MAJALAH TOKOH INDONESIA
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

 

Dapatkan di TOKO BUKU Gramedia, Gunung Agung, Gunung Mulia dan AGEN-AGEN atau
E-MAIL: SIRKULASI atau
Telp: 021-83701736 Fax: 021-9101871


 
Berita Utama  
 
   

MAJALAH TOKOH INDONESIA 39

 

Berita Utama MTI 93 (03)

Duel SBY-JK dan Pembelotan Menteri


Oleh Ch Robin Simanullang: Kendati berbagai kalangan terdekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden M Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa duet ini cukup ideal dan saling mengisi, tapi kemungkinan keduanya bersaing pada Pilpres 2009 sangat terbuka.


Menjelang akhir periode kepemimpinan mereka, kemungkinan roda pemerintahan tidak lagi berjalan efektif. Apalagi jika diikuti pembelotan beberapa menteri, terutama yang berasal dari partai, yang oleh Kepala BIN menyebutnya menteri sontoloyo. Gejala membelotnya partai pendukung koalisi Kabinet Indonesia Bersatu, sudah terlihat dari lolosnya angket BBM di DPR belum lama ini.


Jika diamati, bahasa tubuh SBY dan JK kadang kala, disadari atau tidak, menunjukkan kekurangakuran. Belum lagi bila dilihat dari adanya beberapa indikasi terjadinya persaingan di antara mereka dalam mengambil kebijakan. Juga persaingan politik partai. Terakhir, soal penetapan Pilkada Maluku Utara, calon Golkar dikalahkan.


Berbagai indikasi itu menunjukkan bisa saja SBY tidak lagi menginginkan berduet dengan JK pada Pilpres 2009 nanti. Begitu pula sebaliknya. Jika pada Pilpres 2004, SBY sangat butuh pada JK untuk mendukung pendanaan, saat ini SBY sudah memilikinya. Pada Pilpres 2004 JK dan Aburizal Bakrie (sama-sama kandidat Capres dalam konvensi Golkar) mendukung pandanaan SBY. JK menjadi Wapres dan Aburizal menjadi Menko Perekonomian kemudian menjadi Menko Kesra.


Bisa saja kongsi JK dan Aburizal, nanti menjelang Pilpres 2009 juga akan pecah. Atau berhasil dipecah oleh kekuatan lingkaran (intelijen politik) SBY. Aburizal yang kini jadi orang terkaya di Indonesia bisa mungkin meninggalkan JK dan bergabung dengan SBY. Atau JK dan Aburizal masih bersatu dan akan meninggalkan SBY. Tapi keberanian Aburizal meninggalkan SBY sangat kecil, mengingat kuatnya lingkaran intelijen SBY yang bisa mungkin berkolaborasi dengan aparat penegak hukum menemukan kelemahan Aburizal secara hukum.


Jika kemungkinan terakhir ini yang terjadi, JK akan mendapat perlawanan dari Aburizal dalam tubuh Partai Golkar (PG). Jika Aburizal memenangkan pertarungan di PG, maka JK akan tersisih sebelum berduel (bersaing) dengan SBY. Dan, SBY kemungkinan akan berduet dengan Aburizal Bakrie.


Tetapi, JK bukanlah tipe pemimpin yang semudah itu bisa dikalahkan Aburizal. JK selaku Ketua Umum Partai Golkar memiliki lingkaran yang punya cara tersendiri menancapkan kekuatan di tubuh PG. Lihat saja, bagaimana dia (sebagai pendatang baru dalam kancah kepemimpinan politik nasional) ketika itu bisa mengalahkan Akbar Tandjung yang mempunyai akar lebih kuat di PG dan berhasil memimpin PG melewati berbagai cobaan hingga memenangkan Pemilu 2004.


Sebagai seorang pengusaha, JK tampaknya sangat tahu titik lemah para kader PG. Maka, walaupun dia diguncang akibat beberapa kekalahan PG dalam Pilkada Gubernur, diprediksi JK akan tampil sebagai pemenang, menjadi Capres atau Cawapres Partai Golkar. Kemudian, JK akan menjadi salah satu pesaing kuat bagi SBY.


