| |
C © updated 21092007 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/detik |
|
| |
Nama:
Titi Qadarsih
Lahir:
Kediri, Jawa Timur, 22 September 1945
Agama:
Islam
Pendidikan:
- Belajar menari balet pada Ludwig Werner, Jakarta (1953-1966)
- SD, Jakarta (1956)
- SMP, Jakarta (1959)
- SMA, Jakarta (1962)
- Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra UI (tidak selesai, 1963)
- Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan UI (tidak selesai, 1966).
Karir:
- Pemain drama UI (1963)
- Penyanyi dalam Trio Salanti Sisters (1965)
- Penari, anggota Sanggar Karya (1966-1968)
- Pendiri Venus Girl Dance Group (1968)
- Anggota Teater Populer (1968)
- Pemain film (1968 -- sekarang)
- Peragawati dan pengisi suara (1970 -- sekarang)
-Guru balet dan tari nasional (1970-1973)
- Koreografer balet (1974-1980)
- Pemimpin dan guru Titi Studio Club (1978 -2000)
- Panggil Namaku 3 Kali (2005)
Penghargaan:
Piala ''The Lovely Women'' dari Komite Kelestarian Lingkungan
Hidup
Alamat Kantor:
Jalan Hasyim Asyhari 24, Jakarta Pusat
|
|
| |
|
|
|
|
| TITI QADARSIH HOME |
|
|
 |
Titi Qadarsih Embah Modelling Indonesia
Dia peragawati, penari, foto model, bintang film, artis panggung, dan
guru senam. Dengan segala aktifitasnya terutama dalam dunia mode, Titi
pantas digelari embahnya modelling di Indonesia. Belakangan, demi
kesehatan dalam usia yang tak muda lagi, Titi Qadarsih kelahiran Kediri
22 September 1945 yang juga hobi melukis, itu sudah tak makan
daging.
"Sudah lama aku jadi vegetarian," aku puteri Moh. Sardjan mantan
Menteri Pertanian dari Partai Masyumi dalam Kabinet Wilopo itu sambil
memeragakan gerakan tubuhnya yang tampak tetap sehat dan segar.
Ibunda musisi kelompok BIP, Indra, itu mengaku sudah beberapa tahun memutuskan untuk tidak lagi mengonsumsi
makanan berbau daging, termasuk makanan baso kesukaannya.
Ketika kerinduan mengonsumsi daging mendera, ia
langsung saja meracik sebuah makanan dengan aroma daging. Biasanya dia
menggoreng kol. Kalau dicium aromanya seperti aroma daging.
Hal yang paling mendorongnya untuk berhenti mengonsumsi daging adalah
belajar dari kebiasaan mantan suaminya makan daging yang meninggal muda di usia 38 tahun
karena penyakit komplikasi. Makanya dia lebih memilik makanan sehat seperti sayuran dan
buah-buahan.
Dengan kondisi kesehatan yang tetap bugar kendati sudah berusia 60-an tahun,
dia masih bisa terlibat dalam proses pembuatan film layar lebar Panggil Namaku 3
Kali (2005).
Titi Qadarsih, seorang peragawati, penari, foto model, bintang film,
artis panggung, dan guru senam. Sejak 1974, dia lebih banyak aktif
sebagai guru senam, yang memiliki lebih 30 cabang di berbagai kota.
Waktu kecil, Titi sempat mempelajari balet klasik pada Ludwig Werner,
Jakarta (1953-1966). Kemudian dia lebih terkenal sebagai peragawati,
penyanyi, pemain film, penata busana, pemain drama. Lalu dia merambah ke
dunia film. Dia ikut berperan dalam film Hancurnya Petualangan dan Di
Balik Cahaya Gemerlapan. Juga pernah aktif sebagai anggota grup Teater
Populer dan Teater Koma. Juga menjadi dubber -- pengisi suara -- dengan
bayaran termahal.
Titi juga pernah menerima Piala ''The Lovely Women'' dari Komite
Kelestarian Lingkungan Hidup, karena prestasinya memelihara kelestarian
Taman Puring, di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tempat sekolah
tari dan senam ''TQ Studio''.
Titi yang setelah berpisah dari Yudho Salmun, bekas suaminya, masih
betah sendirian, itu mengawali kariernya sebagai anggota grup penyanyi
Salanti Bersaudara, 1964. Lalu menjadi primadona pada Sanggar Karya
pimpinan Juni Amir, yang mengisi acara tarian di Hotel Indonesia,
kemudian mendirikan Venus Girl Dance Group, lalu menjadi peragawati dan
foto model. ►
ti/tsl, dari berbagai sumber, terutama PDAT.
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|