| MTI KHUSUS 02 |
|
|
 |
MTI-K-02 (INDEX)►
UTAMA:
01
02
03
04
05 BUPATI:
06 07
08
09
10
11
12
13 WABUP:
14 SEKKAB:
15 GERBANG DAYAKU:
16
17
18
19 KAPUR
SIRIH: 20 ==
Kutai Kartanegara (07)
Syaukani Pamong Entrepreneur
MTIK 02: Prof Dr H Syaukani Hasan Rais, MM mendorong para
aparat Pemkab Kukar menjadi pamong dan birokrat yang dengan cerdas dan
berani mengoptimalkan peluang otonomi daerah demi mengakselerasi
pembangunan daerahnya. Bak seorang entrepreneur Syaukani amat kreatif,
inovatif dan berani mengambil risiko demi pembangunan daerahnya. Kendati
pada awalnya mendapat tantangan dan cemoohan, dia teguh laksana batu
karang, karena yakin atas apa yang dilakukannya adalah demi kemajuan dan
kemakmuran rakyat di daerahnya.
Seperti, tatkala lulusan doktor (S3) dari Institut Pertanian Bogor (IPB),
ini menguruk delta, pulau Kumala, di tengah Sungai Mahakam di kota
Tenggarong. Tadinya delta itu terlihat seperti mengambang dan dipenuhi
semak belukar yang hanya dihuni kera dan binatang lainnya. Tak kurang
dari sejuta setengah kubik pasir dia masukkan ke sana. Kala itu, dia
disebut orang gila, mau menenggelamkan pulau, dan merusak lingkungan.
Tapi setelah pulau seluas 76 hektar itu diuruk dan dibangun menjadi
Pulau Wisata Kumala, orang yang melihatnya menjadi terkagum-kagum. Pulau
wisata ini direncanakan akan dirampungkan pembangunannya secara bertahap.
Di situ ada Patung Lembuswana ukuran raksasa yang indah karya pematung
terkenal Nyoman Nuarta, juga dilengkapi fasilitas wisata yang tidak
kalah dengan fasilitas objek wisata lainnya, seperti Taman Impian Jaya
Ancol, Jakarta. Juga dibangun menara setinggi 80 meter, seperti Monas,
untuk bisa menatap pemandangan seluruh pulau. Juga ada kereta gantung
(sky lift) sepanjang 1.300 meter yang membentang di atas pulau. Bahkan
resor modern pun ada di tengah pulau itu.
Berdekatan dengan Pulau Kumala itu, dibangun juga jembatan berdesain
indah, bak Golden Gate di San Fransisco, yang membentang sepanjang 712
meter di atas Sungai Mahakam. Pada malam hari, pulau dan jembatan serta
jalan di sekitarnya itu bertaburan cahaya terang benderang warna-warni
menyuguhkan pemandangan amat indah. Pulau dan jembatan itu menjadi
landmark Kutai Kartanegara, yang pada tahun 2010 ditargetkannya akan
makin bersinar, yang disebutnya 2010 Kutai Bersinar, menuju Kutai Emas.
Keberaniannya melakukan sesuatu, yang semula tak pernah terpikirkan oleh
banyak orang, bahkan oleh para pendahulunya, membuat nama Tenggarong dan
Kutai Kartanegara melejit bagai satelit yang mengorbit di angkasa raya.
Menjadi pusat perhatian dan pembicaraan banyak orang. Publikasi tentang
Kutai Kartanegara pun menghiasi berbagai media yang membuat sinar
keberhasilannya makin terpandang dari jauh, menembus ruang dan waktu.
Sebagai layaknya seorang entrepreneur, Syaukani tak mengenal lelah untuk
menarik minat investor menanam modalnya di Kutai Kartanegara. Pola
kepemimpinannya yang berani dan percaya mendelegasikan berbagai
pekerjaan tertentu dan teknis kepada Wakil Bupati Drs H Samsuri Aspar,
Sekretaris Kabupaten H Husni Thamrin serta jajaran staf Pemkab Kutai
lainnya, mulai dari Asisten, Kepala Biro, Dinas dan Badan sampai tingkat
Camat dan Kepala Desa yang mempunyai tanggung jawab masing-masing,
membuat Syaukani lebih leluasa melakukan lobbby, pendekatan dan
negosiasi dengan berbagai investor untuk menanam modal atau bekerja sama
membangun Kutai Kartanegara.
