A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Pidato
 ► Buku
 ► Organisasi
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 03072005  
   
  ► e-ti/setneg  
  Nama :
Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono
Lahir :
Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949
Jabatan:
Presiden Republik Indonesia
Istri :
Kristiani Herawati,
putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo
Pangkat terakhir :
Jenderal TNI (25 September 2000)

Alamat Rumah:
Jl. Alternatif Cibubur Puri Cikeas Indah
No. 2 Desa Nagrag Kec. Gunung Putri Bogor-16967
 
 
     
 
BERITA

 

BIOGRAFI ==   01   02   03   04   05   06   07   ==

 

Susilo Bambang Yudhoyono (7)

Dapat Gelar Doktor


Bangkok, Kompas 16 Desember 2005: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapat gelar doktor kehormatan di bidang ilmu politik dari Universitas Thammasat, Bangkok, Thailand, Kamis (15/12).

Dalam pidato pemberian gelar itu, Yudhoyono menegaskan pandangannya bahwa politik merupakan seni untuk perubahan dan transformasi dalam sebuah negara demokrasi yang damai.

Saya tidak sepenuhnya yakin politik adalah ilmu. Sebagai profesional, saya selalu kesulitan mencari penjelasan ilmiah untuk memprediksi politik seperti ilmu alam. Saya tahu, politik adalah seni. Sejumlah orang mengatakan, politik adalah seni dari banyak kemungkinan. Bagi saya, politik adalah seni untuk perubahan dan transformasi, ujar Presiden Yudhoyono, Kamis.

Dalam pidato politik itu, Presiden menguraikan pengalaman Indonesia berdemokrasi yang memuncak pada pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2004 yang dilaksanakan secara langsung. Presiden juga menjelaskan reformasi di sejumlah bidang sejak tahun 1997 dan resolusi konflik di sejumlah wilayah yang muncul secara intensif sejak krisis, seperti di Aceh, Papua, Poso, Ambon, Maluku, dan Kalimantan.

Presiden menyebut resolusi konflik bersenjata di Aceh yang diakhiri penandatanganan nota kesepahaman di Helsinki, Finlandia, merupakan capaian dalam resolusi konflik yang lantas membuka peluang bagi perbaikan kehidupan rakyat di Aceh yang porak poranda akibat gempa bumi dan tsunami. Kami adalah negara multietnis, multireligius demokrasi. Kemampuan kami mengelola perbedaan menjadi sangat penting untuk bisa bertahan. Saya juga yakin, demokrasi kami yang dikombinasikan dengan desentralisasi dan kemampuan mengelola perubahan akan dapat berkembang sehingga Indonesia makin maju, toleran, dan stabil dalam berdemokrasi, ujarnya.

Didampingi Ibu Negara

Pidato politik itu disampaikan di auditorium utama Universitas Thammasat setelah Presiden mendapatkan gelar doktor kehormatan dari Rektor Universitas Thammasat Prof Dr Surapon Nitikraipot. Pemberian gelar dilakukan di hadapan para dekan Fakultas Ilmu Politik Universitas Thammasat, tamu undangan, dan mahasiswa.

Saat menerima ucapan selamat dari rektor dan para dekan di atas panggung, Presiden yang mengenakan pakaian toga didampingi Ny Ani Yudhoyono. Salah satu undangan yang hadir dalam pemberian gelar itu adalah mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Ralph L Boyce.

Sebelumnya Presiden mengadakan pertemuan terbatas satu per satu dengan lima unsur pimpinan perusahaan besar di Thailand yang berminat melakukan investasi di Indonesia, yaitu PTT Public Co Ltd dan PTT Exploration and Production Plc, Banpu Public Co Ltd, Siam Cement Plc, Chaeroen Pokphand Group, serta Central Group. Dalam pertemuan itu Presiden didampingi antara lain Menteri Negara BUMN Sugiharto, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, serta Ketua Umum Kadin Indonesia MS Hidayat. (Wisnu Nugroho). ►ti

 

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia