|
MAJALAH TOKOH INDONESIA 22
Depthnews
Memuaskan, UN di Ma’had Al-Zaytun
Hasil Ujian Nasional 2005 di Ma’had Al-Zaytun, terbilang sangat
memuaskan, jauh di atas rata-rata nasional. Sekitar 30 persen memperoleh
nilai 8-10.
Enam tahun yang lalu, tepatnya 27 Agustus 1999, Ma’had Al-Zaytun
masih ‘bayi kemerah-merahan’ yang baru lahir. Namun, 2005 ini, sang bayi
itu cepat besar dan sudah bisa membuktikan dengan nyata prestasinya.
Tahun ini, untuk pertama kalinya, para peserta didik tingkat Aliyah
mengikuti Ujian Nasional 2005.
Pada tingkat Tsanawiyah, hanya 5 orang dari 1.110 peserta didik yang
tidak lulus (0,45%) dengan rincian, satu orang tidak lulus pada mata
pelajaran Bahasa Inggris dan empat orang tidak lulus pada mata pelajaran
Matematika. Sedangkan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, semua
peserta didik dinyatakan lulus.
Pada tingkat Aliyah baik program studi IPA maupun program studi IPS,
juga menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Hanya satu orang dari
1.251 peserta didik (0,079%) yang tidak lulus. Peserta didik yang tidak
lulus ini berasal dari program studi IPA pada bidang studi Bahasa
Indonesia.
Dari segi nilai rata-rata, porsi terbesar persentase nilai peserta didik
pada tingkat Tsanawiyah yang berjumlah 1.110 orang menyebar di antara
nilai 6 hingga 9 untuk tiga bidang studi yang diujikan. Pada bidang
studi Bahasa Indonesia, sekitar 60 orang (5,41%) mendapat nilai antara
9-10, sebanyak 293 orang (26,40%) peserta didik mendapat nilai antara
8-9, dan 40,63% (451 orang) mendapat nilai antara 7-8, diikuti 25,50%
(283 orang) mendapat nilai antara 6-7. Pada posisi nilai terendah,
persentasenya cukup kecil, dan 23 orang (2,07%) mendapat nilai antara
5-6.
Pada bidang studi Bahasa Inggris, nilai peserta didik juga tidak
mengecewakan. Sebanyak 93 orang (8,38%) mendapat nilai antara 9-10;
sebanyak 19,73% (219 orang) mendapat nilai antara 8-9 dan 30,99% (344
orang) mendapat nilai antara 7-8, serta 37,66% (418 orang) mendapat
nilai antara 6-7. Sedangkan sisanya, 34 orang (3,06%) mendapat nilai
antara 5-6, 1 orang (0,09%) mendapat nilai antara 4,26-5, dan satu orang
(0,09%) dinyatakan tidak lulus.
Khusus bidang studi matematika, tidak seperti bidang studi Bahasa
Indonesia dan Bahasa Inggris, jumlah peserta didik yang mendapat nilai
antara 5-6, lebih besar yaitu 70 orang (6,31%). Namun di sisi lain,
peserta didik yang mendapat nilai antara 9-10 justru lebih banyak bila
dibandingkan dengan bidang studi Bahasa Indonesia. Tercatat, 68 orang
(6,13%) mendapat nilai antara 9-10 sedangkan pada bidang studi Bahasa
Indonesia tercatat 60 orang. Jumlah peserta didik yang tidak lulus
sebanyak 4 orang (1 rizal dan 3 nissa).
Bahkan pada bidang studi matematika ini, terdapat 63 orang mendapat
nilai 10, sedangkan dua bidang studi lainnya nihil. Boleh jadi, bidang
studi matematika seperti dua sisi koin, di satu sisi, memiliki jumlah
terbesar peserta didik yang tidak lulus, namun di sisi lain, mempunyai
jumlah terbesar peserta didik yang berhasil mendapat nilai 10, meskipun
sudah dibandingkan dengan tingkat Aliyah sekalipun.
Pada tingkat Aliyah, yang dibagi menjadi dua yaitu program studi IPA dan
program studi IPS, pola yang sama juga terjadi. Bidang studi matematika
menjadi penyumbang satu-satunya dimana 22 orang peserta didik dari
program studi IPA mendapat nilai 10.
Meskipun secara kasat mata, penyebaran persentase nilai yang diperoleh
program studi IPA lebih baik dibandingkan program studi IPS, namun, satu
orang yang tidak lulus justru berasal dari program studi IPA bidang
studi Bahasa Indonesia.
Penyebararan persentase nilai ini bisa dibandingkan dari bidang studi
Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Pada program studi IPA bidang studi
Bahasa Indonesia, tercatat 351 orang (56,07%) mendapat nilai antara 7-8
sedangkan pada program studi IPS sebanyak 315 orang (50,40%), 103 orang
(16,45%) mendapat nilai antara 8-9 sedangkan pada program studi IPS
sebanyak 12 orang (1,92%).
Meskipun demikian, peserta didik dengan nilai antara 5-6 pada program
studi IPA (156 orang) lebih banyak bila dibandingkan dengan program
studi IPS yang berjumlah 96 orang (15,36%). Perbandingan jumlah perserta
didik di antara kedua program studi ini bisa dilakukan karena secara
kebetulan, jumlah peserta didik pada program studi IPA dan IPS nyaris
sama, masing-masing, 626 orang dan 625 orang.
Pada bidang studi Bahasa Inggris, penyebaran persentase nilai pada
program studi IPA lebih merata bila dibandingkan dengan program studi
IPS. Pada program studi IPA, persentase terbesar, 40,26% (252 orang)
mendapat nilai antara 7-8 sedangkan persentase terbesar pada program
studi IPS, 70,40% (440 orang) justru pada nilai antara 6-7.
Persentase terbesar kedua pada program studi IPA, 38,50% (241 orang)
mendapat nilai 6-7 dan program studi IPS, 22,72% (142 orang) mendapat
nilai 7-8. Kedua program studi ini menunjukkan sisi yang berlawanan dari
segi penyebaran persentase nilai. ‘Keunggulan’ program studi IPA juga
terlihat dari 31 orang (4,95%) mendapat nilai antara 9-10 sedangkan pada
program studi IPS, hanya 3 orang (0,48%).
Pada bidang studi ekonomi, yang memang sudah menjadi lahannya, program
studi IPS tidak menunjukkan hasil yang lebih baik dari segi persebaran
persentase nilai. Sebanyak 49,92% (312 orang) dan 44,32% (277 orang)
masing-masing mendapat nilai antara 7-8 dan 6-7. Hanya 31 orang (0,05%)
orang dari 625 orang yang mendapat nilai di atas 8.
Program studi IPA dengan lahannya matematika pun tidak jauh berbeda.
Sebanyak 43,13% (270 orang) dan 35,46% (222 orang) masing-masing
mendapat nilai 6-7 dan 7-8. Hanya 83 orang (0,13%) dari 626 orang yang
mendapat nilai di atas 8 di mana 22 orang di antaranya mendapat nilai
10.
Dari hasil Rekapitulasi Nilai Ujian Nasional peserta didik Ma’had Al-Zaytun
ditarik kesimpulan bahwa persentase peserta didik yang tidak lulus untuk
tingkat Tsanawiyah dan Aliyah sangat kecil, di bawah 0,005 persen.
Bila dilihat dari sebaran daerah, Ma’had Al-Zaytun yang berlokasi di
Indramayu, Jawa Barat ini tergolong berprestasi. Untuk tingkat SMP/MTs
dari dari 433 kabupaten/kota, 222 kabupaten/kota diantaranya tingkat
kelulusan di bawah rata-rata mencapai 53,58 persen. Untuk tingkat SMA/MA
dari 433 kabupaten/kota terdapat 189 kabupaten/kota tingkat kelulusannya
hanya mencapai 43,65 persen. Sedangkan di tingkat SMK terdapat 183
kabupaten/kota yang dibawah rata-rata 42,96 persen. ► mti/atur
l paniroy
*** Majalah Tokoh Indonesia 22
►Index
►24 ►23
►22
►21
►20
►19
►18 ►17
►16
►15
►14
►13
►12
►11
►10
►09
►08
►07
►06
►05
►04
►03
►02
►01
►EDISI KHUSUS
►P2005 |
|
Majalah Tokoh Indonesia 22
BERITA TOKOH: ►
Bangun Al-Zaytun di Natuna (6) = TOKOH
UTAMA: ►
Hj Aisyah Aminy, Perempuan Baja Vokalis Senayan (12) ►
Politisi Perempuan Religius (16) ► Perempuan di Ranah Publik (18) ►
Nyaris Tertangkap Belanda (21) ► Demi Bangsa dan Negara (23) ► Berkibar
di Semua Gelanggang (26) = DEPTHNEWS: ►
Memuaskan, UN di Ma’had
Al-Zaytun (30) ► Hasil Ujian Nasional
2005 (32) ► Kilas Balik Ujian Akhir Nasional
(33) ►Prospek UN 2006 (34) = KAPUR SIRIH:
Perempuan Pemimpin (4) =
SURAT: Kang Jalal, dll (3)
|
|