Salah satu contoh, kerjasama Pemkab Kukar dengan sebuah perusahaan air
bersih asal Belanda Waterlaiding Maatschappij Drenthe (WMD) dalam
pengadaan air bersih dan pelestarian hutan. Beberapa kali pertemuan
dilakukan dan nota kesepahaman sudah dilakukan. Kerjasama ini juga
difasilitasi oleh Borneo Orang Utan Survival (BOS), Samboja Lestari,
sebuah yayasan yang bergerak di bidang pelestarian Orang Utan Kalimantan
dan rehabilitasi alam yang ada di Kecamatan Samboja, Kukar.
Kerjasama itu terkait proyek penyediaan air bersih dari kawasan hutan
yang dikelola Samboja Lestari. Dimaksudkan untuk memanfaatkan secara
maksimal kekayaan alam dari hutan Kukar yang sangat pontesial untuk
penyediaan air bersih. Sehingga warga bisa mendapatkan air bersih sehat
dan murah.
Kerjasama ini sekaligus dalam upaya pelestarian lingkungan untuk
mengatasi kondisi hutan di daerah ini yang sudah memprihatinkan. Tidak
hanya akibat kebakaran hutan, penambangan batu bara maupun pembalakan
kayu ilegal, tapi kesadaran masyarakat melindungi hutan dari kerusakan
juga sangat kurang.
Contoh lainnya adalah upaya Pemkab Kukar menggandeng Societe Nationale
des Chemins de fer Francais (SNCF) International Perancis untuk
membangun jaringan kereta api batubara Tenggarong-Samarinda-Balikpapan.
Bupati Kukar H Syaukani HR dengan Direktur SNCF International
Jean-Pierre Loubinoux telah menandatangani MOU disaksikan Sekretaris
Dirjen Perkeretaapian Dephub RI Nugroho Indrio dan Wakil Ketua DPRD
Kukar Hj Joice Lidya, 6 Juli 2006 di Ruang Serba Guna Kantor Bupati
Kukar, Tenggarong.
Dalam MOU itu disebutkan bahwa Pemkab Kukar selaku Pihak Pertama dan
pihak SNCF selaku Pihak Kedua akan melaksanakan studi kelayakan meliputi
pembangunan jaringan Kerta Api yang menghubungkan kota-kota Tenggarong,
Samarinda dan Balikpapan dalam rangka memberbaiki sistem angkutan
batubara ke pelabuhan.
Pembiayaan studi kelayakan akan dilakukan pihak SNCF sebesar 30% dan 70%
oleh pihak Pemkab Kukar dengan kegiatan meliputi aspek ekonomi dan
pembiayaan, infrastruktur dan gedung, analisa lalu-lintas, operasi dan
rolling stock. Selama melakukan studi di lapangan, tim bentukan Pemkab
Kukar akan dibantu para tenaga ahli dari SNCF.
Jaringan kereta api ini dirasa sangat perlu mengingat Kabupaten Kukar
memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, mulai dari minyak bumi,
gas alam hingga batubara. Menurut Bupati Syaukani, produksi batubara
dari 10 perusahaan saja di Kukar sudah mencapai lebih dari 11.751.000
ton per bulan.
Namun, menurut Syaukani, besarnya potensi batubara di daerah ini masih
terkendala oleh sarana transportasi batubara yang masih mengandalkan
angkutan sungai yang penuh risiko dan lamban. Oleh karena itu, Pak
Kaning memandang perlu untuk membangun jaringan kereta api khusus
angkutan batubara.
Direktur SNCF International Jean-Piere Loubinoux, menimpali bahwa
komitmen Pemkab Kukar dalam membangun jaringan kereta api sangat tepat.
Karena kereta api memiliki beberapa keunggulan di antaranya daya muat
yang besar, cepat dan ramah lingkungan.
Jean-Piere Loubinoux juga menjelaskan bahwa perusahaannya telah
berpengalaman dalam membangun jaringan kereta api di 30 negara di dunia.
