cipete, Jakarta Selatan
- Jalan Iskandarsyah Raya 97, Jakarta Telp: 713731- 734913
Alamat Kantor:
SOKSI
Gedung Basmar Plaza , Lt 3
Jl. Mampang Prapatan Raya No 106
Jakarta Selatan 12760
Telp. (021) 798 1883
Faks. (021) 797 0985
|
|
| |
|
|
|
|
| BIOGRAFI |
|
|
 |
BIOGRAFI:
01
02
03
04
PERSPRKTIF:
05
06
07
08 WAWANCARA:
09
DEPTHNEWS: 10
11
12
13 == Prof. Dr Suhardiman,
SE (11)
Dinamika Perjuangan SOKSI
Tahun 1960-1963 merupakan tahun pengembangan
organisasi. Fase ini adalah fase untuk memperluas
sayap organisasi dan menanamkan pengertian
kepada masyrakat mengenai “sankan paran”nya
SOKSI. Tahun 1963-1964 merupakan tahun konsolidasi dan kristalisasi
SOKSI guna menempa kekuatan dan kesatuan massa pendukung SOKSI.
Tahun 1964-1965 merupakan tahun “action”. Fase ini merupakan pengalaman
dan pelaksanaan tugas-tugas perjuangan. Dalam tahun-tahun ini SOKSI
mengalami tugas-tugas berat, karena pada tahun 1964 SOKSI membidani
kelahiran Golongan Karya (Golkar), dan pada saat yang sama pula SOKSI
harus membendung secara ofensif politik dari PKI.
Pada tahun 1965 SOKSI secara total berperan aktif bersama kekuatan
yang setia kepada Pancasila menumpas pemberontakan G 30 S/PKI. Pada Juli
1965, JM Menteri/Panglima Angkatan Darat Letnan Djenderal Achmad Yani,
menyetujui dan merestui pengintegrasian perjuangan SOKSI dengan Doktrin
TNI AD Tri Ubaya Cakti, atau lebih dikenal dengan Soksi Manunggal Dengan
Tri Ubaya Cakti.
Tahun 1966-1969 merupakan tahun perjuangan menegakkan Orde Baru, dan
meletakkan landasan untuk pelaksanaan Pembangunan Nasional.
Tahun 1970-an merupakan tahun perjuangan untuk rekonsolidasi organisasi
SOKSI memasuki tantangan baru yang dihadapinya. Pada tahun 1971 SOKSI
memusatkan perhatian untuk memenangkan Golkar dalam Pemilu yang pertama
kalinya dilaksanakan pada masa Orde Baru.
Tahun 1973, merupakan tahun “pengembaraan” bagi SOKSI. Pada fase ini
telah lahir struktur politik baru, yaitu dengan Undang-Undang No. 3
tahun 1973 tentang Partai Politik dan Golongan Karya. Dalam
Undang-Undang tersebut diletakkan dasar-dasar keanggotaan Partai Politik
dan Golkar yang bersifat perorangan. Menghadapi keadaan ini SOKSI
menyerahkan kader-kadernya kepada Golkar, dan SOKSI memilih “mengembara”,
atau memilih jalan baru.
Tahun 1973 -1978, merupakan tahun pengembaraan SOKSI, dan pada
pertengahan tahun 1978 SOKSI mulai bangkit kembali dengan melaksanakan
kaderisasi SOKSI melalui organisasi sayap Wira Karya Indonesia.
Tahun 1980-an, merupakan tahun-tahun “kebangkitan kembali” SOKSI. SOKSI
GUGAH, SOKSI TRIWIKRAMA, di mana masa-masa sulit telah mampu diatasi
SOKSI.
Ada 3 faktor kekuatan yang mendorong SOKSI untuk bangkit, yaitu:
(1). SOKSI senantiasa mengembangkan daya kreativitas, bersikap inovatif
sesuai dengan raising remand;
(2). SOKSI memiliki integrasi faktor berupa Doktrin Karyawanisme; dan
(3). SOKSI memiliki “Courrage”, atau keberanian untuk menghadapi
kenyataan, dan tantangan-tantangan perjuangan.
Pada fase ini SOKSI melakukan gerakan kaderisasi secara Nasional yang
dikenal dengan Kader Bangsa.
Tahun 1985, merupakan tahun lahirnya 5 (lima) Undang-undang di bidang
politik. Undang-Undang ini mempertegas kembali posisi partai-partai
politik, dan organisasi kemasyarakatan menitik beratkan gerak juangnya
pada bidang sosial kemasyarakatan, dan bidang ekonomi. ►
mti/tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|