|
GAYA HIDUP MTI 39 (02)
Sehat Berkat Minum Teh
Selain menyegarkan, teh juga bisa membantu menurunkan kadar kolesterol,
tekanan darah tinggi, bahkan mencegah kanker.
Teh yang kita kenal berasal dari dedaunan muda dan pucuk daun tanaman
teh Camellia sinensis. Dua varietas utama yang populer adalah teh
berdaun kecil asal Cina, Camellia sinensis sinensis, dan teh berdaun
lebar asal Assam, India, C. sinensis assamica.
Teh dipilah-pilah berdasar asalnya sehingga dikenal teh Cina, Sri
Lanka, Jepang, Indonesia, atau teh Afrika. Tapi penggolongan yang paling
penting adalah berdasarkan pemrosesannya. Dalam hal ini dikenal tiga
kelompok. Teh fermentasi (hitam), nonfermentasi (hijau), dan semi-fermentasi
(pouchong). Teh hijau banyak dihasilkan dari teh asal Cina dan umumnya
ditanam di Jepang, Cina, Malaysia, dan Indonesia.
Teh berisi hanya empat kalori per gelas bila dikonsumsi tanpa bahan
tambahan lain. Di dalamnya terkandung vitamin B-kompleks, termasuk B2
dan asam nikotin. Rasa teh dihasilkan oleh minyak volatil dan
astringency. Sementara warna oleh tanin.
Minum teh dapat menyegarkan tubuh dan pikiran karena teh mengandung
kafein 3 - 5%. Zat ini akan mendorong aktivitas mental dan memperbaiki
pencernaan makanan dalam lambung. Pencernaan makanan yang baik akan
membakar lemak dalam tubuh lebih efisien. Bagi yang berdiet, proses ini
membantu upaya mengurangi bobot badan kalau diminum pada saat perut
masih kosong.
Sementara itu teh hijau naik daun sejak Itaro Oguni dari Universitas
Shizuoka menemukan fakta bahwa penduduk Shizuoka yang gemar minum teh
hijau itu ternyata lebih jarang terserang kanker lambung daripada orang
Jepang propinsi lain yang tidak membiasakan diri minum teh hijau. Zat
penting yang ditemukan Itaro dalam tanin teh hijau ini adalah
epigallocatechin-galat.
Diduga, zat inilah yang mencegah kanker pada penduduk Shizuoka. Untuk
membuktikan itu zat tersebut disuntikkan pada tikus percobaan yang
sebelumnya diberi natriumnitrit dan sarkosin pembentuk nitrososarkosin,
yang merangsang pembentukan tumor tenggorokan. Hasil penyuntikan tanin
untuk melawan tumor (buatan) itu ternyata positif. Tikus itu sembuh
tumornya.
Selain bisa mencegah kanker seperti penelitian Itaro, teh hijau
dipercaya bisa pula mencegah berbagai penyakit seperti menghambat
terbentuknya kolesterol darah, mengontrol tekanan darah tinggi,
menurunkan kadar gula darah, dan memperlambat penuaan.
Dalam hal mencegah ketuaan, teh hijau berperan seperti antioksidan yang
sangat kuat (20 kali lebih kuat). Oksigen yang kita hirup punya dua sisi
menguntungkan dan merugikan. Ia berperan dalam metabolisme, tetapi
sebagai radikal bebas, oksigen akan mengoksidasi membran sel yang
selanjutnya merusak DNA dan lemak. Lipid peroksida yang terbentuk akan
mempercepat penuaaan. Nah, salah satu cara mencegahnya adalah dengan
mengkonsumsi antioksidan seperti vitamin E, C, ataupun teh hijau. MLP ► Majalah Tokoh
Indonesia Edisi 39 |