Pembangunan jaringan kereta api khusus batubara yang menghubungkan
Tenggarong-Samarinda-Balikpapan ini merupakan yang pertama dikerjakan
perusahaannya di Kalimantan.
Di samping itu, Syakuni melihat sudah saatnya Kutai kartanegara memiliki
pelabuhan peti kemas. Hal ini diperlukan, selain untuk menyerap tenaga
kerja dan meningkatkan PAD (Pendapatan asli Daerah), terutama untuk
mengantisipasi meningkatnya aktivitas angkutan di pesisir Kutai
Kartanegara (Kukar) beberapa tahun terakhir. Apalagi keberadaan
pelabuhan peti kemas di Samarinda, dinilai tidak menguntungkan bagi
Kukar, terutama dari segi PAD dan penyerapan tenaga kerja.
Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) juga aktif memfasilitasi pertemuan 16
negara yang tergabung dalam United Nations Conference on Trade and
Development (Unctad) yang semula direncanakan 13-15 November 2006 dan
terealisasi 24-26 April 2007 di gedung Puteri Karang Melenu (PKM)
Tenggarong Seberang. Pertemuan yang dihadiri 14 negara itu berkaitan
dengan pelatihan intensif topik-topik pilihan penyelesaian konflik/perselisihan
investasi yang digagas UNCTAD, badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)
urusan perdagangan dan pembangunan yang bermarkas di Jenewa, Swiss.
Momentum ini digunakan tidak hanya sebatas untuk kepentingan investasi,
tapi juga menyangkut visi dan misi Gerbang Dayaku Tahap II yang antara
lain menjadikan Kukar sebagai daerah tujuan wisata.
Bahkan selain menjadi tuan rumah lokakarya internasional yang diikuti
delegasi 14 negara itu, menurut Syaukani, tahun ini juga akan ada
kunjungan 32 negara ke Kukar. Hal tersebut sebagai dampak positif
kehadiran Kukar mewakili delegasi Indonesia dalam sidang tahunan
Internatio-nal Labour Organization (ILO), Juni 2006 lalu di Jenewa.
Ketika itu, Bupati Syaukani tampil mempresentasikan program Zona Bebas
Pekerja Anak (ZBPA) di Kukar.
Dukung Gerbang Dayaku
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) H Syaukani HR, dalam berbagai
kesempatan bertemu dengan investor, terutama pengusaha (perusahaan) yang
sudah beroperasi di Kukar, seperti BPMigas dan Kontraktor Kontrak Kerja
Sama (KKKS), selalu meminta agar berperan aktif membantu Pemkab Kukar
dalam mewujudkan tiga sektor prioritas program Gerbang Dayaku.
Tiga sektor yang dimaksud adalah (1) pemberdayaan SDM melalui
peningkatan mutu pendidikan dan derajat kesehatan; (2) pertanian dalam
arti luas; dan (3) menjadikan Kukar sebagai daerah tujuan wisata.
Pelaksanaan ketiga program tersebut sudah menjadi komitmen Pemkab, untuk
menyejahterakan masyarakat daerah ini. “Kami minta BPMigas dan KKKS bisa
berperan aktif melalui community development-nya, membantu pemerintah
daerah mewujudkan program Gerbang Dayaku,” kata Syaukani.
Menurut Syaukani, masyarakat Kukar berhak menuntut, sebab yang terja-di
selama ini, per-usahaan mencari makan di Kukar, ta-pi bayar-nya di lu-ar,
seperti di Balik-papan. Karena, rata-rata perusaha-an besar yang
beroperasi di Kukar, berkantor di Balikpapan atau Samarinda.
Sehubu-ngan de-ngan itu, Pemkab Kukar juga telah berkehendak membangun
kantor bersama di Tenggarong dan ditargetkan segera terealisasi
2007-2008. Bupati Syaukuni berharap semua perusahaan yang beroperasi di
Kukar harus berkantor di Tenggarong. “Fasilitasnya akan kami lengkapi,
termasuk bandara,” kata Syaukani. Kendati proses pembangunan Bandar
Udara (Bandara) yang akan diberi nama Bandara Sultan Kutai Berjaya (SKB)
itu kini memang masih terkendala, tapi Syaukani yakin, proyek tersebut
akan terealisasi.
