|
|
|
|
| |
C © updated 24052008-16062006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Zuhairi Misrawi
Lahir:
Sumenep, Madura, 5 Pebruari 1977
Agama:
Islam
Pendidikan:
- S1 Fakultas Ushuluddin, Universitas al-Azhar, Kairo-Mesir
- Pernah kuliah S2 di Program Studi Ilmu Politik, Universitas Indonesi
Karir:
- Salah Satu Penggagas Lingkar Muda Indonesia
- Pemimpin Redaksi Jurnal Pemikiran Keagamaan PERSPEKTIF PROGRESIF, P3M,
Jakarta
- Direktur Moderate Muslim Society (MMS)
- Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia
|
|
| |
|
|
|
|
| ZUHAIRI MISRAWI HOME |
|
|
 |
Zuhairi Misrawi Zuhairi Misrawi, intelektual muda NU, kolomnis dan peneliti pemikiran
keislaman kontemporer. Direktur Moderate Muslim Society (MMS) dan Ketua PP Baitul Muslimin
ini lahir di Sumenep, Madura, 5 Pebruari 1977. Pernah nyantri di Pondok
Pesantren TMI al-Amien, Prenduan, Sumenep, Madura (1995). Menamatkan S1
di Fakultas Ushuluddin Universitas al-Azhar, Kairo-Mesir (2000).
OPINI:
01
02
03
04 05 == Zuhairi Misrawi (02)
Demokrasi tanpa toleransi akan melahirkan tatanan politik yang
otoritarianistik, sedangkan toleransi tanpa demokrasi akan melahirkan
pseudo-toleransi, yaitu toleransi yang rentan menimbulkan
konflik-konflik komunal. Sebab itu, demokrasi dan toleransi harus
berkait kelindan, baik dalam komunitas masyarakat politik maupun
masyarakat sipil.
Zuhairi Misrawi (01)
Bila muncul pertanyaan, mana lebih mudah, menjadi toleran atau
intoleran, maka sementara ini harus diakui, menjadi intoleran lebih
mudah daripada menjadi toleran. Faktanya, tindakan intoleran seperti
kekerasan, intimidasi, penyerangan sebuah kelompok terhadap kelompok
lain, bahkan terorisme telah menjadi laku dari sebagian kelompok atau
ormas.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Zuhairi Misrawi (03)
Pelbagai fatwa yang dikeluarkan oleh
orang nomor wahid di al-Azhar ini pada awalnya ditentang pelbagai pihak,
karena berseberangan dengan pandangan para ulama lainnya. Tapi sekarang
ini, dunia Islam mulai melirik pentingnya fatwa moderat, humanis dan
progresif untuk menjaga kesesuaian agama dengan zaman dan ruang (shalihun
likulli zaman wa makan). |
|
|
|
Zuhairi Misrawi (04)
21/11/2006: Ledakan bom di Kramat Jati, Jakarta Timur, beberapa hari
lalu menyisakan kegelisahan. Kendatipun bom yang diledakkan M Nuh masuk
dalam kategori kecil, peristiwa tersebut tetap merupakan pesan dan
simbol anti-Amerika. |
|
|