JK kemungkinan akan berpasangan dengan Sri Sultan atau Hidayat Nurwahid dalam posisi Capres atau Cawapres. Bisa mungkin juga dengan Ketua Umum PAN Sutrisno Bachir atau Ketua Umum PPP Suryadharma Ali. Bisa mungkin juga dengan Menteri Keuangan/Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani.


Jika hal ini terjadi (JK bersaing dengan SBY), menjelang Pemilu 2009, pemerintahan tidak akan berjalan efektif lagi. Ditambah lagi kemungkinan beberapa menteri yang berasal dari partai, bahkan mungkin yang nonpartai, seperti Menneg BUMN Sofyan Djalil dan Menkeu Sri Mulyani, akan bergabung dengan JK. Dalam kondisi seperti ini, SBY kemungkinan akan merasakan apa yang pernah dialami Megawati, ketika ditinggal SBY, JK, Yusril dan lain-lain. Mungkin SBY akan menganggap JK dan menterinya sebagai pengkhianat. Tapi bisa saja kemungkinan ini sudah diantisipasi, atas pertimbangan lakonnya dulu.


Apalagi jika PKS mengambil posisi tidak lagi berkoalisi dengan SBY (Partai Demokrat) dalam Pilpres 2009, akan sangat berdampak pada semangat juang SBY. Dalam posisi ini, JK kemungkinan akan mengoptimalkan kelincahannya merebut peluang. Bisa saja JK akan memanfaatkan kesempatan seolah teranyaya, belajar dari pengalaman SBY pada 2004. Bisa saja JK akan menyanyikan sebuah lagu sambil berurai air mata. Jika sampai air mata JK berlinang, paling tidak simpatisan Golkar dan masyarakat luar Jawa, terutama Indonesia bagian timur, juga akan merasa iba, empati. Dan, JK (Golkar) akan menjadi pemenang.


Tetapi dalam melakonkan peran seperti ini, JK tidak lebih ahli daripada SBY. Sebab, SBY seorang pemimpin yang gemar menyanyi bahkan lagu-lagu ciptaannya sudah banyak yang direkam.


Yang jelas, jika sampai SBY-JK bersaing, akan sangat menarik dan menguras enerji keduanya. Maka pilihan terbaik bagi duet ini adalah tetap bersatu dan saling mengisi. Lebih baik tetap berduet daripada harus berduel! ► Majalah Tokoh Indonesia Edisi 39

     

Majalah TokohIndonesia 39

Siapa Capres 2009

KAPUR SIRIH: Mencari Pemimpin BERITA UTAMA: Siapa Capres 2009? Indonesia Butuh Strong Leadership = Peluang Duet Unik SBY-JK = Duel SBY-JK dan Pembelotan Menteri = Megawati Lebih Siap = Sri Sultan HB X, Capres atau Cawapres = PKS: Hidayat atau Tifatul = Peluang Terakhir Wiranto = Sutiyoso, Tiket PenumpangWAWANCARA: Kita (SBY-JK) Saling Mengisi (Wawancara Eksklusif Wapres Drs. M Jusuf Kalla)PRESTASI: Dada Rosada: Teladan, Kunci Kepemimpinan  = Baharudin H.Lisa, Keberuntungan BaselTOKOH UTAMA: Dr. Aulia Sani, Spesialis Jantung yang BersahajaGAYA HIDUP: Nikmati Hidup dengan Teh = Sehat Berkat Minum TehAPRESIASI: Bismar Siregar, Seni itu IbadahTOKOH MANCANEGARA: OBAMA Mengukir Sejarah Amerika = Mari Alkatiri PM Pertama Timor Leste = WAWANCARA MARI ALKATIRI: Pemilu Dipercepat 2009 Fretilin Yakin MenangPOLITISI: Nidalia Djohansyah, Perempuan Lebih Peka dan Responsif