Selain membangun perkantoran, Pemkab Kukar juga akan membangun mal,
sarana komunikasi, dan fasilitas lainnya untuk mendukung kebutuhan
kantor bersama tersebut.
Hal ini juga berkaitan dengan program mewujudkan Kukar sebagai daerah
tujuan wisata. Syaukani yakin dengan adanya kantor bersama di Tenggarong,
perekonomian masyarakat daerah ini juga akan berkembang lebih pesat.
Minat Investor Makin Tinggi
Berbagai pendekatan yang dilakukan Bupati Syaukani dengan segenap
jajaran Pemkab Kukar, minat investor untuk menanamkan modalnya di daerah
ini cukup tinggi. Menurut Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD)
Kukar Ir Hafid Anwar sebagian besar investor yang datang memang masih
dalam tahap negosiasi dengan pemerintah daerah. Jumlahnya cukup banyak,
baik investor lokal maupun investor asing. Menurut Hafid, yang paling
diminati adalah sektor pertambangan dan perkebunan.
Sejalan dengan visi dan misi program Gerbang Dayaku Tahap II, ke depan
investasi akan lebih diarahkan ke sektor nonpertambangan. Seperti
perkebunan, perikanan, pertanian, dan pariwisata. Untuk pembangunan
infrastruktur, beberapa investor luar negeri juga tengah melakukan
penjajakan di Kukar. Di antaranya Balqis Investments Limited Group untuk
pembangunan mal di Tenggarong. Perusahaan dari Malaysia itu juga
berminat menanamkan modalnya di sektor perkebunan kelapa sawit.
Selain itu, Add Enginering, sebuah perusahaan Rusia, juga menawarkan
kerja sama, untuk membangun power plant menggunakan bahan baku batu bara.
Di samping Societe Nationale Des Chemin de Fer (SNCF) dari Prancis, yang
berencana bekerjasama dengan Pemkab Kukar membangun rel kereta api
angkutan batu bara.
Sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit juga
telah menawarkan kerja sama. Bahkan ada yang sudah mulai melakukan
penanaman. Namun, Syaukani mengakui, masih ada sedikit kendala, hal mana
investor yang datang mengharapkan adanya jaminan kepastian hukum,
keamanan, dan sebagainya.
Sawit Unggulan
Dinas Perkebunan (Disbun) Kukar menempatkan sawit sebagai komoditas
unggulan pertama. Menyusul jarak pagar, kelapa, karet, lada, kakao dan
kopi. Diunggulkannya kelapa sawit, karena dinilai sebagai komoditas
perkebunan paling berpotensi untuk dikembangkan di Kutai Kartanegara (Kukar),
selain karena faktor ekonomi, juga karena daerah ini juga cocok untuk
tanaman sawit.
Bupati Syaukani menegaskan, pihaknya terus berusaha melaku-kan perluasan
lahan tanaman sawit. Sejumlah perusahaan juga tengah melakukan penanaman
sawit di beberapa kecamatan seperti Kembang Janggut, Muara Kaman, Kota
Bangun, Muara Wis, Muara Badak, dan Tabang.
Hal senada juga dikemukakan Sekkab Kukar Drs HM Husni Thamrin MM. Bahkan
Husni selaku Ketua Korpri Kukar meng-ajak aparatur Pemkab, untuk ikut
berpartisipasi menggeluti tanaman komoditi ekspor itu. Menurutnya,
komoditi sawit bisa sangat menjajikan walau hanya digeluti separuh waktu.
Sementara, Dinas Perkebunan Kukar terus berupaya memberda-yakan
perekonomian masyarakat pedesaan, antara lain dengan mengembangkan
perkebunan kelapa sawit di pesisir pantai seluas 100 hetare. Sedangkan
di kawasan hulu Sungai Mahakam akan dibuka sekitar 75 hektare, 127
hektare karet, dan tanaman lada 40 hektare. ►mtik/dap
*** Majalah Tokoh Indonesia (www.e-ti/majalah)
|